Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN SEKOLAH DI SDN 15 AMPENAN, NUSA TENGGARA BARAT Dewi, Suprayanti; Kisman, Kisman; Wahidah, Ananda; Zubaidi, Fitriannisa F; Maryanti, Sri
Jurnal Pepadu Vol 5 No 2 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i2.4830

Abstract

Tim pengabdian melakukan kegiatan pengabdian bertempat di SDN 15 Ampenan, sebuah sekolah dasar negeri di Pulau Lombok, dengan tema pemanfaatan lahan tidak termanfaatkan di pekarangan sekolah. Kegiatan ini meliputi empat kegiatan yaitu observasi, koordinasi, sosialisasi dan pendampingan penanaman tanaman hortikultura dan tanaman obat. Tahap pertama yaitu observasi dan koordinasi yang dilakukan pada bulan Maret 2024. Permasalahan yang mendasar dalam pengembangan budidaya pekarangan adalah lokasi lahan sebagai calon lokasi penanaman sedikit ternaungi oleh bangunan kelas dan tembok. Tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan yang telah dibersihkan secara bergotong royong setelah survey pendahuluan adalah tanaman kangkung darat, tomat, cabai, terung bulat dan terung Panjang, lengkuas, lidah buaya serta jahe. Setelah tim pelaksana menginisiasi pemanfaatan lahan dalam budidaya tanaman hortikultura, diperoleh hasil berupa pendampingan pemanfaatan lahan pekarangan sekolah berjalan dengan baik. Selain sebagai wadah pembelajaran proses tumbuh kembang tanaman, kegiatan ini jika diterapkan di rumah-rumah siswa diharapkan lebih lanjut dapat menjamin ketahanan pangan bagi keluarganya. Dukungan berkala ini harus dilakukan secara berkesinambungan sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk memberikan dukungan, menumbuhkan komitmen, dan meningkatkan sumber daya manusia di bidang terkait.
PENGUATAN BUDAYA LITERASI DESA MELALUI PROGRAM KKN PMD: STUDI KASUS DESA TERONG TAWAH Azizy, Muhamad; Jurnal Wicara; Azizy, Muhammad; Wulandari, Heryca; Indriani, Yulia; Maulidna, Maizati; Putri, Athifah; Islam, Egista; Yuniardi, Lalu; Yuhendra, Kayla; Sriwahyuni, Yuyun; Zulpazlyawan, M.; Dewi, Suprayanti
Jurnal Wicara Vol 3 No 6 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kvd5ds41

Abstract

The Community Service Program (KKN PMD) of Universitas Mataram was carried out in Terong Tawah Village, Labuapi District, West Lombok Regency, with the aim of strengthening the village’s literacy culture through the revitalization of the As-Suhada Community Reading Park (TBM). The background of this program lies in the low literacy level of the community, the suboptimal management of TBM, and the limited participation of residents in reading activities. This study employed a descriptive qualitative method with a participatory approach through observation, interviews, documentation, and students’ reflective notes. The results show significant changes in TBM management through the cataloguing and reorganization of 1,000 book collections and the issuance of membership cards. Interactive literacy programs also proved effective. In the Cerdas Mengulas Buku activity, involving 21 fourth-grade students at SDN 3 Terong Tawah, 20 students successfully answered comprehension questions, while one required further assistance. In the Writing Stories Based on Reading program, attended by 25 sixth-grade students, writing scores improved from 60–70 in the pre-test to 75–90 in the post-test after remedial guidance. Furthermore, the Read Me a Book and Reading Aloud activities engaged 30 kindergarten students of As-Suhada and 30 preschool students, fostering reading interest and confidence. Overall, interactive literacy programs such as Cerdas Mengulas Buku and Writing Stories Based on Reading proved to be effective models in enhancing children’s reading interest, comprehension skills, and writing creativity. For sustainability, village institutional support, the diversification of reading collections, and the empowerment of local literacy cadres are needed so that Terong Tawah can develop into an inclusive and sustainable literacy village.