Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EXCAVATION OF BUKIT KAPUR AS A TOURIST DESTINATION IN THE PERSPECTIVE OF MAQASID AL SHARI'AH Sarkawi Sarkawi; Busro Karim
International Conference on Social and Islamic Studies Proceedings of the International Conference on Social and Islamic Studies (SIS) 2021
Publisher : International Conference on Social and Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hill and mountain excavation for business purposes is currently a trend in several areas, including in Madura. This excavation of course has an impact not only on ecological but also impact on socio-economic life and the health of the surrounding community. The purpose of this paper is to find out how the existence of limestone excavations that are used as tourist destinations in the study of Maqasid al Syariah. Research methods use a qualitative approach. The data was obtained through interviews, and observations and analyzed using  Miles and Huberman's analysis techniques. The results of this study show that the excavation of Bukit Kapur is still relevant to maqasid al Syariah even though in the excavation of this limestone hill is still found damage to the environment. The large consideration of madharat and Maslahah becomes an important in this discussion. This paper will contribute scientific in terms of Maqasid al Syariah and can be used as a reference in the study of hill excavations that are currently being done by many people.
Tinjauan Hukum Islam dan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Terhadap Pertanggungjawaban Pelaku Usaha Jasa Laundry Ilmi Rosidah; Busro Karim
Et-Tijarie Vol 6, No 1: Juni 2019
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ete.v6i1.16982

Abstract

Dalam suatu bisnis salah satunya jasa laundry tidak terlepas dari masalah yang dilakukan oleh pelaku usaha yang berhubungan dengan pelayanan konsumen seperti terjadinya kehilangan atau kerusakan barang milik konsumen. Dalam Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen telah mengatur mengenai pertanggungjawaban pelaku usaha, namun banyak pelaku usaha yang dalam menjalankan bisnisnya belum sesuai dengan aturan tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana praktek perlindungan konsumen dan pertanggungjawaban pelaku usaha Jasa Laundry di Kelurahan Jogoroto dan bagaimana tinjauan hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terhadap pertanggungjawaban pelaku usaha Jasa Laundry di Kelurahan Jogoroto. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), sifat penelitian deskriptif komparatif, menggunakan pendekatan yuridis normatif untuk menganalisa menggunakan Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hasil penelitian ini yaitu pertanggungjawaban pelaku usaha jasa laundry di Kelurahan Jogoroto belum sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hal ini dikarenakan adanya klausula baku yang berada pada nota laundry yang dapat diketahui oleh konsumen ketika konsumen melakukan pembayaran dan nota yang seharusnya sesuai dengan hak konsumen yang di atur dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
KONSEP HALAL ULAMA MADURA: PERSPEKTIF ULAMA MADURA TERHADAP KONSEP HALAL DALAM KANDUNGAN SYAIR MADURA Muhammad Arif Wahyudi; Busro Karim
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 1 No. 12 (2022): November
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v1i12.530

Abstract

Penelitian ini akan menjawab pertanyaan mengenai isi syair agar tidak terjadi adanya perbedaan suatu makna dalam setiap kata yang telah dibentuk pada kiasan syair-syair keagamaan dan bertumpu selaras dengan silsilah kehidupan manusia. Dalam metodenya, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dimana telah diungkapkan melalui data-data kualitatif sehingga data tersebut akan disampaikan dalam bentuk kalimat dan uraian. Pada pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Sumber yang digunakan dalam penelitian ini yakni dari data primer dimana data tersebut akan diambil secara langsung di Pondok Pesantren atau kediaman Ulama guna mengemukakan perspektif yang sempurna dan untuk data sekunder yakni menggunakan buku serta jurnal nasional yang relevan dengan tema penelitian. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa bagaimana seseorang telah berpakaian sesuai dengan ajaran Islam. Saat ini banyak sekali generasi milenial telah menggunakan pakaian trend yang sedang berkembang namun tidak sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu melalui syair Madura ini diharapkan generasi milenial bisa lebih menggunakan pakaian yang menutup aurat agar tidak menimbulkan perhatian berlebihan dan kesombongan.
RECONSTRUCTION OF PESANTREN MANAGEMENT MODEL: INTEGRATING CHARISMATIC AUTHORITY AND ORGANIZATIONAL PROFESSIONALISM Muhammad Nur Kholis; Busro Karim; Rahmatullah; Hasan Zülfikar
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4607

Abstract

Pesantren are currently navigating a critical intersection between preserving their traditional heritage, which is deeply rooted in the Kiai's charismatic authority, and meeting modern educational demands for professional governance and accountability. This study aims to conceptually reconstruct a management model that synergizes this personalistic leadership with organizational professionalism without eroding the institution's distinct spiritual identity. Employing a qualitative library research method, the study systematically analyzes academic literature published between 2016 and 2026 using content and thematic analysis to build a new theoretical foundation. The findings demonstrate that the dichotomy between tradition and modern bureaucratic standards can be effectively bridged through a Hybrid Management Model. This model functions through a strategic symbiosis that positions the Kiai as the central moral guardian and strategic visionary, while a professional management team executes daily operations utilizing formal Planning, Organizing, Actuating, and Controlling functions. This approach successfully mitigates organizational risks such as bureaucratic inefficiency, structural dependency, and unethical pro-organizational behavior. Ultimately, this proposed hybrid architecture ensures that pesantren can achieve measurable professional integrity, resolve leadership succession challenges, and remain highly competitive within the national education system while authentically preserving their traditional religious values. Keywords: Pesantren Management; Charismatic Authority; Organizational Professionalism; Hybrid Management Model;     Abstrak Saat ini, pesantren tengah berada di persimpangan kritis antara upaya melestarikan warisan tradisional yang berakar kuat pada otoritas karismatik Kiai, dengan tuntutan pendidikan modern akan tata kelola profesional dan akuntabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi secara konseptual model manajemen yang mensinergikan kepemimpinan personalistik tersebut dengan profesionalisme organisasi tanpa mengikis identitas spiritual institusi yang khas. Dengan menggunakan metode penelitian pustaka kualitatif, studi ini menganalisis literatur akademik yang diterbitkan antara tahun 2016 dan 2026 secara sistematis menggunakan analisis isi dan tematik untuk membangun landasan teoretis baru. Temuan menunjukkan bahwa dikotomi antara tradisi dan standar birokrasi modern dapat dijembatani secara efektif melalui Model Manajemen Hibrida. Model ini berfungsi melalui simbiosis strategis yang menempatkan Kiai sebagai penjaga moral pusat sekaligus visioner strategis, sementara tim manajemen profesional mengeksekusi operasional harian menggunakan fungsi formal Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Penggerakan (Actuating), dan Pengawasan (Controlling). Pendekatan ini berhasil memitigasi risiko organisasi seperti inefisiensi birokrasi, ketergantungan struktural, dan perilaku pro-organisasi yang tidak etis. Pada akhirnya, arsitektur hibrida yang diusulkan ini memastikan bahwa pesantren dapat mencapai integritas profesional yang terukur, menyelesaikan tantangan suksesi kepemimpinan, dan tetap kompetitif dalam sistem pendidikan nasional sambil tetap menjaga nilai-nilai agama tradisional secara autentik. Kata Kunci: Manajemen Pesantren; Otoritas Karismatik; Profesionalisme Organisasi; Model Manajemen Hibrida.