Rasyid, Lisa Aisyiah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Pemahaman Fikih Wanita : Peningkatan Pengetahuan Tentang Haid Kepada Anggota Majelis Dzikir Dan Sholawat Ar-Roudhah Kelurahan Tuminting Hafsah, Umi; Rusdianto, Rusdianto; Mash'ud, Imam; Rasyid, Lisa Aisyiah; Lukman, Syahid
TARSIUS : Jurnal Pengabdian Tarbiyah, Religius, Inovatif, Edukatif & Humanis Vol 5 No 2 (2023): 2023 Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/tarsius.v5i2.693

Abstract

Abstrak Pendampingan pemahaman Fikih Wanita, dewasa ini, penting untuk dilaksanakan sebagai salah satu upaya transfer of knowledge kepada generasi Wanita. Haid diartikan sebagai darah yang keluar dengan sendirinya dari alat reproduksi perempuan pada usia tertentu. Selain penanda balig, perempuan untuk pertama kalinya dibebankan dengan hadas besar. Ini berarti berdampak pada seluruh proses ibadah yang ia laksanakan termasuk di dalamnya salat dan puasa. Melalui Majelis Dzikir dan Sholawat Ar-Roudhah, kegiatan ini dilakukan dengan metode pendampingan yang digunakan yaitu dengan sosialisasi, ceramah dan tanya jawab/diskusi. Metode ini dianggap paling sesuai dengan anggota majelis yang kebanyakan adalah para ibu dengan rentang usia 25-40 tahunan. Pada tahap sosialisasi dan ceramah, pemateri menjelaskan hal umum terkait haid dalam pandangan fikih. Melalui kegiatan pendampingan ini dapat disimpulkan bahwa anggota Majelis Dzikir dan Sholawat Ar-Raudhah masih awam mengenai masalah haid. Kedua, mereka tampak antusias dalam mengikuti kajian karena tahu bahwa ada kaitan erat antara haid dengan ibadah lainnya.
Dari Pelayanan Kesehatan Hingga Pelayanan Seksual: Sejarah Mobilisasi Perempuan Indonesia Masa Pendudukan Jepang Tahun 1942-1945 Rasyid, Lisa Aisyiah; Niode, Olha S.
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 10, No 2 (2025): Desember (In Progress)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v10i2.37856

Abstract

Masa pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945) merupakan periode krusial yang memobilisasi perempuan secara masif dalam berbagai sektor untuk mendukung kepentingan perang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kontradiksi peran perempuan, mulai dari keterlibatan dalam pelayanan kesehatan hingga eksploitasi dalam pelayanan seksual. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan pendekatan studi pustaka, yang mencakup tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui organisasi Fujinkai, perempuan dimobilisasi sebagai tenaga bantuan medis, petugas palang merah, dan pengelola logistik untuk mendukung serdadu Jepang serta masyarakat. Namun, di sisi lain, pemerintah militer Jepang melembagakan sistem Jugun Ianfu , sebuah praktik bercinta seksual yang memaksa perempuan Indonesia menjadi pemuas kebutuhan biologis tentara melalui cara-cara manipulatif dan kekerasan. Mobilisasi ini didorong oleh propaganda “Saudara Tua” dan ideologi gender Jepang yang memosisikan perempuan sebagai penjaga garis belakang. Dampak dari kebijakan ini menyisakan trauma psikologis yang mendalam dan stigma sosial bagi para korban, yang memicu munculnya berbagai bentuk resistensi dan tuntutan keadilan pasca-perang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mobilisasi perempuan di masa Jepang merupakan bentuk eksploitasi total yang mendegradasi martabat kemanusiaan demi ambisi militerisme.