Wea, Maria
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Spiritual Resilience Anak Pada Masa Pandemi di Panti Asuhan Bhakti Luhur Malang Nonseo, Angela Nofri; Wea, Maria; Krismianto, Alfonsus
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 1 No. 4 (2021): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.477 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v1i4.539

Abstract

Anak-anak penyandang disabilitas, anak-anak miskin dan terlantar yang dibina dan diasuh di Panti Asuhan Bhakti Luhur Malang terdiri dari berbagai kategori usia. Kategori usia yang menjadi fokus penelitian ini adalah 12-17 tahun yang non difabel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa spritual resilience nampak dalam diri anak-anak di Panti Asuhan Bhakti Luhur Malang. Hal ini terlihat dari kemampuan anak-anak dalam beradaptasi dengan situasi yang terjadi di masa pandemi. Spiritual resiliensi dalam diri setiap orang sehingga menggerakan untuk mampu beradaptasi, bertahan dan bangkit dari situasi apapun yang dialami. Hal yang sama pun dialami oleh anak-anak di Panti Asuhan Bhakti Luhur Malang. Upaya yang dilakukan dalam masa pandemi terarah pada anak-anak yang mengalami kesulitan dalam mengingat kembali materi pembelajaran dapat diatasi dengan cara mempelajari kembali materi yang sudah diberikan dan mencari sumber lain yang berkaitan dengan materi pembelajaran tersebut.
Spiritualitas Pelayanan Pastoral Terhadap Para Lansia Wea, Maria; Wahyuni, Lina Sri
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 7 (2022): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.732 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i7.1243

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) lanjut usia (lansia) adalah kelompok penduduk yang berumur 60 tahun atau lebih. Dalam kategori usia ini, para lansia tentu mengalami banyak kemunduran dalam berbagai aspek kehidupan. Dan para lansia juga merasakan kesepian, penderitaan karena kondisi fisik, beban hidup, serta tekanan dalam keluarga, merasa diri hanya menjadi beban keluarga, takut akan kematian, mengkhawatirkan banyak hal dan sebagainya. Pada usia ini para lansia membutuhkan dukungan dari keluarga untuk mendampinginya secara fisik dan jasmani. Peran Gereja juga sangat dibutuhkan dalam mendukung kehidupan rohani para lansia, membantu para lansia untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, menguatkan imannya agar di masa senjanya para lansia merasakan ketenangan, kedamaian dan siap untuk menyambut kematiannya. Pelayanan pada para Lansia perlu bersabar dalam menghadapi tingkahlaku serta tindakkan mereka karena dimasa tua tingkah laku mereka akan kembali seperti anak kecil. Pekerja pastoral ditugaskan melayani orang-orang yang tidak ingin dilayani, maka perlu memohon rahmat kekuatan dari Tuhan dan berusaha untuk berdamai dengan situasi tersebut.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIDATO OLEH SISWA KELAS XII SMA SANTO THOMAS 3 MEDAN Wea, Maria; Tamba, Losten
Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra (PENDISTRA) Vol 2 No. 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/pendistra.v2i1.493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model student facilitator and explaining terhadap kemampuan berpidato yang baik. Penelitian ini dilakukan di SMA Santo Thomas 3 Medan pada bulan Agustus 2017. Populasi penelitian ini berjumlah 197 siswa dan sampel diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 80 siswa. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen pos-testonly control designyang dilaksanakan pada dua kelompok. Instrumen yang digunakan untuk menjaring data adalah tes lisan dalam bentuk penugasan yaitu berpidato. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji “t”. Hasil pengolahan data statistik menunjukkan bahwa kemampuan dalam berpidato dengan menggunakan model student facilitator and explaining termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 80.12, sedangkan kemampuan berpidato   tanpa menggunakan model student facilitator and explaining termasuk dalam kategori cukup dengan nilai rata-rata 63.75 selanjutnya pengujian hipotesis menunjukkan  thitung 6.22 kemudian dikonsultasikan dengan tabel pada taraf signifikan 0.05 dengan dk 78 adalah 1.99. Oleh karena thitung yang diperoleh lebih besar dari ttabel 6,22>1.99 maka terbukti bahwa hipotesis nihil (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima maka dapat disimpulkan bahwa model student facilitator and explaining berpenggaruh positif terhadap kemampuan berpidato pada siswa kelas XII SMA Santo Thomas 3 Medan Tahun Pembelajaran 2017/2018
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIDATO OLEH SISWA KELAS XII SMA SANTO THOMAS 3 MEDAN Wea, Maria; Tamba, Losten
Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra (PENDISTRA) Vol 2 No. 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/pendistra.v2i1.493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model student facilitator and explaining terhadap kemampuan berpidato yang baik. Penelitian ini dilakukan di SMA Santo Thomas 3 Medan pada bulan Agustus 2017. Populasi penelitian ini berjumlah 197 siswa dan sampel diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 80 siswa. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen pos-testonly control designyang dilaksanakan pada dua kelompok. Instrumen yang digunakan untuk menjaring data adalah tes lisan dalam bentuk penugasan yaitu berpidato. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji “t”. Hasil pengolahan data statistik menunjukkan bahwa kemampuan dalam berpidato dengan menggunakan model student facilitator and explaining termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 80.12, sedangkan kemampuan berpidato   tanpa menggunakan model student facilitator and explaining termasuk dalam kategori cukup dengan nilai rata-rata 63.75 selanjutnya pengujian hipotesis menunjukkan  thitung 6.22 kemudian dikonsultasikan dengan tabel pada taraf signifikan 0.05 dengan dk 78 adalah 1.99. Oleh karena thitung yang diperoleh lebih besar dari ttabel 6,22>1.99 maka terbukti bahwa hipotesis nihil (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima maka dapat disimpulkan bahwa model student facilitator and explaining berpenggaruh positif terhadap kemampuan berpidato pada siswa kelas XII SMA Santo Thomas 3 Medan Tahun Pembelajaran 2017/2018
The Effectiveness of Preceptorship Programs in Improving Clinical Competence among Novice Nurses: A Systematic Review Wea, Maria; Hariyati, Rr. Tutik Sri; Handiyani, Hanny; Wildani, Andi Amalia
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v13i2.10300

Abstract

The transition period for new nurses is often characterized by adaptation-related stress, limited clinical experience, and insufficient supervision. Preceptorship offers structured support that helps accelerate competency development and enhance clinical readiness for practice. To evaluate the effectiveness of preceptorship programs in improving clinical competence in novice nurses.  A systematic search was conducted in PubMed, ScienceDirect, ProQuest, and Google Scholar from August 2019 to April 2025, following the PRISMA 2020 guidelines and registered PROSPERO protocol. This review included quantitative studies involving new nurses who received structured preceptorship interventions with clinical competency as the primary outcome. Eligible study designs comprised randomized controlled trials, quasi-experimental studies, uncontrolled pre–post trials, and cross-sectional surveys. Qualitative studies, student-based programs, and orientations without preceptors were excluded. Two reviewers independently conducted study selection, data extraction, and methodological quality appraisal using the JBI critical appraisal tools. The findings were synthesized narratively. Ten studies consistently demonstrated that preceptorship programs improved clinical competence, confidence, and readiness for practice. Eight studies reported significant improvements (p < 0.05). Effective programs included individualized supervision, structured feedback, and standardized competency assessments. Critical success factors included preceptor readiness, continuity of preceptorship, organizational support, and reduced transition shock. The findings indicate that well-structured preceptorship programs can enhance the clinical competence and self-confidence of novice nurses. Healthcare institutions are encouraged to adopt standardized preceptorship frameworks, allocate adequate resources, and provide ongoing training and support for preceptors to strengthen practice readiness, improve quality of care, and promote nurse retention.