Turnover karyawan merupakan salah satu nilai tolak ukur bagi keberhasilan suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Memprediksi turnover karyawan merupakan kegiatan signifikan yang penting bagi setiap perusahaan yang berkelanjutan, dimana informasi dini tentang status turnover karyawan memungkinkan organisasi untuk mengambil langkah-langkah pencegahan. Pada penelitian ini peneliti akan mengaplikasikan dan membandingkan dua buah model algoritma supervised learning, diantaranya model algoritma Logistic Regression dan Random Forest untuk memprediksi risiko turnover karyawan, kemudian membandingkan mana dari dua model algoritma tersebut yang paling akurat. Berdasarkan hasil pengukuran kinerja kedua model dengan menggunakan metode Confusion Matrix. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa model Logistic Regression memiliki tingkat akurasi sebesar 84,64% serta F1-Score yang baik dengan nilai sebesar 0,89, nilai presisi sebesar 0,82, dan nilai recall sebesar 0,96. Performa model Random Forest memiliki tingkat akurasi sebesar 80,12%, F1-Score sebesar 0,85 menunjukkan keseimbangan antara presisi sebesar 0,80 dan recall dengan nilai 0,92. Hal ini membuktikan bahwa model algoritma Logistic Regression adalah yang paling baik untuk untuk prediksi risiko turnover karyawan.