Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Fana' menurut Abu ‘Abdullah Al-Anṣārī Al-Harawi Ihsan, Nur Hadi; Badi', Syamsul; Bima Sakti, Mohammad Djaya Aji
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 4(1), 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.268 KB) | DOI: 10.21093/el-buhuth.v4i1.3538

Abstract

Artikel ini berupaya menjelaskan konsep fanā’ dalam pandangan Abu `Abdullah al-Ansari al-Harawi, seorang tokoh sufi bermadzhab Hanbali dari Herat. Beliau adalah seorang ulama yang sangat keras menentang bid‘ah, namun beliau juga dikenal sebagai seorang sufi yang taat dan terkenal kebijaksanaannya. Pada awal kemunculannya, bahkan sampai saat ini, konsep fanā’ dinilai sebagai ajaran yang menyesatkan yang membuat seorang muslim bisa meninggalkan Syari‘at dengan dalih pencapaian fanā’. Untuk itu, peneliti mencoba menganalisis konsep fanā’ melalui kajian literatur tasawuf, kitab Manāzil al-Sāirīn karya al-Harawi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitik yang akan digunakan untuk menguraikan teori dan konsep, serta mengujinya dengan data yang telah dikumpulkan oleh peneliti. Pengumpulan data dilakukan dengan merujuk kepada berbagai literatur tokoh tasawuf yang membahas tentang fanā’ untuk dapat mengambil kesimpulan. Kajian ini mendapati bahwa konsep fanā’ dalam pandangan al-Harawi lebih dapat diterima dan relevan untuk dijadikan pedoman pada saat ini. Dalam hal ini, al-Harawi telah meletakkan dasar-dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis fana’ dalam tradisi intelektual dan spirituali Islam. Usaha yang telah dirintis ini dapat memudahkan generasi berikutnya dalam memahami dan menjalani tahapan spritual untuk mencapai fana’ serta berdampak positif pada peningkatan dan penguatan keimanan dan keyakinan terhadap Syariat Ilahi.
The Concept of Prajna in Buddhis’s Teaching Toward Crises of Identity in Globalization Era Bima Sakti, Mohammad Djaya Aji; Muhtadi, Yusuf
Jounal Nyanadassana Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : STAB Kertarajasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59291/jnd.v4i2.146

Abstract

This article aims to explain the nature of Prajna as one of the various teaching in Buddhism. As the main concept, Prajna teach the fundamental aspect for mindfulness steps, that the nature of man is to wise for reality. This teaching of Prajna become one of the variant of doctrine toward the Globalization era. Meanwhile this era produced many problem of life, such as identity crises, moral degradation and the weakening of spirituality. This study aims to examine the essence of Prajna in Buddhist teachings and its relevance in addressing the challenges of globalization, especially toward Crises of Identity. This article used a library research by using the phenomenological approaches. The findings reveal that Prajna is relevant in guiding modern humans to act wisely in the use of technology, to be critical of global popular culture, and to show concern for the environment.