Muslihuddin, Muslihuddin
STMIK Banjarbaru

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perancangan Game Visual Novel Menggunakan Ren'Py Berbasis Android Muslihuddin, Muslihuddin; Rosmawanti, Nidia
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 13, No 1: April 2024
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v13i1.2071

Abstract

Stories in visual novels can vary widely, including romance, mystery, science fiction, fantasy, and horror. Visual Novel Games in the horror genre, more precisely included in the Visual Novel horror subgenre, are very popular because they provide a special sensation for those who like horror, where players are often faced with important decisions that influence the course of the story, thus providing many different possible endings. by providing gripping events. In the research carried out, the real story in West Kalimantan was based on the urban legend "Padang 12" which was obtained from 50 respondents, where 78% did not know the story about the urban legend "Padang 12", 88% were interested in knowing about the urban legend "Padang 12", and 96% were interested in being created in a game, so this research aims to design and develop an Android-based visual novel game using Ren'Py, for developing visual novels on the Android platform. The research results show that Ren'Py is an effective and efficient tool for developing visual novel games on the Android platform. The developed game succeeded in providing a satisfying gaming experience for users, showing great potential in using Ren'Py for the development of visual novel games in the future.Keywords: Game; Visual Novel; Horror, Android AbstrakCerita dalam visual novel bisa sangat bervariasi, termasuk romansa, misteri, fiksi ilmiah, fantasi, dan horor. Visual Novel Game bergenre horror, lebih tepatnya masuk ke dalam subgenre Visual Novel horror, banyak digemari karena memberikan sensasi tersendiri bagi mereka yang menyukai horror, dimana pemain sering kali dihadapkan pada keputusan-keputusan penting yang mempengaruhi jalannya cerita, sehingga memberikan banyak kemungkinan ending yang berbeda dengan diberikan event-event yang mencengkam. Dalam penelitian yang yang dibuat mengangkat kisah nyata yang ada di Kalimantan barat terhadap cerita urban legend “Padang 12” yang didapatkan dari 50 responden dimana 78% tidak mengetahui cerita tentang urban legend “Padang 12”, 88% berminat untuk mengetahui tentang urban legend “Padang 12”, dan 96% tertarik untuk dibuat dalam sebuah game. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sebuah game visual novel berbasis Android menggunakan Ren'Py, untuk pengembangan visual novel di platform Android. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ren'Py adalah alat yang efektif dan efisien untuk mengembangkan game visual novel di platform Android. Game yang dikembangkan berhasil memberikan pengalaman bermain yang memuaskan bagi pengguna, menunjukkan potensi besar dalam penggunaan Ren'Py untuk pengembangan game visual novel di masa depan. 
Model Aplikasi Layanan Informasi Pengaduan Masyarakat Di Kecamatan rosmawanti, nidia; Muslihuddin, Muslihuddin; Kirana, Eka Chandra
Jutisi : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Sistem Informasi Vol 15, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/jutisi.v15i1.3479

Abstract

Public complaint services are an important component in efforts to improve the quality of public services within the local government environment. However, in many sub-districts, the complaint mechanism is still carried out manually or conventionally, resulting in various problems, such as delays in handling complaints, poorly organized report documentation, and low levels of information transparency to the public. This study aims to analyze system needs and design a model for public complaint information services based on information technology that can be implemented at the sub-district level. The research method used is system needs analysis through observation and interviews with sub-district officials, as well as literature studies related to the application of information systems in public services. The results of the study produced a model for a public complaint information system that is able to facilitate structured complaint recording, accelerate the follow-up process, and provide a feature for monitoring the status of complaints in real-time by the public. The implementation of the system model can improve the effectiveness, efficiency, and accountability of complaint services in sub-districts, as well as encourage the realization of more transparent and responsive public services.Keywords: Information Systems; Public Complaints; Public Services; Sub-districts; Information TechnologyAbstrakPelayanan pengaduan masyarakat merupakan salah satu komponen penting dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemerintahan daerah. Namun, pada banyak kecamatan, mekanisme pengaduan masih dilakukan secara manual atau konvensional, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan, seperti keterlambatan penanganan aduan, dokumentasi laporan yang tidak tertata dengan baik, serta rendahnya tingkat transparansi informasi kepada masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan sistem dan merancang model layanan informasi pengaduan masyarakat berbasis teknologi informasi yang dapat diterapkan di tingkat kecamatan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kebutuhan sistem melalui observasi dan wawancara dengan pihak kecamatan, serta studi literatur terkait penerapan sistem informasi dalam pelayanan publik.Hasil penelitian menghasilkan sebuah model sistem informasi pengaduan masyarakat yang mampu memfasilitasi pencatatan aduan secara terstruktur, mempercepat proses tindak lanjut, serta menyediakan fitur pemantauan status pengaduan secara real-time oleh masyarakat. Implementasi model sistem dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas pelayanan pengaduan di kecamatan, serta mendorong terwujudnya pelayanan publik yang lebih transparan dan responsif.Kata Kunci: Sistem Informasi; Pengaduan Masyarakat; Pelayanan Publik; Kecamatan; Teknologi Informasi