Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektifitas Upaya Administratif Dalam Menyelesaikan Sengketa Kepegawaian Studi Kasus Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 8/G/2020/PT.TUN.JKT Kurniawati, Marina; Hayati, Tri
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 3 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i3.5047

Abstract

Dalam menyelesaikan sengketa kepegawaian ada dua jalur yang bisa dilakukan, yakni melalui Upaya Administrasi dan melalui peradilan. Namun upaya administrasi kurang dapat menyelesaikan masalah kepegawaian di Indonesia. Dengan demikian maka  perlu dilakukan kajian yang mendalam agar ditemukan cara yang paling efektif dalam penyelesaian sengketa kepegawaian yang memberikan kepastian hukum kepada para pihak yang bersengketa.
TINGKAT RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPETENSI PASIEN RAWAT JALAN DI UPTD PUSKESMAS KUWARASAN TAHUN 2020 Nuur Rochmah, Nikmah; Swandari , Mika Tri kumala; Yogawati, Nursanti Dwi; Kurniawati, Marina; Danan, Dinar; Susilowati, Dhian Eko
SAINS INDONESIANA Vol. 1 No. 5 (2023): Vol. 1, No. 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90mmHg, dimana peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama, tidak dideteksi sejak dini dan tidak menerima pengobatan yang memadai dapat menimbulkan beberapa gangguan seperti penyakit jantung koroner, stroke dan kerusakan pada ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat antihipertensi yaitu tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat dan tepat dosis pada pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Kuwarasan pada pasien rawat jalan tahun 2020. Penelitian ini dengan mengambil data rekam medis secara retrospektif dengan metode deskriptif. Jumlah sampel pada rekam medis yang diambil adalah 326 responden. Rasionalitas penggunaan obat antihipertensi yang diperoleh yaitu tepat pasien sebanyak 99,7%, tepat indikasi sebanyak 100%, tepat obat sebanyak 100%, tepat dosis sebanyak 95,1%. Perlu ditingkatkan pengkajian ketepatan pasien dan ketepatan dosis agar pasien menerima terapi obat antihipertensi yang rasional.
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN TUBERKULOSIS DI UPTD PUSKESMAS CILACAP SELATAN 1 Nuur Rochmah, Nikmah; Kurniawati, Marina; Danan, Dinar; Pangesti, Yasminda Firdaus
SAINS INDONESIANA Vol. 2 No. 4 (2024): Vol. 2, No. 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara global sebesar 6,4 juta kasus insiden TB yang setara dengan 64% menyebabkan tuberkulosis menjadi 10 penyebab kematian di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai beban tuberkulosis yang terbesar diantara 8 negara yaitu India, China, Indonesia, Philipina, Pakistan, Nigeria, Bangladesh, dan Afrika Selatan. Suatu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup penderita tuberkulosis adalah dengan menjalani proses penyembuhan dengan rutin dan patuh mengonsumsi obat sesuai konsep pengobatan TB. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis dengan kualitas hidup pasien. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berbentuk Descriptive Correlation dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel ditentukan dengan cara teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Kepatuhan minum obat diperoleh dari kuesioner MMAS-8 dan kualitas hidup diperoleh dari kuesioner WHO Qol-BREFF. Analisa statistik yang digunakan adalah uji korelasi Spearman rho. Dari 30 responden didapatkan hasil 18 orang (60%) berjenis kelamin laki-laki dan 12 orang (40%) berjenis kelamin perempuan. Sebanyak 4 orang responden (13,3%) yang patuh minum obat dan 26 responden (86,7%) yang tidak patuh dalam minum obat. Kualitas hidup biasa-biasa saja sebanyak 14 orang (46,7%), baik 15 orang (50,0%), dan sangat baik 1 orang (3,3%). Berdasarkan uji korelasi Spearman rho didapatkan hasil nilai p value (0,000) lebih kecil dari nilai signifikan (0,05) sehingga Ha diterima yang artinya ada hubungan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien Tuberkulosis di UPTD Puskesmas Cilacap Selatan 1.
Analisis Tingkat Keberhasilan Terapi Tuberkulosis Di Puskesmas Petanahan Kabupaten Kebumen Tahun 2020–2021 Erniawati; Tajudin, Tatang; Kurniawati, Marina; Swandari, Mika Tri Kumala
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, Mei 2023
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v5i1.308

Abstract

Tuberkulosis Merupakan penyakit Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. prevalensi TB di Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen masih cukup tinggi yaitu dengan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 65,93% (di bawah standar minimal Departemen Kesehatan (Depkes) 85%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien terhadap angka kejadian akibat pengaruh dari tuberkulosis dari tahun 2020 sampai 2021 dan untuk mengetahui tingkat keberhasilan terapi tuberkulosis di Puskesmas Petanahan Kabupaten Kebumen dilihat dari angka kesembuhan, dan angka keberhasilan pengobatan tuberkulosis sudah memenuhi target. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional dengan penyajian analisis deskriptif. karakteristik penderita tuberkulosis terbanyak pada kelompok usia produktif yaitu rentang usia 20 – 60 tahun dengan jumlah 43 pasien sebesar 78%. Jenis kelamin laki- laki dengan jumlah 34 pasien sebesar 62%. Tingkat keberhasilan terapi tuberkulosis di Puskesmas Petanahan Kabupaten Kebumen dapat dilihat dari Angka keberhasilan pengobatan pasien tuberkulosis yaitu 100% dan angka kesembuhan pengobatan tuberkulosis yaitu 87,3%.
Evaluasi Potensi Sacha Inchi (Plukenetia Volubilis L) dalam Terapi Penyakit Diabetes Melitus: Sistemik Literatur Review Rahmawati, Sifa; Indratmoko, Septiana; Issusilaningtyas, Elisa; Kurniawati, Marina
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/2cxdft67

Abstract

Penyakit diabetes melitus ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin atau resistensi insulin, yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti nefropati, retinopati, neuropati, dan penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efek antidiabetes dari senyawa bioaktif Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.) dalam pengelolaan diabetes melitus melalui tinjauan sistematis (Systematic Literature Review/SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Berdasarkan analisis terhadap 13 artikel terindeks Scopus dari 2016 hingga 2025, hasil menunjukkan bahwa Sacha Inchi dapat menurunkan kadar glukosa darah melalui mekanisme peningkatan sensitivitas insulin, aktivasi jalur pensinyalan IRS-1  PI3K  Akt, serta perlindungan dan regenerasi sel B pankreas. Selain itu, senyawa bioaktif dalam Sacha Inchi menghambat enzim a glukosidase, a amilase, dan DPP-IV, yang berperan dalam metabolisme glukosa. Aktivitas antioksidan dan antiinflamasi Sacha Inchi juga berkontribusi mengurangi stres oksidatif dan peradangan sistemik, mendukung keseimbangan metabolik, dan kesehatan pankreas. Penelitian menunjukkan bahwa Sacha Inchi berpotensi mengmodulasi mikrobiota usus, yang berperan penting dalam pengaturan metabolisme glukosa dan meningkatkan sensitivitas insulin. Temuan ini mengindikasikan Sacha Inchi sebagai agen fitoterapi alami yang aman dan efektif untuk pengelolaan diabetes melitus. Evaluation of the Potential of Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L) in Diabetes Mellitus Disease Therapy: A Systemic Literature Review Abstract Diabetes mellitus is characterized by hyperglycemia due to impaired insulin secretion or insulin resistance, which can lead to serious complications such as nephropathy, retinopathy, neuropathy, and cardiovascular diseases. This study aims to review the antidiabetic effects of bioactive compounds from Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.) in the management of diabetes mellitus through a systematic literature review (SLR) following the PRISMA 2020 guidelines. Based on an analysis of 13 Scopus-indexed articles from 2016 to 2025, the results indicate that Sacha Inchi can lower blood glucose levels through mechanisms such as enhancing insulin sensitivity, activating the IRS-1  PI3K  Akt signaling pathway, and protecting and regenerating pancreatic B-cells. Additionally, the bioactive compounds in Sacha Inchi inhibit enzymes like a-glucosidase, a-amylase, and DPP-IV, which are involved in glucose metabolism. The antioxidant and anti-inflammatory activities of Sacha Inchi also contribute to reducing oxidative stress and systemic inflammation, supporting metabolic balance and pancreatic health. The research shows that Sacha Inchi has the potential to modulate gut microbiota, which plays a crucial role in glucose metabolism regulation and enhancing insulin sensitivity. These findings suggest that Sacha Inchi is a safe and effective natural phytotherapy agent for the management of diabetes mellitus.