Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rancang Bangun Media Pembelajaran Pengenalan Kamera dan Lensa pada Materi Ajar Fotografi Menggunakan Teknologi Augmented Reality di SMK N 2 Pariaman Ramadhani, Liza; Delianti, Vera Irma
Jurnal Vokasi Teknik Informatika Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/javit.v2i1.71

Abstract

Rancang bangun media pembelajaran fotografi berbasis augmented reality ini memiliki tujuan untuk (1) Menghasilkan media pembelajaran Fotografi untuk mempermudah mempelajari materi Pengenalan Kamera dan Lensa, (2) Menghasilkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality, 3) Menghasilkan Aplikasi media pembelajaran yang dapat dijalankan melalui smartphone dengan platform android. Proses pembelajaran yang baik haruslah memuat aspek interaktif, menyenangkan, menantang, memotivasi dan memberikan ruang yang lebih bagi siswa untuk dapat mengembangkan kreativitas dan kemandirian, sesuai dengan bakat dan minat siswa. Pemanfaatan media pembelajaran dengan Augmented Reality sangat bermanfaat dalam meningkatkan proses belajar serta minat peserta didik dalam belajar karena dalam Augmented Reality sendiri memiliki aspek-aspek hiburan yang dapat meningkatkan minat peserta didik dalam belajar dan bermain serta memproyeksikannya secara nyata dan melibatkan interaksi seluruh panca indera peserta didik. Media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada prinsipnya adalah teknologi yang mampu menggabungkan benda maya dua dimensi ataupun tiga dimensi kedalam sebuah lingkungan nyata kemudian memproyeksikanya. Media pembelajaran ini menggabungkan Buku teks dengan teknologi Augmented Reality. Marker yang terdapat pada buku teks akan ditangkap oleh kamera mobile device, diproses dan akan tampil animasi 3D dari jenis-jenis kamera dan lensa pada layar handphone secara realtime. Metode penelitian yang digunakan adalah metode ADDIE, metode ini terdiri dari lima tahap yaitu tahap analisis, desain, development, implementasi, evaluasi. Pada penelitian ini metode ADDIE tahapan nya dibatasi sampai tahapan development. Dalam perancangan media pembelajaran fotografi ini pembuatan aplikasi menggunakan software unity dan blender, untuk manajemen data base mnggunakan vuforia. Hasil akhir penelitian ini berupa media pembelajaran pada materi ajar fotografi berbasis Augmented Reality.
Peningkatan Literasi Kesehatan Mental pada Kader Kesehatan melalui Intervensi Psikoedukasi Berbasis Buku Saku di Rw 5 Kota Surabaya Ramadhani, Liza; Farhanindya, Hikmah Husniyah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4066

Abstract

Rendahnya literasi kesehatan mental di tingkat komunitas menjadi salah satu faktor penghambat dalam upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa. Kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat memiliki peran strategis dalam mengenali, memberikan edukasi, serta mengarahkan warga yang mengalami masalah psikologis. Namun, pada banyak komunitas, pemahaman kader mengenai kesehatan mental masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi psikoedukasi berbasis buku saku dalam meningkatkan literasi kesehatan mental pada kader kesehatan di RW 5 Kota Surabaya. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan one group pretest–posttest. Subjek terdiri dari 11 kader kesehatan. Instrumen yang digunakan adalah Mental Health Literacy Scale (MHLS). Intervensi diberikan dalam bentuk penyuluhan dan pendampingan penggunaan buku saku literasi kesehatan mental. Hasil menunjukkan bahwa seluruh kader pada tahap pre-test berada pada kategori rendah, sedangkan pada post-test terjadi peningkatan dengan variasi kategori dari di bawah rata-rata hingga tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi psikoedukasi berbasis buku saku efektif dalam meningkatkan pemahaman kader mengenai kesehatan mental. Program ini diharapkan dapat memperkuat peran kader sebagai agen promosi kesehatan jiwa di tingkat komunitas.