Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Studi Kasus Analisis Jabatan pada Perusahaan Daerah Kota Surabaya Farhanindya, Hikmah Husniyah; Sofiah, Diah
FENOMENA Vol 28 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.27 KB) | DOI: 10.30996/fn.v28i2.3202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan review terhadap dokumen tugas pokok dan fungsi milik salah satu perusahaan daerah di Kota Surabaya. Diharapkan dengan adanya penelitian ini, perusahaan daerah memiliki dokumen dekkripsi jabatan dan persyaratan jabatan yang sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2012. Metode penelitian ini merupakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Subyek pada penelitian ini yaitu pemangku jabatan pengawas umum yang merupakan jabatan penting dalam perusahaan yang merupakan bagian dari satuan pengawas intern perusahaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan wawancara langsung kepada pemangku jabatan. Selanjutnya untuk memeriksa keabsahan dan kebenaran data, peneliti melakukan klarifikasi data yang telah didapat kepada atasan langsung. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkannya dokumen deskripsi jabatan dan persyaratan jabatan pengawas umum yang lebih detail yang dapat digunakan oleh perusahaan sebagai acuan melaksanakan pekerjaan dan untuk menyusun standar opersional prosedur pada bagian terkait.
Subjective well being pada karyawan: Bagaimana work-life balance? Aulia, Savira Nesvy; Sofiah, Diah; Farhanindya, Hikmah Husniyah
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v5i1.11573

Abstract

Abstract This research aims to determine the relationship between Work-Life Balance and Subjective Well-Being in PT employees. X Pasuruan Regency. This research is a type of quantitative research using correlational quantitative methods. The sampling technique in this research used proportional sampling with a sample of 275 PT employees. X Pasuruan Regency. The results of the analysis using the Sperm Rho correlation show that work-life balance and subjective well-being obtained a correlation of 0.408 with a significant score of p = 0.000 ≤ 0.01, which means there is a very significant positive relationship between work-life balance and subjective well-being. This can be interpreted as meaning that the higher the work-life balance score, the higher the subjective well-being score, conversely, the lower the work-life balance score, the lower the subjective well-being score. The existence of a positive relationship can indicate that it is in accordance with the hypothesis in this research, namely that there is a positive relationship between work-life balance and subjective well-being. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara Work-Life Balance dengan Subjective Well-Being pada karyawan PT. X Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan porposive sampling dengan sampel 275 karyawan PT. X Kabupaten Pasuruan. Hasil analisis menggunakan korelasi sperman rho menunjukkan bahwa work-life balance dengan subjective well-being diperoleh hasil korelasi sebesar 0,408 dengan skor signifikan p = 0,000 ≤ 0,01 yang artinya terhadap hubungan positif yang sangat signifikan antara work-life balance dengan subjective well-being. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi skor work-life balance maka semakin tinggi juga skor subjective well-being, sebaliknya jika semakin rendah skor work-life balance maka semakin rendah pula skor subjective well-being. Adanya hubungan yang positif maka dapat menunjukkan bahwa sesuai dengan hipotesis dalam penelitian ini, yaitu adanya hubungan positif antara work-life balance dengan subjective well-being.
Organizational Citizenship Behavior pada karyawan: Bagaimana Peranan Psychological Capital dan Work Engagement ? Tansatrisna, Syam Chaqul; Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.11527

Abstract

Abstract Organizational citizenship behavior is behavior that is optional and not part of an employee's formal work obligations. This research aims to determine between psychological capital and work engagement and organizational citizenship behavior. The subjects of this research were employees of PT. X in Lamongan. The number of respondents in this study was 127 respondents. Data collection in this research used a questionnaire entered into a Google form. This research method uses multiple regression techniques. The research results show that there is a relationship between psychological capital and work engagement and organizational citizenship behavior. There is a relationship between psychological capital and organizational citizenship behavior. However, in the last hypothesis there is no relationship between work engagement and organizational citizenship behavior. Abstrak Perilaku organizational citizenship behavior adalah perilaku yang sifatnya pilihan tidak menjadi bagian dari kewajiban kerja formal dari seorang karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antara psychological capital dan work engagement dengan organizational citizenship behavior. Subjek penelitian ini adalah karyawan PT. X di Lamongan. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 127 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan kuesioner yang di masukan dalam google formulir. Pengukuran dilakukan menggunakan skala organizational citizenship behavior dari organ, skala psychological capital menggunakan aspek-aspek milik luthanss dan yang terakhir skala work engagament mengadaptasi skala UWES-17. Metode penelitian ini menggunakan teknik regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara psychological capital dan work engagement dengan organizational citizenship behavior, terdapat hubungan antara psychological capital dengan organizational citizenship behavior. namun pada hipotesis terakhir tidak ada hubungan antara work engagement dengan organizational citizenship behavior.
Agresivitas Verbal pada Remaja: Peran Konformitas dan Intensitas Bermain Cahyadi, Andhika Fernando; Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.11599

Abstract

Abstract Verbal aggressiveness is a form of behaviour that aims to hurt other individuals through words or gestures. This negative behaviour indicates that individuals are emotionally immature. Conformity can affect the onset of verbal aggressiveness behaviour because individuals tend to imitate the negative actions of their group members. Play intensity can also affect the onset of verbal aggressiveness behaviour because the higher the level of play intensity experienced by individuals, the more frequent the obstacles experienced by these individuals. This study aims to determine the relationship between conformity and play intensity with verbal aggressiveness. This research is a correlational quantitative research. The method of collecting respondent data in this study is a non-probability sampling method using purposive sampling. The number of respondents in this study was 223 people. The results of this study were tested using Spearman Rho data analysis. The correlation test results show that there is a very significant positive relationship between conformity and verbal aggressiveness, in other words, the higher the conformity, the higher the verbal aggressiveness. The results of the correlation test between the play intensity variable and the verbal aggressiveness variable show that there is a very significant positive relationship between the play intensity variable and verbal aggressiveness so that the higher the play intensity, the higher the verbal aggressiveness. Keywords: Conformity, Play Intensity, Verbal Aggressiveness Abstrak Agresivitas verbal merupakan suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai individu lain melalui kata atau gestur tubuh. Perilaku negatif ini menunjukkan bahwa individu belum matang secara emosional. Konformitas dapat mempengaruhi timbulnya perilaku agresivitas verbal karena individu cenderung meniru perbuatan negatif dari anggota kelompoknya. Intensitas bermain juga dapat mempengaruhi timbulnya perilaku agresivitas verbal karena semakin tinggi tingkat intensitas bermain yang dialami individu maka semakin sering juga hambatan yang dialami oleh individu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dan intensitas bermain dengan agresivitas verbal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Metode pengambilan data responden dalam penelitian ini merupakan metode non probability sampling menggunakan purposive sampling. Jumlah responden dalam penleitian ini sebanyak 223 orang. Hasil penelitian ini diuji menggunakan analisis data Spearman Rho. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif sangat signifikan antara konformitas dengan agresivitas verbal dengan kata lain semakin tinggi koformitas maka semakin tinggi agresivitas verbal. Hasil uji korelasi antara variabel intensitas bermain dengan variabel agresivitas verbal menunnjukkan terdapat hubungan positif sangat signifikan antara variabel intensitas bermain dengan agresivitas verbal sehingga semakin tinggi intensitas bermain maka semakin tinggi pula agresivitas verbal. Kata Kunci : Konformitas, Intensitas Bermain, Agresivitas Verbal
Peran Berpikir Positif dan Self-Efficacy terhadap Kecemasan Berbicara di Depan Umum pada Mahasiswa Baru Larisa, Iqlimah Hera; Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara berpikir positif dan self-efficacy dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa baru Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Kecemasan berbicara di depan umum merupakan tantangan umum yang dihadapi mahasiswa, ditandai dengan gejala fisik dan psikologis seperti gugup, gemetar, dan rasa takut berlebihan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Dengan sampel yang berjumlah 101 mahasiswa baru. Berdasarkan hasil analisis data melalui analisis regresi bergandayang menggunakan bantuan program Statistic Package for Social Science (SPSS)versi 2.7. nalisis statistik hubungan variabel berpikir positif dan self-efficacy secara simultan dengan kecemasan berbicara didepan umum memperoleh nilai F = 10.108 dengan signifikasi 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan negative yang signifikan antara berpikir positif dan self-efficacy dengan kecemasan berbicara didepan umum. Semakin tinggi kemampuan berpikir positif dan self-efficacy, semakin rendah tingkat kecemasan berbicara yang dirasakan mahasiswa.
Internal Locus of Control dan Manajemen Waktu: Kunci Atasi Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Berorganisasi Firdaus, Muhammad Mauris; Sofiah, Diah; Farhanindya, Hikmah Husniyah
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara internal locus of control, manajemen waktu, dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang aktif dalam organisasi. Prokrastinasi akademik sering menjadi tantangan bagi mahasiswa, terutama mereka yang harus menyeimbangkan tugas akademik dengan tanggung jawab organisasi. Dengan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari mahasiswa organisasi di sebuah Universitas Swasta di Surabaya. Analisis menggunakan regresi linier berganda menunjukkan hubungan signifikan antara internal locus of control dan manajemen waktu terhadap prokrastinasi akademik (R = 0,043, p < 0,05). Mahasiswa dengan internal locus of control tinggi cenderung memiliki manajemen waktu yang lebih baik, sehingga mampu meminimalkan prokrastinasi akademik. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan program intervensi yang berfokus pada peningkatan manajemen waktu dan penguatan internal locus of control guna mengurangi prokrastinasi akademik di kalangan mahasiswa.
Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan: Peranan Quality of Work Life dan Komitmen Organisasi Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah; Mawaddah, Nadhifa Avriel
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v10i1.14244

Abstract

This study aims to examine the influence of Quality of Work Life (QWL) and Organizational Commitment on Organizational Citizenship Behavior (OCB) among employees. OCB is an extra-role behavior that supports organizational effectiveness and enhances business sustainability by encouraging employees to contribute beyond their formal duties. This study employs a quantitative approach with a correlational design and involves 104 employees of PT. Kerta Rajasa Raya (51 males, 53 females, average age = 34 years). Data were collected through questionnaires measuring QWL (α = 0.949), Organizational Commitment (α = 0.900), and OCB (α = 0.887). Multiple linear regression analysis indicates that QWL and Organizational Commitment collectively contribute 50.3% to OCB (R² = 0.503, p 0.01). Partially, QWL (t = 3.901, p 0.01) and Organizational Commitment (t = 3.253, p = 0.002) significantly influence OCB. The findings suggest that higher QWL and Organizational Commitment increase employees’ tendency to engage in OCB. Therefore, organizations should enhance QWL through employee welfare programs, a supportive work environment, and work-life balance. Additionally, fostering commitment through supportive leadership, effective communication, and fair reward systems can strengthen employee engagement, boost work motivation, and optimize organizational productivity in a sustainable manner. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Quality of Work Life (QWL) dan Komitmen Organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan. OCB merupakan perilaku ekstra peran yang mendukung efektivitas organisasi dan meningkatkan keberlanjutan perusahaan dengan mendorong karyawan untuk berkontribusi di luar tugas formal mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 104 karyawan PT. Kerta Rajasa Raya (51 laki-laki, 53 perempuan, rerata usia = 36 tahun). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur QWL (α = 0.949), Komitmen Organisasi (α = 0.900), dan OCB (α = 0.887). Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa QWL dan Komitmen Organisasi secara simultan berkontribusi sebesar 50.3% terhadap OCB (R² = 0.503, p 0.01). Secara parsial, QWL (t = 3.901, p 0.01) dan Komitmen Organisasi (t = 3.253, p = 0.002) memiliki pengaruh signifikan terhadap OCB. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik QWL dan semakin tinggi Komitmen Organisasi, semakin besar kecenderungan karyawan untuk menunjukkan OCB. Oleh karena itu, organisasi perlu meningkatkan QWL melalui kesejahteraan, lingkungan kerja yang mendukung, serta keseimbangan kerja-hidup. Selain itu, membangun komitmen melalui kepemimpinan yang suportif, komunikasi efektif, serta sistem penghargaan yang adil dapat memperkuat keterikatan karyawan, meningkatkan motivasi kerja, dan mengoptimalkan produktivitas organisasi secara berkelanjutan.
Efikasi diri dan kecemasan karir mahasiswa tingkat akhir Surya, Aldo; Sofiah, Diah; Farhanindya, Hikmah Husniyah
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v6i1.132399

Abstract

Uncertainty in obtaining decent employment can lead to increased anxiety among university students. This condition is often triggered by intense job market competition, negative perceptions of the professional world, and rising demands for individual qualifications. This study aims to identify the relationship between self-efficacy and career anxiety among undergraduate students in the final stage of their academic studies. A quantitative approach with a correlational research design was employed, involving 129 final-semester students from the undergraduate psychology program at University of 17 Agustus 1945 Surabaya, enrolled in the 2018–2019 cohorts during the study period. The instruments used were the Career Anxiety Scale developed by Tsai et al. (2017) and a self-efficacy scale based on the theoretical framework proposed by Bandura (1997). Data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation technique. The results indicated a strong negative correlation between self-efficacy and career anxiety. Higher levels of self-efficacy were associated with lower levels of career-related anxiety. Self-efficacy accounted for 40.45% of the variance in career anxiety, suggesting a substantial influence. Ketidakpastian mendapat pekerjaan yang layak dapat menyebabkan munculnya kecemasan di kalangan mahasiswa, yang dipicu oleh persaingan kerja yang semakin ketat, pandangan negatif terhadap dunia kerja, serta meningkatnya tuntutan terhadap kualifikasi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan karir pada mahasiswa yang berada pada tahap akhir studi sarjana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional pada 129 mahasiswa semester akhir program studi sarjana psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang terdaftar pada angkatan 2018-2019 selama masa periode penelitian Instrumen pengukuran penelitian ini menggunakan career anxiety scale yang dikembangkan Tsai, et al (2017) dan skala efikasi diri merujuk konsep teoritis oleh Bandura (1997). Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan efikasi diri berhubungan erat dengan kecemasan karir. Semakin tinggi tingkat efikasi diri maka akan semakin rendah kecemasan karir pada mahasiswa. Efikasi diri memiliki pengaruh dengan kecemasan karir sebesar 40,45% menunjukkan adanya pengaruh yang kuat.
Hubungan Dukungan Sosial terhadap Kesiapan Kerja Generasi Z Effendi, Ayu Azizah Rizky; Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31380

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara idealitas karakteristik Generasi Z dan realitas angka pengangguran terbuka pada usia 20–29 tahun sebesar 22,48%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kesiapan kerja Generasi Z. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan populasi 191 mahasiswa Generasi Z, di mana teknik sampel jenuh diterapkan sehingga seluruh populasi menjadi sampel. Instrumen penelitian menggunakan skala kesiapan kerja dari Caballero et al. (2011) dan skala dukungan sosial dari Zimet et al. (1988). Analisis data dilakukan dengan korelasi Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dan kesiapan kerja, dengan nilai r = 0,440 dan signifikansi 0,000 (< 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial, maka semakin tinggi kesiapan kerja Generasi Z.
Workplace well-being karyawan: Bagaimana peran work engagement? Saragih, Martha Lina; Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the relationship between workplace well-being and work engagement among employees. Workplace well-being refers to the physical and mental well-being that employees experience in the workplace. Meanwhile, work engagement is a positive condition in which individuals demonstrate enthusiasm, dedication, and full focus in carrying out their work. This research employed a quantitative method with a correlational design. The sampling technique used was classical random sampling, with a total of 101 employees working at a regional company in Surabaya participating in the study. The research instruments utilized were the workplace well-being scale based on the theory of Hyett & Parker (2011) and the work engagement scale based on the theory of Bakker and Schaufeli (2004). The data obtained were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. The results showed a significant positive relationship between workplace well-being and work engagement among employees at a regional company in Surabaya. This indicates that the higher the workplace well-being, the higher the work engagement, and conversely, the lower the workplace well-being, the lower the work engagement among employees. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara workplace well-being dengan work engagement pada karyawan. Workplace well-being adalah kesejahteraan baik fisik maupun mental yang didapatkan karyawan di tempat kerja. Sementara itu, work engagement adalah kondisi positif dimana individu memiliki semangat, dedikasi dan fokus penuh dalam melaksanakan pekerjaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan classical random sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 101 laryawan yang bekerja disalah satu perusahaan daerah yang ada di Surabaya. Instrumen penelitian ini menggunakan skala workplace well-being berdasarkan teori Hyett & Parker (2011) serta skala work engagement berdasarkan teori Bakker dan Schaufeli (2004). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara workplace well-bening dengan work engagement pada karyawan disalah satu perusahaan daerah yang ada di Surabaya. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi workplace well-being maka semakin tinggi juga workengagement, demikian sebaliknya jika semakin rendah workplace well-being maka semakin rendah juga work engagement pada karyawan