This study aims to examine the influence of Quality of Work Life (QWL) and Organizational Commitment on Organizational Citizenship Behavior (OCB) among employees. OCB is an extra-role behavior that supports organizational effectiveness and enhances business sustainability by encouraging employees to contribute beyond their formal duties. This study employs a quantitative approach with a correlational design and involves 104 employees of PT. Kerta Rajasa Raya (51 males, 53 females, average age = 34 years). Data were collected through questionnaires measuring QWL (α = 0.949), Organizational Commitment (α = 0.900), and OCB (α = 0.887). Multiple linear regression analysis indicates that QWL and Organizational Commitment collectively contribute 50.3% to OCB (R² = 0.503, p 0.01). Partially, QWL (t = 3.901, p 0.01) and Organizational Commitment (t = 3.253, p = 0.002) significantly influence OCB. The findings suggest that higher QWL and Organizational Commitment increase employees’ tendency to engage in OCB. Therefore, organizations should enhance QWL through employee welfare programs, a supportive work environment, and work-life balance. Additionally, fostering commitment through supportive leadership, effective communication, and fair reward systems can strengthen employee engagement, boost work motivation, and optimize organizational productivity in a sustainable manner. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Quality of Work Life (QWL) dan Komitmen Organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan. OCB merupakan perilaku ekstra peran yang mendukung efektivitas organisasi dan meningkatkan keberlanjutan perusahaan dengan mendorong karyawan untuk berkontribusi di luar tugas formal mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 104 karyawan PT. Kerta Rajasa Raya (51 laki-laki, 53 perempuan, rerata usia = 36 tahun). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur QWL (α = 0.949), Komitmen Organisasi (α = 0.900), dan OCB (α = 0.887). Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa QWL dan Komitmen Organisasi secara simultan berkontribusi sebesar 50.3% terhadap OCB (R² = 0.503, p 0.01). Secara parsial, QWL (t = 3.901, p 0.01) dan Komitmen Organisasi (t = 3.253, p = 0.002) memiliki pengaruh signifikan terhadap OCB. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik QWL dan semakin tinggi Komitmen Organisasi, semakin besar kecenderungan karyawan untuk menunjukkan OCB. Oleh karena itu, organisasi perlu meningkatkan QWL melalui kesejahteraan, lingkungan kerja yang mendukung, serta keseimbangan kerja-hidup. Selain itu, membangun komitmen melalui kepemimpinan yang suportif, komunikasi efektif, serta sistem penghargaan yang adil dapat memperkuat keterikatan karyawan, meningkatkan motivasi kerja, dan mengoptimalkan produktivitas organisasi secara berkelanjutan.