Remaja putri lebih rentan mengalami anemia yang disebabkan oleh berbagai faktor. Konsumsi makanan yang kurang bervariasi seperti pemenuhan protein hewani yang minim, jenis sayuran terbatas sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan asupan zat besi yang mengakibatkan ketidakcukupan energi serta zat gizi makro merupakan faktor penyebab anemia. Kegiatan pengabdian masyarakat Gerakan Santri Putri Sehat dengan melakukan skrining hemoglobin dan edukasi merupakan upaya yang sangat penting dilakukan untuk membantu meningkatkan pemahaman remaja santri putri pondok pesantren Al Firdaus Buntet Pesantren Cirebon. Skrining hemoglobin dilakukan dengan menggunakan easy touch dengan metode tusuk jari dan edukasi tentang anemia menggunakan media video animasi. Hasil skrining pada 56 remaja putri santri ditemukan 35 (62,5%) remaja mengalami anemia dan 21 (37,5%) tidak anemia. Hasil analisa pre test pengetahuan sebelum diberikan edukasi mengenai anemia menunjukan 6 orang (11%) kategori pengetahuan baik, 12 orang (21%) kategori pengetahuan cukup, dan 38 orang (68%) kategori pengetahuan kurang. Sedangkan hasil post test setelah mengikuti edukasi menunjukkan 33 orang (58,9%) kategori pengetahuan baik, 17 orang (30,4%) kategori pengetahuan cukup, dan 6 orang (10,7%) kategori pengetahuan kurang. Edukasi dengan pemanfaatan video cukup efektif meningkatkan pengetahuan para remaja putri mengenai anemia. Kegiatan selanjutnya disarankan berupa pemantauan hemoglobin secara rutin dan peningkatan kerjasama dengan puskesmas setempat melalui pelatihan kader kesehatan santri sehingga edukasi dan pencegahan anemia dapat dilaksanakan mandiri di lingkungan pondok pesantren.