Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Jenjang Karir Perawat Klinik terhadap Kepuasan Pasien: studi rumah sakit Pertamina Cirebon Nevi Kuspiana Lesmana; Asep Setiawan; Murtiningsih
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 12 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.vi.153

Abstract

The nurse career level started since the regulation governing nurse career system in Indonesia. This research aims to determine the influence of individual factors of the patient and the implementation of the nursing clinic career path to satisfaction in hospital Pertamina Cirebon. Design of cross-sectional research with correlational type. The sample number is 96 respondents as an inpatient. Collection of research data using the Intrument questionnaire and interviews. Data analysis using Spearman's and T-Independent trials. The results proved that the implementation of the nurse's career level has an influence on the dimensions of patient satisfaction with P value 0.000. Therefore it is recommended to hospital management in applying the career path of clinic nurses need to be a commitment to leadership, cost allocation, adequate nursing resources, improving the welfare of nurses and completing the facilities.
Asuhan Keperawatan pada Tn. W dengan Gangguan Sensori Persepsi: Halusinasi Pendengaran Di Ruang Dahlia RSUD Gunung Jati Cirebon Nevi Kuspiana Lesmana; Wawat Siti Marwati
Jurnal Akper Buntet: Jurnal Ilmiah Akper Buntet Pesantren Cirebon Vol. 1 No. 2 (2017): AKPER Buntet Pesantren Cirebon
Publisher : Akademik Keperawatan Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.409 KB)

Abstract

Gangguan sensori persepsi halusinasi pendengaran adalah gejala gangguan jiwa dimana klien mengalami perubahan sensori tanpa dijumpai adanya rangsangan. Berdasarkan medical record rumah sakit gunung jati cirebon diruang dahlia pada tahun bulan april 2016, pasien yang mengalami gangguan halusinasi berjumlah 126 pasien, gangguan halusinasi ini lebih banyak dibandingkan dengan gangguan lainnya seperti harga diri rendah, perilaku kekerasan, dan isolasi sosial. Karena tingginya gangguan halusinasi yang ada di rumah sakit gunung jati cirebon, penulis mengambil laporan studi kasus dengan tema yang berjudul, asuhan keperawatan Tn,W dengan gangguan sensori persepsi halusinasi pendengaran. Tujuan dari laporan studi kasus ini agar penulis mendapatkan pengalaman yang nyata dalam melakukan asuhan keperawatan secara langsung dengan komperhensif meliputi aspek bio-psiko-sosial-kultural-spritual pada pasien dengan gangguan sensori persepsi halusinasi pendengaran, dengan menggunakan tahap-tahap proses keperawatan, sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskritif dengan teknik wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Diagnosa yang didapat dari pengkajian Tn. W adalah gangguan sensori persepsi halusinasi pendengaran, dan isolasi sosial. Prioritas masalah yang diambil dan dibuat intervensi oleh penulis adalah gangguan sensori persepsi halusinasi pendengaran. Untuk mencapai hasil yang maksimal harus melakukan kerjasama dengan klien, keluarga, dan perawat, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal yang diharapkan oleh penulis.
Asuhan Keperawatan Jiwa pada Tn. F dengan Gangguan Jiwa: Isolasi Sosial Di Ruang Dahlia RSUD Gunung Jati Kota Cirebon Nevi Kuspiana Lesmana; Ahmad Chanavi MZ
Jurnal Akper Buntet: Jurnal Ilmiah Akper Buntet Pesantren Cirebon Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Akper Buntet Pesantren Cirebon
Publisher : Akademik Keperawatan Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.044 KB)

Abstract

Isolasi sosial adalah gangguan dalam berhubungan yang merupakan mekanisme individu terhadap sesuatu yang mengancam dirinya dengan cara menghindari interaksi dengan orang lain dan lingkungan. Setiap bulannya jumlah klien yang dirawat dengan masalah utama gangguan isolasi sosial di ruang dahlia Rsud Gunung Jati Cirebon yaitu dari bulan oktober 2017-maret 2018, maka dibutuhkan peran perawat untuk memberikan asuhan keperawatan dengan bio-psikososial dan spiritual, merupakan hal pokok yang melatarbelakangi penulis mengangkat kasus gangguan isolasi sosial. Tujuan dari penulis ini adalah mendapatkan pengalaman secara nyata dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan jiwa: isolasi sosial menggunakan tahapan-tahapan proses keperawatan. Metode yang digunakan dalam penulisa studi kasus ini menggunakan metode deskriptif yaitu: wawancara, observasi, pemerikasaan fisik, dan studi dokumentasi. Diagnosa yang muncul yaitu isolasi sosial. Untuk memperoleh hasil yang maksimal bisa dicapai yaitu apabila proses keperawatan dilakukan secara komperhensip dan berkelanjutan yang ditunjang oleh adanya kerjasama dengan keluarg, klien, perawat dan tim kesehatan lainnya sehingga apa yang diharapkan bisa dicapai.
Penerapan Terapi Psikoreligius pada Pasien Schizofrenia dengan Masalah Keperawatan Resiko Perilaku Kekerasan Nevi Kuspiana Lesmana; Sarah Delita
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : Universitas YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v11i1.180

Abstract

Zaman modernisasi seperti sekarang ini sering kali kita jumpai masalah masalah yang harus kita hadapi. Tidak dapat dipungkiri dengan adanya perkembangan zaman teknologi yang semakin canggih ini maka semakin banyak pula permasalahan yang timbul yang berdampak besar terhadap diri seseorang terutama sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa seseorang tersebut. Salah satu bentuk gangguan kejiwaan yang memiliki tingkat keparahan yang tinggi adalah skizofrenia karena seseorang yang mengalami skizofrenia akan mempengaruhi semua aspek dari kehidupan yang ditandai dengan gejala psikotik yang khusus dan terjadi kemunduran fungsi sosial meliputi gangguan dalam berhubungan dengan orang lain, fungsi kerja menurun, kesulitan dalam berfikir abstrak, kurang spontan serta gangguan pikiran / inkoheren. Tujuan karya ilmiah adalah melaksanakan implementasi keperawatan terapi psikoreligius pada pasien schizoprenia dengan masalah keperawatan resiko perilaku kekerasan. Metologi dalam karya ilmiah ini menggunakan desain studi kasus, bersifat deskriftif dengan metode pendekatan asuhan keperawatan. Hasil pasien dapat mengendalikan perilaku kekerasan dan kondisinya menjadi lebih tenang dengan terapi psikoreligius. Kesimpulan tingkat keberhasilan terapi psikoreligius berdzikir terbukti memberikan pengaruh yang baik dan signifikan terhadap pengontrolan emosi dan mengurangi resiko perilaku kekerasan klien, ditandai dengan respon klien tampak terlihat tenang. Kata Kunci : penerapan terapi psikoreligius; resiko perilaku kekerasan
Efforts of Ward Head Nurses in Optimizing Nursing Care Management through Workload Management and Effective Communication among Nursing Teams Lesmana, Nevi Kuspiana
Jurnal Ar Ro'is Mandalika (Armada) Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL AR RO'IS MANDALIKA (ARMADA)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/armada.v6i1.5602

Abstract

This study explores the efforts of ward head nurses in optimizing nursing care management, focusing on workload management and effective communication within nursing teams. Utilizing a qualitative research design and a literature review methodology, this study synthesizes relevant scholarly sources from 2015 to 2025. The findings highlight the critical role of ward head nurses in balancing the distribution of workloads and ensuring clear communication to enhance the overall quality of care. Effective workload management leads to reduced nurse burnout, higher job satisfaction, and better patient outcomes, while effective communication reduces errors, fosters collaboration, and improves team morale. The research underscores the importance of leadership strategies that integrate both workload and communication management to create a cohesive and efficient nursing team. However, challenges such as staffing shortages, resource limitations, and the integration of digital communication tools remain significant barriers. The study emphasizes the need for organizational support and leadership training to empower ward head nurses in optimizing these strategies. The findings contribute to the growing body of literature on nursing leadership and provide practical insights for healthcare administrators, nursing leaders, and policymakers aiming to improve nursing care management.
Gerakan Santri Putri Sehat: Skrining dan Edukasi Pencegahan Anemia di Pondok Pesantren Al Firdaus Buntet Pesantren Cirebon Haryati, Eni; Lesmana, Nevi Kuspiana; Susfolyanto, Anto; Amaliah, Siti Lia; Hartini, Wahyu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.879

Abstract

Remaja putri lebih rentan mengalami anemia yang disebabkan oleh berbagai faktor. Konsumsi makanan yang kurang bervariasi seperti pemenuhan  protein hewani yang minim, jenis sayuran terbatas sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan asupan zat besi yang  mengakibatkan ketidakcukupan energi serta zat gizi makro merupakan faktor penyebab anemia. Kegiatan pengabdian masyarakat Gerakan Santri Putri Sehat dengan melakukan skrining hemoglobin dan edukasi merupakan upaya yang sangat penting dilakukan untuk membantu meningkatkan pemahaman remaja santri putri pondok pesantren Al Firdaus Buntet Pesantren Cirebon. Skrining hemoglobin dilakukan dengan menggunakan easy touch dengan metode tusuk jari  dan edukasi tentang anemia menggunakan media video animasi. Hasil skrining pada 56 remaja putri santri ditemukan 35 (62,5%) remaja mengalami anemia dan 21 (37,5%) tidak anemia. Hasil analisa pre test pengetahuan sebelum diberikan edukasi  mengenai anemia menunjukan 6 orang (11%) kategori pengetahuan baik,  12 orang (21%) kategori pengetahuan cukup, dan 38 orang (68%) kategori pengetahuan kurang. Sedangkan hasil post test setelah  mengikuti edukasi  menunjukkan 33 orang (58,9%)  kategori pengetahuan baik, 17 orang (30,4%) kategori pengetahuan cukup, dan 6 orang (10,7%)  kategori pengetahuan kurang. Edukasi dengan pemanfaatan video cukup efektif meningkatkan pengetahuan para remaja putri mengenai anemia. Kegiatan selanjutnya disarankan berupa pemantauan hemoglobin secara rutin dan peningkatan kerjasama dengan puskesmas setempat melalui pelatihan kader kesehatan santri sehingga edukasi dan pencegahan anemia dapat dilaksanakan mandiri di lingkungan pondok pesantren.