Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MINERAL STRUVITE DARI BATUAN DOLOMIT DENGAN REAKTOR KOLOM SEKAT Adiman, Thareq Muhammad Fathan; Feriyanto, Ahmad; ., Sutiyono; Edahwati, Luluk
Jurnal Teknik Kimia Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2034

Abstract

Dolomit sangat berlimpah dialam dengan memiliki kandungan calsium dan magnesium yang cukup tinggi, sehingga dolomit dapat dimaanfaatkan sebagai pembentukan mineral struvite. Manfaat dari Kristal struvite yaitu untuk pupuk lepas lambat yang baik untuk tanaman dimana pupuk struvite ini dapat membantu tanaman untuk tumbuh dengan jumlah pupuk struvite yang sedikit di bandingkan dengan jenis pupuk lainnya karena sruvite merupkan pupuk slow release.Struvite terbentuk dengan mereaksikan senyawa magnesium amonium phospate. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh mineral struvite dengan memanfaatkan magnesium dari batuan dolomit sebagai pembentuk kristal struvite menggunakan reaktor sekat. Pembentukan kristal struvite dengan mereaksikan larutan dolomit, NH4OH, dan H3PO4 perbandingan 1:1:1 dengan variabel peubah yaitu pH (8, 9, 10, 11, 12) dan rate udara (0.25L/menit, 0.5L/menit, 0.75L/menit, 1L/menit, 1.25L/menit). Kristal yang diperoleh dianalisa dengan metode XRF (X-Ray Fluorensence)untuk mengetahui kandungan yang terdapat pada kristal , XRD (X-Ray Diffractometer), dan SEM (Scanning Electro Microscope). Didapatkan  hasil analisis XRF diperoleh kandungan magnesium dan phosphate tertinggi pada pH 12 dengan rate udara 1L/menit, dengan kandungan magnesium sebesar 14.2% dan phospate sebesar 58,3%. Kata kunci: dolomit ; kristalisasi ; struvite DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2034
REPOSISI PENDIDIKAN SENI SEBAGAI SENTRA PEMBENTUKAN INSAN HUMANIS Sutiyono .
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 1 (2012): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI Februari 2012, Th. XXXI, No. 1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.066 KB) | DOI: 10.21831/cp.v0i1.1462

Abstract

Abstrak: Reposisi Pendidikan Seni sebagai Sentra Pembentukan Insan Humanis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pembelajaran seni dan mengetahui indikasi proses pembentukan insan humanis. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Pendidikan Seni Tari, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) bentuk pembelajaran seni pada mata kuliah praktik tari terintegrasi dengan nilai-nilai kemanusiaan terdiri dari: (a) nilai estetika, (b) nilai sosial, dan (c) nilai moral. Melalui proses pembelajaran seni ini para mahasiswa dibawa langsung pada pencapaian tiga ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor; (2) indikasi proses pembentukan insan humanis terletak pada interaksi para mahasiswa di dalam/luar kelas dalam bentuk perilaku humanis, misalnya saling membantu dan bekerja sama dengan teman dalam mengikuti proses pembelajaran. Penemuan pertama disebut proses hominisasi (pembentukan kemanusiaan) dan penemuan kedua disebut proses humanisasi (pengamalan kemanusiaan). Kata Kunci: pendidikan seni, humanisasi, nilai estetika, sosial, dan moral Abstract: The Reposition of the Art Education as the Humanist Formation Centre. This study was aimed to describe the form of the art education and to reveal the indication of the humanist formation process. This study was conducted in the dance education department, the faculty of languages and arts, Yogyakarta State University. The data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation. The data were analyzed using the descriptive qualitative technique. The findings showed that the teaching of art in the dance practice classes was integrated with humanistic values, including: (a) aesthetical values; (b) social values; and (c) moral values. Through the teaching of art, students are guided directly to the achievement of the three domains, that is, cognitive, affecttive, and psychomotor domains. The humanist formation was indicated through the interaction among students both inside and outside the class in the form of humanistic behavior, such as helping one another and working together with friends in the teaching process. The first finding was called the hominization process while the second finding was called the humanization process. Keywords: art education, humanistic, aesthetic, social, and moral values