p-Index From 2021 - 2026
9.118
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNIK JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI Publikasi Pendidikan JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN CHEMICA Jurnal Teknik Kimia Jurnal Teknologi Pangan Jurnal Teknik Kimia Eksergi: Chemical Engineering Journal Majalah Ilmiah MOMENTUM E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia Chimica Acta Journal Of Chemical Process Engineering (JCPE) Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Jurnal Teknik Kimia Jurnal Metalurgi dan Material Indonesia RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi Jurnal Inovasi Teknik Kimia Journal of Community Empowerment for Health Jurnal Abdi Insani JURNAL FLYWHEEL Nusantara Science and Technology Proceedings International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE) AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Jurnal Pengbdian Teknik Mesin Biomedical and Mechanical Engineering Journal Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Maddana: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat Journal Of Chemical Process Engineering Journal Serambi Engineering (JSE) JURNAL REKAYASA KIMIA & LINGKUNGAN Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientific activists related to society development RADIAL: Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi
Claim Missing Document
Check
Articles

PRODUKSI PEKTIN DARI KULIT BUAH COKLAT (Theobroma Cacao) (The production pectin from Cacao leather) Edahwati, Luluk; MT, Susilowati; Harsini, Tutuk
REKAPANGAN Vol 5, No 2 (2011): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The progress and development of the industry in Indonesia is increasing demand for pectin. Indonesia is  a  country rich  in agricultural crops, one of  cacao. This  cacao leather is the only waste that can not be used. In this study are described on the extraction of pectin  from  waste  chocolate  skin.  Pectin    is  an  important    component  in  the  food  industry, cosmetics  and  medicines.  The  research  using  two  variables,    time  (200,225,250,275,300 minutes),and   the  ratio  of  solvent  (1:8,1;  10,1:12,1:16,1:16)l.The  results  obtained  on  the condition of  the maximum time of 250 minutes and  a solvent ratio of 1:12. The yield of weight of pectin was 16.23%Keywords : Cocoa skin, Pectin, extraction
KAJIAN PENAMBAHAN NATRIUM PYROPHOSPAT UNTUK MENCEGAH BROWNING PADA PEMBUATAN TEPUNG SUKUN Edahwati, Luluk; S, Kalimatus; Nuraini, Dian
REKAPANGAN Vol 4, No 1 (2010): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Like  most  fruit - fruit,  breadfruit  prone  to  browning  after  peels.  This  is  due  to oxidation  by  air,  forming  browning,  which  will  result  in  the  final  result  breadfruit  flour  for making good quality flour is white, and dry.   Pyrophospat  Sodium  is  an  ingredient  that  can  serve  as  a  barrier  to  browning reactions,  primarily  as  a  metal  fastener  and  thus  antioxidants  Pyrophospat  Sodium  is  very effective to prevent discoloration of foods during preparation or storage.   The  best  results  obtained  from  this  research  is  the  weight  of  9  grams  Sodium Pyrophospat soaking 21 minutes in which the resulting yield of 21.69%.  While the best water content of  8.09%  with  the use  of  one  gram  of sodium  Pyrophospat  with immersion  time  for  9 minutes.Keywords: Breadfruit, Sodium Pyrophospat, Breadfruit Flour.
SULPHATE POTASIUM EXTRACTION FROM BANANA STEM ASH WITH BLEACHING EARTH WASTE LIQUID Edahwati, Luluk
Jurnal Teknik Kimia Vol 4, No 2 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v4i2.129

Abstract

Sulphate potassium is one of the important chemistry compound for industrial at our country, usually for fertilizerindustry. Therefore, necessary done sulphate potassium maker watchfulness from various ingredient that containsulphate potassium compound. Among others with extract banana stem ash. Watchfulness methodology that is withmix banana stem ash with aquadest (20 gram ash/1 water litre) in temperature 100oc during 30 minutes and stirringrotation 300 rpm. Ash extract that got reaction with sulphuric acid found of liquid waste bleaching earth. Bleachingearth with certain rate of flow (5,10,15,20) ml/second is putted into. After achieved steady conditon, process iscontinued up to 15 minutes. Result is analyzed to determine sulphate potassium conversion. Based on watchfulnessresult that done, best condition is got in temperature 60oc with speed emits bleaching earth 10 ml/second, producesulphate potassium degree as big as 20184 mg/litres and conversion that got as big as 88,061%.Keyword : banana stem, bleaching earth
ETANOL DARI HASIL HIDROLISIS ONGGOK Sutiyono, Sutiyono; Soemargono, Soemargono; Edahwati, Luluk; Siswati, Nana Dyah
Jurnal Teknik Kimia Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v8i1.712

Abstract

Onggok dapat digunakan sebagai sumber energi dengan cara pembakaran langsung atau digunakan  sebagai biogas. Kandungan pati dalam onggok dapat diubah menjadi fruktosa dan glukosa dengan proses hidrolisis, di mana selanjutnya hasil dari proses hidrolisis ini akan difermentasikan menjadi etanol. Mengubah onggok menjadi sumber energi yang lain adalah dengan proses fermentasi menjadi etanol. Penelitian ini bertujuan untuk merubah glukosa hasil dari proses hidrolisis onggok menjadi etanol menggunakan variabel waktu fermentasi: 4, 6, dan 8 hari, penambahan saccharomycess cereviceae: 8, 10 dan 12% dari total volume filtrat. Hasil penelitian diperoleh: kadar HCl sisa 0,088%, kadar glukosa sisa 3,198%, kadar etanol 15,82%, setelah dilakukan proses distilasi kadar etanol yang diperoleh sebesar 89%.
PEMANFAATAN LIGNIN DARI LIMBAH KULIT BUAH KAKAO MENJADI PEREKAT Susilowati, Susilowati; Munandar, Siswanto; Edahwati, Luluk
Jurnal Teknik Kimia Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v8i1.710

Abstract

Lignin yang digunakan dalam penelitian ini adalah lignin hasil delignifikasi  proses organosolv dengan etanol 40%. Lignin resorsinol formaldehid (LRF) dan Lignin phenol formaldehid (LPF) dibuat dengan cara mensubstitusikan lignin dalam perekat pada berbagai perbandingan yaitu: 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Tujuan dari  penelitian  ini adalah membuat perekat LRF dan LPF dengan pembanding perekat komersial. Dari hasil analisis penelitian diperoleh untuk perekat LRF diperoleh viskositas  6,45 Cps pada substitusi lignin 15% dan untuk LPF diperoleh viskositas viskositas 5,60 Cps pada substitusi lignin 30%, sedangkan perekat komersial viskositasnya 6,55 Cps. pH untuk LRF  10,1 pada substitusi lignin 15% dan untuk LPF  pH 8,3 pada substitusi lignin 30%,sedangkan  perekat komersial  pH 4,4.  Densitas (berat jenis) untuk LRF diperoleh antara 0,918 g/ml pada substitusi ligni 15% dan untuk LPF diperoleh 1,236 g/ml pada substitusi lignin 30%, sedangkan perekat komersial densitasnya 1,114 g/ml. Hasil uji daya rekat pada LRF 3,42 kg/cm2 pada substitusi lignin 15% dan uji daya rekat LPF 0,15 kg/cm2 pada substitusi lignin 30%, untuk perekat komersial 3,65 kg/cm2.  Perekat LRF lebih cepat mengeras bila dibandingkan dengan  perekat LPF, semakin besar substitusi lignin maka semakin kental vikositasnya.
MINERAL STRUVITE DARI BATUAN DOLOMIT DENGAN REAKTOR KOLOM SEKAT Adiman, Thareq Muhammad Fathan; Feriyanto, Ahmad; ., Sutiyono; Edahwati, Luluk
Jurnal Teknik Kimia Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2034

Abstract

Dolomit sangat berlimpah dialam dengan memiliki kandungan calsium dan magnesium yang cukup tinggi, sehingga dolomit dapat dimaanfaatkan sebagai pembentukan mineral struvite. Manfaat dari Kristal struvite yaitu untuk pupuk lepas lambat yang baik untuk tanaman dimana pupuk struvite ini dapat membantu tanaman untuk tumbuh dengan jumlah pupuk struvite yang sedikit di bandingkan dengan jenis pupuk lainnya karena sruvite merupkan pupuk slow release.Struvite terbentuk dengan mereaksikan senyawa magnesium amonium phospate. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh mineral struvite dengan memanfaatkan magnesium dari batuan dolomit sebagai pembentuk kristal struvite menggunakan reaktor sekat. Pembentukan kristal struvite dengan mereaksikan larutan dolomit, NH4OH, dan H3PO4 perbandingan 1:1:1 dengan variabel peubah yaitu pH (8, 9, 10, 11, 12) dan rate udara (0.25L/menit, 0.5L/menit, 0.75L/menit, 1L/menit, 1.25L/menit). Kristal yang diperoleh dianalisa dengan metode XRF (X-Ray Fluorensence)untuk mengetahui kandungan yang terdapat pada kristal , XRD (X-Ray Diffractometer), dan SEM (Scanning Electro Microscope). Didapatkan  hasil analisis XRF diperoleh kandungan magnesium dan phosphate tertinggi pada pH 12 dengan rate udara 1L/menit, dengan kandungan magnesium sebesar 14.2% dan phospate sebesar 58,3%. Kata kunci: dolomit ; kristalisasi ; struvite DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2034
Pembentukan Pupuk Struvite dari Limbah Cair Industri Tempe dengan Proses Aerasi Edahwati, Luluk; Sutiyono; Anggriawan, Rizqi Rendri
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 22 No. 2 (2021)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.233 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v22i2.4721

Abstract

ABSTRACT Struvite, also known as magnesium ammonium phosphate hexahydrate, is a white crystal with a chemical formula magnesium ammonium phosphate hexahydrate (MgNH4PO4.6H2O). Because of its phosphate content, struvite can be utilized as a fertilizer. Tempeh industrial effluent contains a high concentration of PO4, making it a possible struvite fertilizer producing material. The formation of struvite fertilizer is carried out by the aeration process. This process is able to increase the pH and homogeneity of the solution. The solution of Magnesium Ammonium Phosphate (MAP) is prepared by reacting tempeh industrial wasterwater, Magnesium Chloride (MgCl2), and Ammonium Hydroxide (NH4OH). The MAP ratios used are 1:1:1 and 3:1:1. The temperature was set at 30 °C and pH 9, the airflow rate was carried out at a rate of 0.25 - 1.25 liters per minute. Struvite crystals were analyzed using X-ray Fluorescence (XRF) and Scanning Electron Microscope (SEM). The best struvite fertilizer content is magnesium by 40.3% and phosphorus by 43.9% at an air flow rate of 1.25 liters per minute and a ratio of 3:1:1. Further development can be done by applying struvite fertilizers to plants.  Keywords: aeration, crystallization, tempeh industrial wastewater, struvite   ABSTRAK Struvite adalah kristal putih yang secara kimiawi dikenal sebagai magnesium amonium fosfat heksahidrat (MgNH4PO4.6H2O). Struvite dapat dimanfaatkan menjadi pupuk karena kandungan fosfat (PO4) di dalamnya. Limbah cair industri tempe memiliki kandungan PO4 yang cukup tinggi, menjadikan limbah cair industri tempe adalah bahan pembentuk pupuk struvite yang potensial. Pembentukan pupuk struvite dilakukan dengan proses aerasi. Proses ini mampu meningkatkan pH dan homogenitas dari larutan. Larutan MAP (Magnesium Amonium Fosfat) dibuat dengan cara mereaksikan limbah cair industri tempe, Magnesium Klorida (MgCl2), dan Amonium Hidroksida (NH4OH). Rasio MAP yang digunakan adalah 1:1:1 dan 3:1:1. Temperatur ditetapkan sebesar 30°C dan pH 9, laju alir udara dilakukan dengan laju 0,25 - 1,25 liter per menit. Kristal struvite dianalisis menggunakan Floresensi sinar-X (XRF) dan Mikroskop Pemindai Elektron (SEM). Kandungan pupuk struvite terbaik adalah magnesium sebesar 40,3% dan fosfor sebesar 43,9% pada konsentrasi 3:1:1 dan laju alir udara 1,25 liter per menit. Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan dengan mengaplikasikan pupuk struvite ke tanaman. Kata Kunci: aerasi, kristalisasi, limbah cair industri tempe, struvite
Pemanfaatan Limbah Tulang dan Duri Ikan Lele Menjadi Camilan Bergizi Stik Tulang Duri Lele Suprihatin; Luluk Edahwati; Sutiyono
Abdi-mesin: Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Mesin Vol. 1 No. 2 (2021): Abdi-Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.629 KB)

Abstract

Budidaya ikan lele saat ini sangat berkembang dengan pesat sehingga ikut serta menggerakkan ekonomi kerakyatan selain untuk mencukupi kebutuhan pangan. Banyaknya kegiatan diversifikasi produk olahan ikan lele seperti pembuatan bakso, abon dan aneka olahan lain akan menghasilkan limbah yang berupa kulit, tulang dan kepala ikan lele yang cukup besar. Limbah tersebut akan menjadi masalah lingkungan apabila tidak ditangani dan dimanfaatkan dengan baik. Tulang ikan lele merupakan limbah yang memiliki kandungan kalsium yang tinggi. Dengan mengolahnya secara tepat merupakan inovasi yang bagus dan dapat diaplikasikan kepada masyarakat. Salah satu bentuk olahannya adalah stik atau camilan yang mempunyai rasa gurih ataupun manis. Manfaat dari kegiatan ini tentunya dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi masyarakat sehingga bisa digunakan berwirausaha dan meningkatkan perekonomian keluarga.
Alat Tanam Jagung yang Praktis Guna Mempermudah dan Mengurangi Biaya Produksi Kelompok Tani di Dramaga, Bogor, Jawa Barat Wiliandi Saputro; Wahyu Dwi Lestari; Luluk Edahwati; Radissa Dzaky Issafira; Ahmad Khairul Faizin; Ndaru Adyono; Tria Puspa Sari
Abdi-mesin: Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Mesin Vol. 1 No. 2 (2021): Abdi-Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.995 KB)

Abstract

Saat ini jagung menjadi komoditi tanaman pangan yang dibudidayakan oleh kelompok tani di Kecamatan Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Pada proses tanam jagung, upah untuk pekerja dan jasa pertanian lainnya adalah komponen biaya produksi paling besar yang harus dikeluarkan para petani per musim tanam untuk satu hektar luas panen jagung. Perbandingannya mencapai 54% dari total biaya produksi yang harus dikeluarkan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya belum adanya suatu alat yang membantu petani dalam proses tanam jagung yang praktis, sehingga diperlukan banyak pekerja dan tenaga dalam prosesnya seperti pembuatan lubang tanam, penjatuhan benih, proses penutupan lubang tanam, serta perataan lubang tanam yang seluruhnya masih dilakukan secara manual. Cara ini dirasa petani membutuhkan banyak tenaga, biaya produksi yang tinggi, serta kurang efisien. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka kami membuat alat tanam jagung yang praktis dan efisien di mana seluruh proses tanam jagung hanya dilakukan menggunakan satu mekanisme kerja pada alat. Dengan menggunakan alat ini membuat Kelompok Tani Jagung di Dramaga, Bogor menjadi sangat terbantu, pekerjaan petani menjadi lebih ringan, kualitas tanam lebih baik dan presisi, waktu yang dibutuhkan menjadi lebih singkat, tenaga yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit, serta lebih praktis digunakan sehingga dapat mengurangi biaya produksi (upah pekerja dan biaya produksi lainnya).
SEM Analysis of UHMWPE for Biomedical Application Wahyu Dwi Lestari; Luluk Edahwati; Tria Puspa Sari; Ndaru Adyono; Novel Karaman
Biomedical and Mechanical Engineering Journal (BIOMEJ) Vol. 1 No. 1 (2021): BIOMEJ
Publisher : Mechanical Engineering Department at Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.617 KB)

Abstract

The objective of this study is to investigate the wear mechanism of UHMWPE acetabular liner. There were three samples of acetabular liner with variations without crosslink, with crosslink doses of 50 kGy and 100 kGy which were subjected to a wear testing process. The wear test was carried out using a Tribometer wear testing machine with a total of 30,000 cycles and a load of 800N. Microstructure analysis was performed using scanning electron microscopy (SEM). The results show that the surface of the UHMWPE acetabular liner with the crosslink treatment is smoother than the untreated one. This shows that UHMWPE with crosslink treatment has a lower wear rate, where the greater the crosslink dose the lower the wear rate. The wear mechanism that occurs in this study is the third body abrasion which leads to adhesive wear.
Co-Authors A. Khanifah Achmad Fanani Adeniah Setiabudi Adiman, Thareq Muhammad Fathan Agung F. Kulianto Ahmad Khairul Faizin Ahmad Khairun Faizin Alya Keisha Intan Chayrunisya Andini, Atika Anggriawan, Rizqi Rendri Aninda Ikaputri Anisah D. Ramadhani Anisah Nurul Izzah Aprilianty, Syasmitha Lucky Ardiza, R.Muhammad Rizky Atika Andini Ayu Fakhira Yuliananda Bayu Sastra Dewangga Caecilia Pujiastuti Chaterine Oktavia Anggaraeni Devi Diyah Ayu Prameswari Dewangga, Bayu S. Dewi Maya Maharani Dian Nuraini Dita Prariesta DWI LESTARI, WAHYU Dyah Siswanti Dyah Suci Perwitasari Edahwati, Wahyu Dwi Lestari Erwan Adi Saputro Faizin, Ahmad Khairul Falah, Ra Niyatul Fatkhurrohman Fatkhurrohman Fauziah Hilda Alvira Fauziah Hilda Alvira Fauziah, Maria Rizky Ferdi Kurniawan Feriyanto, Ahmad Fransisca Adya Zahiroh Gobel, Fendy Faizal Harya, Gyska Indah Herdiana Septiani Herdiana Septiani Ika Nawang Puspitawati Ikaputri, Aninda Indah N. F. Indah Nur Fauziyah Issafira, Radissa Dzaky Jayan Sentanuhady Joanne Rizma Pramitha Kalimatus S Kartika Pratiwi Kurniawan, Ferdi L.Urip Widodo, Yohandrik Novel Karaman Lusy Larasati A Lusy Larasati A M Danny Pratama Lamura Maria Rizky Fauziah Maria Vindri Vincensia Saru Moch Miftakhurrohman Mochammad Alief Setyanugraha Moh Nur Fuadzi Mohammad Rafli Alif Wahyudi Mr. Sutiyono Muhammad Ikhsan Muhammad Taqiyyuddin Munandar, Siswanto Musyaroh, Musyaroh Mutiya Zevi Nana Dyah Siswati, Anwar Zain and Mohammad Nandini, Atika Nazila Alfi Rahmah Ndaru Adyono Ndaru Adyono Ndaru Adyono Ndaru Adyono, Ndaru Nikmatuz Zahra Nikmatuz Zahra Novel Karaman Novel Karaman Nur Fuadzi, Moh Nur Ikhtiarini Prayoga, Ferdiyan Tri Puspa Sari, Tria Qanitah Nibras Firmaniya Ra Niyatul Falah Radissa Dzaky Issafira Radissa Dzaky Issafira Radissa Dzaky Issafira Radissa Dzaky Issafira Radissa Dzaky Issafira Radissa Dzaky Issafira Radissa Dzaky Issafira Rahmah, Nazila Alfi Rahmaniar Naulita Hutagalung Reva Edra Nugraha Reyhan Firmansyah Rifaldo Pido Rizaldi, Ryan Rizqa Ruviana Rizqa Ruviana Rizqi Rendri Anggriawan Rizqi Rendri Anggriawan Rizqi Rendri Anggriawan S D Nurherdiana S Sutiyono S, Sutiyono Sari, Tria Puspa Saru, Maria Vindri Vincensia Setyanugraha, Moch. Alief Shinta Soraya Santi Siti Robiatuz Zahrotun Nukhuf Soemargono Soemargono Sri Muljani Sri Redjeki Srie Muljani SRIE MULJANI Srie Muljani Srie Muljani Suhaili Sulaiman, Yusri Risyad Suprihatin Susilowati Susilowati MT Susilowati Susilowati Sutiyono Sutiyono . sutiyono sutiyono Sutiyono Sutiyono Titi Susilowati Tria Puspa Sari Tutuk Harsini Wahyu Dwi Lestari Wahyu Dwi Lestari Wahyu Dwi Lestari Edahwati Wahyudi, Mohammad Rafli Alif Widya Wijayanti Wiliandi Saputro Wiliandi Saputro Wiliandi Saputro Wiliandi Saputro Wiliandi Saputro Wiliandi Saputro Wiliandi Saputro Willie Prasidha Zevi, Mutiya