Yuda Benharry Tangkilisan
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Multikultura

SRIKANDI PENDIRI BANGSA: PERJUANGAN DAN SUMBANGSIH MARIA ULFAH UNTUK KEMERDEKAAN INDONESIA Tangkilisan, Yuda B.
Multikultura Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah-tengah gencarnya penulisan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang telah melalui sejumlah perdebatan historiografis mulai dari kemerdekaan sebagai hadiah Jepang hingga Indonesia merdeka karena Amerika Serikat, perhatian terhadap keterlibatan dan peranan perempuan mulai muncul. Namun, sorotan terhadap peranan perempuan dalam proses pendirian bangsa belum diketahui dan difahami dengan seksama. Dalam proses mempersiapkan kemerdekaan, tampak peranan perempuan pada kiprah sosok yang bernama Maria Ulfah.yang pernah menjadi anggota BPUPKI. Sumbangsih perjuangannya itu tidak terlepas dari kiprah dan pengalaman yang dijalani pada masa sebelumnya. Perjuangannya terus berlanjut di sepanjang hayatnya terutama dalam bidang pemberdayaan perempuan dan keluarga Indonesia. Sumbangsihnya yang tanpa pamrih dan untuk kemajuan bangsa menjadikannya salah seorang dari tokoh nasional sebagai Srikandi Pendiri Bangsa.
MULTIKULTURALISME DI ASIA TENGGARA: SUATU TINJAUAN AWAL Tangkilisan, Yuda B.
Multikultura Vol. 1, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, Multikulturalisme sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Hal itu karena kemajuan teknologi informasi ketika jarak sosial jauh lebih dekat dengan komunikasi multimedia. Multikulturalisme adalah istilah yang memiliki lebih dari satu makna dan ruang lingkup. Ini memiliki rentang makna mulai dari konsep, sikap, jenis pendidikan, studi hingga politik atau kebijakan publik. Tulisan ini membahas tentang multikulturalisme di Asia Tenggara, dari perspektif multidimensi historis, yang didasarkan pada sumber-sumber tertulis sekunder sebagai studi pendahuluan. Temuan menunjukkan bahwa ada beberapa konteks masalah, yaitu intra-, antar negara dan lingkup ASEAN. Konflik sosial, etnis dan budaya memiliki akar sejarah kolonialisme dan imperialisme barat yang memperkenalkan politik dan kebijakan pemisahan, segregasi, diskriminasi dan devide et impera di antara orang-orang terjajah yang dieksploitasi. Tampaknya nasionalisme dan negara-bangsa tidak memiliki cukup faktor pengintegrasi untuk menyatukan perbedaan etnis dan budaya. Oleh karena itu, multikulturalisme berperan penting dan berpengaruh besar untuk menciptakan ruang interaksi yang damai dan adil untuk mengatasi sumber konflik yang bersumber dari perbedaan. Orang-orang dan negara-negara Asia Tenggara menunjukkan bagaimana menciptakan dan menghidupkan kehidupan multikulturalisme.