Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI PROMOSI BISNIS MELALUI MEDIA SOSIAL DI ERA DIGITAL PADA AKUN @GLZOOJOGJA Attaymini, Rahmah
SOURCE : Jurnal Ilmu Komunikasi Source : Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 10 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/source.v10i2.11000

Abstract

Media sosial seperti Instagram, telah membuka banyak peluang bagi pelaku bisnis untuk berinteraksi langsung dengan konsumennya dan kanal utama starategi pemasaran. Bisnis pengelolaan kebun binatang memiliki potensi besar, tetapi juga menghadapi tantangan yang unik. Kebun Binatang Gembira Loka di Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki daya tarik kuat, baik untuk keluarga maupun pelajar yang ingin belajar lebih banyak tentang kehidupan satwa. Untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan memperkenalkan Gembira Loka ke khalayak yang lebih luas dibutuhkan strategi promosi yang tepat dan kreatif. Penelitian ini berusaha melihat transformasi dan strategi promosi bisnis yang dilakukan oleh pengelola Kebun Binatang dalam mempromosikan bisnis untuk meningkatkan minat berkunjung Masyarakat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode wawancara, dokumentasi dan analisis konten. Teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman mulai reduksi data, penyajian data sampai pada penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa promosi melalui media sosial Instagram lebih mudah, cepat dan dapat menjangkau audiens yang lebih luas dalam waktu singkat dengan biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan media tradisional sebelumnya. Dengan banyak item dan aktivitas yang dapat dilakukan oleh akun Instagram @glzoojogja dapat mengukur efektivitas kampanye promosi secara real-time melalui analitik yang disediakan oleh platform ini. Selain itu, adanya staregi periklanan, penjualan personal, promosi penjaulan, humas dan pemasaran langsung yang sangat tertarget membuat bisnis mampu menjangkau konsumen potensial berdasarkan lokasi, minat, atau demografi tertentu. Dengan demikian, media sosial bukan hanya sekadar platform untuk mempromosikan produk, tetapi juga menjadi alat penting dalam membangun brand, mengelola hubungan pelanggan, dan meningkatkan loyalitas konsumen.
Combating the Disinfodemic and Spreading Digital Literacy in Indonesia: Analyzing Japelidi's #japelidivshoakscovid19 Campaign Astuti, Yanti Dwi; Attaymini, Rahmah; Dewi, Maya Sandra Rosita; Zuhri, Achmad
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol. 11 No. 1 (2023): CHANNEL: Jurnal Komunikasi 22nd Edition
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v11i1.179

Abstract

The Digital Literacy Activist Network (Japelidi) aims to combat the disinfodemic, increase digital literacy competency, and spread accurate information about COVID-19 through social media campaigns, videos, posters, and an anthology book, with the hope of strengthening the community's immunity against the virus. This study aims to analyze and investigate Japelidi’s action campaign to combat the disinfodemic by using the hashtag #japelidivshoakscovid19 on social media. This study uses the netnographic method to analyze content uploaded on social media to increase engagement rates. Data was collected through online observation methods, interviews, and documentation and analyzed based on various factors such as upload date, number of likes, views, comments, and hashtags. Japelidi launched a campaign called Japelidi vs. Hoaks COVID-19, which included three types of content. These contents provided tips for safe interactions during the pandemic, information in 42 regional languages about caring for oneself and one family, and reliable information about COVID-19. The campaign aimed to provide a sense of belonging, accomplishment, and helpful tips to combat COVID-19. Japelidi's campaign met specific core actions, providing a platform to combat misinformation on social media, a sense of belonging and a sense of accomplishment, and offering tips for healthcare providers. They collaborated internally and externally to create digital content in 42 regional languages, and they should continue campaigning to fight the disinfodemic virus during the ongoing COVID-19 pandemic in Indonesia.