Abd. Salam
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Ilmu dalam Pemikiran Pendidikan Islam: Perspektif Ismail Raji Al- Faruqi dan Yusuf Qardhawi Abd. Salam; Aji Wahyudin; Erfan Nawawi
Intizar Vol 30 No 2 (2024): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v30i2.24437

Abstract

pengetahuan di negara-negara Islam serta menawarkan konsep integrasi ilmu sebagai solusi untuk membangun peradaban Islam yang maju dan relevan di era modern. Dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif, penelitian ini mengkaji pemikiran Ismail Raji al-Faruqi dan Yusuf Qardhawi mengenai integrasi ilmu agama dan sains dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ilmu dapat mengatasi dikotomi ilmu dan menjawab tantangan pendidikan Islam modern. Pemikiran al-Faruqi mengenai Islamisasi ilmu dan pandangan Qardhawi tentang pentingnya harmoni antara ilmu agama dan sains memberikan dasar yang kuat untuk membangun generasi Muslim yang berkompeten di bidang sains, teknologi, dan spiritualitas Islam. Implementasi integrasi ilmu dapat menghasilkan inovasi yang berpijak pada prinsip tauhid dan menciptakan generasi yang mampu berperan aktif dalam kemajuan peradaban global.
Pendidikan Agama Islam Sebagai Basis Pembinaan Nilai-Nilai Rohani Peserta Didik Abd. Salam
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 2 No. 1 (2018): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v2i1.102

Abstract

Pendidikan agama Islam merupakan pembelajaran yang fokus pada pembinaan nilai akidah dan akhlak seorang anak didik di lembaga pendidikan, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Proses pembinaan nilai-nilai agama dalam membentuk kepribadian peserta didik sudah dimulai sejak anak lahir sampai dewasa. Ketika lahir seorang anak diperkenalkan dengan kalimat toyyibah, kemudian setelah mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak, maka yang pertama harus ditanamkan adalah nilai dasar keagamaan yang berkaitan dengan keimanan, sehingga anak dapat mengenal dan meyakini Allah SWT, seyakin-yakinya/ma’rifatullah. Oleh karena itu, penting bagi peserta didik agar dibimbing dengan nilai-nilai rohani melalui pendidikan Agama Islam dalam aktivitas pembelajaran seperti; cara tutur kata yang baik, berpakaian yang baik, teramsuk tentang yang etika bergaul dengan baik. Selain itu, peserta didik ditanamkan sifat-sifat yang paripurna, seperti nilai-nilai tawadhu, sabar, istiqomah dan lain-lainya. Selanjutnya agar siswa dapat memiliki nilai-nilai rohani maka harus ditanamkan kedalam jiwa anak tersebut dan menjaga keharmonisan antara guru dengan siswa maupun orang tua peserta didik dilingkup pendidikan.