Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of environmental health determinants of drinking water quality in urban slums Arliatin, Arliatin; Hilal, Achmad; Susanti, Susi; Andrianys, Irma; Syahrir, Muhammad
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 1 (2025): January: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i1.6052

Abstract

Urban slums often face serious drinking water quality challenges due to poor sanitation facilities and waste management, which contribute to high public health risks. This study aimed to analyze the environmental health determinants, including access to clean water, sanitation facilities and waste management practices, on drinking water quality based on physical, chemical and microbiological indicators. The study used a quantitative research design with a correlational approach, involving five urban slums as the study population. Data were collected through field observation and water quality testing, then analyzed using Pearson correlation test and multiple linear regression. The results showed that access to clean water had a significant negative relationship with microbial contamination levels (r = -0.899, p < 0.05). In addition, sanitation facilities and waste management practices significantly influenced drinking water quality, with areas with better facilities showing better water quality. However, discrepancies in microbiological indicators were found across areas, indicating the need for integrated interventions. This study confirms the importance of improved sanitation infrastructure, community education and water management in addressing water quality challenges in slums. The implications of this study can serve as a foundation for more effective policy making in environmental and public health management.
The Effect of Pursed Lips Breathing Technique (PLBT) Administration on Oxygen Saturation in COPD Patients in the Intensive Care Unit Normalia, Normalia; Andrianys, Irma; Asriadi, Asriadi; Mahyudin, Mahyudin
Jambura Nursing Journal Vol 7, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v7i2.32590

Abstract

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a lower respiratory tract disease that can decrease oxygen saturation. Although COPD is not contagious, it has a significant impact and can lead to death. One nursing intervention that can be done to address this issue is the implementation of Pursed Lips Breathing Technique (PLBT) to improve lung ventilation, which in turn increases oxygen saturation levels. Objective: To determine the effect of pre and post implementation of Pursed Lips Breathing Technique (PLBT) on oxygen saturation in COPD patients in the ICU of Bhayangkara Makassar Hospital. Method: This study utilized a quantitative research design with a quasi-experimental Design One Group Pretest-Posttest. The sample size consisted of 16 individuals, selected using purposive sampling technique. Data was collected using an observation sheet. Result: The analysis using the Wilcoxon test yielded a p-value of 0.000 < 0.05, indicating that the alternative hypothesis (Ha) was accepted. There is a significant effect of pre and post implementation of Pursed Lips Breathing Technique (PLBT) on oxygen saturation in COPD patients in the ICU of Bhayangkara Makassar Hospital. Conclusion: There is a significant effect of pre and post implementation of Pursed Lips Breathing Technique (PLBT) on oxygen saturation in COPD patients in the ICU of Bhayangkara Hospital Makassar.
The Effect of Semi-Fowler Position on Oxygen Saturation in the ICU Room of Bhayangkara Hospital, Makassar: The Effect of Semi-Fowler Position on Oxygen Saturation in the ICU Room of Bhayangkara Hospital, Makassar Andrianys, Irma; Normalia, Normalia; Tasa, Hamzah; Rahanbinan, Lenora Diana
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.315

Abstract

Posisi semi Fowler merupakan salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sering digunakan untuk meningkatkan ekspansi paru dan memperbaiki oksigenasi pada pasien dengan gangguan pernapasan, khususnya pasien kritis di ruang Intensive Care Unit (ICU). Gangguan pertukaran gas yang ditandai dengan penurunan saturasi oksigen sering terjadi pada pasien ICU akibat kondisi penyakit, penurunan kesadaran, maupun keterbatasan fungsi paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian posisi semi Fowler terhadap saturasi oksigen pada pasien yang dirawat di ruang ICU RS Bhayangkara Makassar. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 16 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengukuran saturasi oksigen dilakukan menggunakan pulse oximeter sebelum dan sesudah pemberian posisi semi Fowler. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata saturasi oksigen sebelum intervensi adalah 90,13%, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 98,13%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai saturasi oksigen sebelum dan sesudah pemberian posisi semi Fowler. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian posisi semi Fowler berpengaruh signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien kritis di ruang ICU RS Bhayangkara Makassar. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai tindakan keperawatan sederhana, aman, dan efektif dalam meningkatkan oksigenasi pasien ICU.
Efektifitas Perawatan Luka Modern Dressing Dengan Metode Moist Wound Healing Berbasis Home Care Terhadap Penyembuhan Luka Pada Klien Ulkus Diabetik Normalia, Normalia; Ismail, Ismail; Musaidah, Musaidah; Palembai, Asnaeni; Andrianys, Irma
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.317

Abstract

Pendahuluan: Ulkus diabetik merupakan komplikasi serius diabetes melitus yang membutuhkan penatalaksanaan luka yang tepat untuk mencegah infeksi, amputasi, dan mempercepat penyembuhan. Modern dressing dengan prinsip Moist Wound Healing (MWH) dapat mempertahankan kelembapan luka sehingga mempercepat regenerasi jaringan dan mengurangi trauma saat pergantian balutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perawatan luka modern dressing dengan metode MWH berbasis home care terhadap penyembuhan ulkus diabetik. Metode: Penelitian quasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada 10 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Kelompok intervensi mendapatkan perawatan modern dressing berbasis home care selama 14 hari, sedangkan kelompok kontrol diberikan perawatan konvensional menggunakan kasa steril dan NaCl 0,9%. Penilaian luka menggunakan PUSH Tool 3.0 dan dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney U pada α = 0,05. Hasil: Terdapat peningkatan penyembuhan luka yang signifikan pada kelompok intervensi dengan nilai p = 0,001 dan rata-rata skor penyembuhan sebesar 22,647. Kesimpulan: Metode modern dressing dengan Moist Wound Healing berbasis home care efektif mempercepat penyembuhan ulkus diabetik dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi perawatan pada pelayanan komunitas dan home care.