Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PERIODE PEMELIHARAAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii TERHADAP MUTU NATA de SEAWEED DAN KARAGENAN Jannah, Harizatul
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 1 No 2 (2021): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.276 KB) | DOI: 10.55678/jikan.v1i2.531

Abstract

Nata adalah produk fermentasi yang menggunakan bakteri Acetobacter xylinum sebagai starter dengan substrat berupa sukrosa, yang dapat berasal dari air kelapa, sari buah nenas, sari tebu dan sari kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh periode pemeliharaan rumput laut Kappaphycus alvarezii terhadap kandungan dan mutu nata de seaweed dan karaginan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan periode pemeliharaan (50,40,30,20 dan 10 hari) dan 3x ulangan. Hasil analisa sidik ragam (one way ANOVA) memperlihatkan adanya pengaruh periode pemeliharaan terhadap kandungan dan mutu nata de seaweed (P<0,05) yaitu Rendemen, kadar serat, ketebalan, kekenyalan, dan uji organoleptik. Sementara terhadap kandungan dan mutu karaginan, periode pemeliharaan berpengaruh terhadap Rendemen, kadar abu, kadar sulfat dan kekuatan gel, dan tidak berpengaruh terhadap kadar air. Hasil uji Tukey memperlihatkan periode kultur selama 50 hari memberikan hasil terbaik terhadap kandungan dan mutu nata de seaweed dengan Rendemen 42,57%, kadar serat 1,95%, ketebalan 1,26cm dan kekenyalan 591,78 g/mm. Demikian pula terhadap kandungan dan mutu karaginan, hasil terbaik adalah pada periode kultur 50 hari dengan Rendemen 40,76%, kadar abu 19,92%, kadar sulfat 20,99%, kekuatan gel 30,47 g/cm2. Dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan selama 50 hari dapat menghasilkan Kappaphycus alvarezii yang bermutu baik dalam pembuatan nata de seaweed dan karaginan Kata kunci : Kappaphycus alvarezii, Periode pemeliharaan, Nata de Seaweed, karaginan
Analysis of the Mineral Content of Mountain Salt in South Krayan District: Implications for Local Food Health Jemri, Jemri; Jannah, Harizatul; Hajar, Siti; Ramli, Ismail
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 5 No. 04 (2025): Jurnal Multidisiplin Sahombu, May - Juny (2025)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focuses on analyzing the mineral content in mountain salt derived from saltwater sources in the mountainous area of Krayan, especially South Krayan. The main objective of this research is to identify the mineral content in mountain salt, with the hope that it can be further developed for economic, environmental, health, and scientific aspects. Potential uses include natural resource development, health and nutritional benefits, mountain salt-based industries, and sustainable mining practices. The research method involved laboratory testing using Atomic Absorption Spectrometer (SSA), X-Ray Difractometer (XRD), and Scanning Electron Microscopy (SEM). SSA results showed the content of minerals such as Na, K, Mg, Al, Cu, Zn, Fe, Ba, and Sr. XRD analysis identified the main peak of NaCl crystals with impurities of KCl, CaCl₂, MgCl₂, and AlCl₃. SEM observations revealed a cuboidal crystal morphology with a space group of Fm3m and a crystal lattice length of 5.620 Å. Overall, this study aims to understand the mineral composition of mountain salt and its implications for local food health.
Konservasi dan Pengelolaan Garam Gunung Berkelanjutan di Kecamatan Krayan Selatan: Perspektif Ekologi Dan Keanekaragaman Hayati Jemri, Jemri; Jannah, Harizatul; Hajar, Siti; Efendi, Efendi
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.8986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan dan konservasi sumber daya garam gunung di Kecamatan Krayan Selatan, Kalimantan Utara, dengan pendekatan ekologi dan keanekaragaman hayati. Garam gunung di wilayah ini memiliki peran penting dalam ekonomi lokal dan budaya masyarakat adat Lundayeh yang mengelola garam dengan metode tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method yang menggabungkan survei lapangan kuantitatif, analisis kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan 25 informan kunci, serta analisis spasial berbasis GIS untuk pemetaan sebaran sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan lima temuan utama: (1) identifikasi 12 titik mata air garam dengan karakteristik hidrogeologi berbasis batuan sedimen Karst dan salinitas tinggi (15-25%), (2) keberadaan mikroorganisme halofilik endemik dan vegetasi rawa pegunungan yang sensitif terhadap perubahan ekosistem, (3) praktik pengelolaan tradisional Lundayeh yang memiliki jejak karbon rendah namun menghadapi tekanan modernisasi, (4) kesenjangan antara standar mutu nasional dan metode produksi tradisional, serta (5) ketiadaan mekanisme kelembagaan formal untuk konservasi berkelanjutan. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan dan potensi dalam pengelolaan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan aspek ekosistem yang mendukung dan keberagaman hayati. Model pengelolaan yang diusulkan bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan pelestarian ekosistem. Penelitian ini memiliki kontribusi terhadap pengembangan model pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal di wilayah perbatasan Indonesia.