Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Survei Persepsi Beban Perawatan Pengasuh Yang Berkaitan dengan Tindakan Terkait Ekskresi Pasien Penyakit Parkinson Surya Syahputra Berampu
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2022): September: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v1i3.581

Abstract

Parkinson's disease (PD) is a progressive disease in which competence in performing activities of daily living declines, increasing caregivers' perception of care burden. Care for excretion-related actions is frequently required in the context of motor and non-motor symptoms, and nursing content. Movement and dressing are examples of care. As a result, the care burden perception in relation to excretion-related actions was investigated and classified in this study based on severity and intra-day changes in symptoms. The study included 25 caregivers from the Gunma Prefecture Branch of the Japan Parkinson's Disease Association. The questionnaire items addressed perceptions of care burden in relation to nine excretion-related actions. The caregiver's movement was classified as easy (ON) or difficult (OFF) (OFF). The subjects were divided into three groups (1/2, 3, and 4) based on the severity scale developed by Hoehn and Yahr. The progression of symptoms was found to increase the perception of care burden. Furthermore, while the difference between ON and OFF was not statistically significant, care burden perception tended to be higher with OFF. The perception of care burden increased as PD symptoms progressed, indicating a proclivity toward greater effects of intra-day symptom variation This could be useful information to consider. Rehabilitation is linked to reducing caregivers' perceptions of care burden in the context of Parkinson's disease and/or reorganization/refurbishment of the domestic environment
PENGARUH MOBILITATION WITH MOVEMENT DAN BASIC EXERCISE THERAPY TERHADAP PENINGKATAN FUNGSIONAL GERAK SHOULDER JOINT PADA PENDERITA CAPSULITIS ADHESIVA Surya Syahputra Berampu
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v2i1.1194

Abstract

Capsulitis Adhesive yaitu kondisi kaku sendi disebabkan oleh perubahan pada membrane synovial, dimana sering terjadi synovitis atau peradangan maupun degenerasi pada cairan synovium disekitar capsule sendi dan mengakibatkan reaksi fibrosus, kontraktur ligamentum Coracohumeral, penebalan ligamentum Glenohumeral superior, middle dan inferior, pengerutan pada ressesus axilaris dan capsule sendi bagian posterior mengalami kontraktur sehingga yang khas pada kasus Capsule Adhesive adalah pola kapsuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Mobilitation With Movement dan Basic Exercise Therapy terhadap peningkatan fungsional shoulder joint pada penderita Capsulitis adhesive. Metode : Penelitian ini adalah penelitian Quasi Experimental dengan One group pre-test & post-test design. Populasi sampel adalah penderita Capsulitis Adhesive Poliklinik Fisioterapi Rumah Sakit Umum Mitra Medika Tanjung Mulia Medan. Pengambilan data pasien dengan menggunakan Shoulder Pain and Disability Index Scale pre-test dan post-test. Selama masa penelitian jumlah sampel sebanyak 15 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh penderita. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan penderita yang mengalami Capsulitis Adhesive lebih banyak dialami kelompok usia ≥ 35 tahun dan jenis kelamin sebagian besar perempuan. Uji Paired Sample T - test sebelum & sesudah pemberian Mobilitation With Movement dan Traksi Oscilasi menunjukkan ada pengaruh yang signifikan dari nilai p = 0,000 dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan Uji Paired Sample T - test dengan nilai p= 0,000 < (0,05) bahwa ada pengaruh Mobilitation With Movement dan Traksi Oscilasi terhadap peningkatan fungsional gerak Shoulder Joint pada penderita Capsulitis Adhesive. Kesimpulan : Disimpulkan bahwa fungsional gerak Shoulder Joint sebelum & sesudah pemberian Mobilitation With Movement dan Basic Exercise Therapy memperlihatkan ada peningkatan fungsional gerak Shoulder Joint setelah diberikan Mobilitation With Movement dan Basic Exercise Therapy.
Pengaruh Pemberian Core Stability Dan Swiss Ball Exercise Terhadap Skala Nyeri Pada Pasien Spondylosis Lumbal Di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Tanjung Mulia Medan Surya Syahputra Berampu
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v2i2.2024

Abstract

Background: Lumbar spondylosis is a degenerative condition that occurs in the bodies and lumbar intervertebral discs which is characterized by the formation of osteophytes in the inferior and superior bodies of the lumbar vertebrae. This condition is called lumbar spondylosis which causes pain, decreased muscle flexibility and limited range of motion. Core Stability and Swiss Ball Exercise are methods that are implemented for this pathologist. Purpose: To determine the effect of Core Stability and Swiss Ball Exercise on pain scale in Lumbar Spondylosis sufferers. Methods: This research is a Quasi-Experimental study with a one group pre test and post test design design to see the effect of Core Stability and Swiss Ball Exercise on pain scale in Lumbar Spondylosis sufferers. Results: The normality test of the Shapiro wilk test obtained a sig. VAS before physiotherapy was 0.063 and sig. VAS after physiotherapy 0.069 > 0.05 then H0 is accepted and Ha is rejected, which means the data distribution is normal. Hypothesis testing using the Paired Sample T-test obtained results for the Sig VAS value. 2 tailed for a VAS value of 0.00 <0.05, H0 is accepted and Ha is rejected, indicating that there is an effect of Core Stability and Swiss Ball Exercise on reducing the pain scale in Lumbar Spondylosis sufferers. Conclusion: There is an effect of Core Stability and Swiss Ball Exercise on reducing pain scale in patients with lumbar spondylosis at Mitra Medika Hospital Tanjung Mulia Medan.
Pengembangan Model Latihan-Back Strengthening Exercise Sebagai Terapi Dasar Non Farmakologi Pada Penderita Low Back Pain Di Rumah Sakit Kota Medan Jhon Roby Purba; Surya Syahputra Berampu; Hizkianta Sembiring
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8064

Abstract

Tujuan: pengembangkan model latihan back strengthening exercise sebagai terapi dasar non farmakologi pada penderita low back pain di rumah sakit kota medan. Uji yang digunakan uji statis paired t-test dengan siginifikan p value    0.05 yang menyatakan hipotesis alternatif di terima dan dengan pembuktian dilakukan untuk membuktikan hipotesis pengembangan model latihan back strengthening exercise sebagai terapi dasar non farmakologi pada penderita low back pain di rumah sakit murni teguh medan . Hasil: Rata-rata nilai nyeri sebelum dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise adalah 5.40, dengan nilai standar deviasi 0.821, dimana nilai min 4 dan nilai max 7 dan setelah  dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise nilai Nyeri adalah 2.80 dengan standar deviasi 0.696, dimana nilai min 2 dan nilai max 4, selain melihat nilai nyeri peneliti juga melihat nilai aktivitas fungsionalnya dengan hasil rata-rata nilai aktivitas fungsional sebelum dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise adalah 17.50, dengan nilai standar deviasi 3.663, dimana nilai min 13 dan nilai max 26 dan setelah  dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise nilai Aktivitas Fungsional adalah 8.25 dengan standar deviasi 4.290, dimana nilai min 2 dan nilai max 19, dengan masing – masing hasil analisis statistic dengan menggunakan paired t-test dengan nilai p value 0.000    0.05 maka dapat disimpulkan terdapat hasil yang baik dengan pemberian Latihan Latihan Back Strengthening Exercise sebagai Terapi Dasar Non Farmakologi Pada Penderita Low Back Pain di Rumah Sakit Kota Medan. Kesimpulan: Pengembangan Model Latihan Back Strengthening Exercise sebagai Terapi Dasar Non Farmakologi Pada Penderita Low Back Pain di Rumah Sakit Kota Medan sangat mempengaruhi nilai  pengurangan nyeri serta meningkatkan aktivitas fungsional pada penderita Low Back Pain di Rumah Sakit Kota Medan