Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH CLOSED KINETIC CHAIN EXERCISE DAN OPEN KINETIC CHAIN EXERCISE TERHADAP AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS KNEE DI RUMAH SAKIT GRANDMED LUBUK PAKAM TAHUN 2022 BERAMPU, SURYA SYAHPUTRA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): JULI : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i2.343

Abstract

Osteoarthritis is the most common degenerative condition among the elderly. Functional disorders are caused by knee osteoarthritis. A person with osteoarthritis knee typically experiences pain, stiffness, and a decrease in functional activity as a result of limited function. The purpose of this study is to compare the effects of open kinetic chain exercise and closed kinetic chain exercise on increasing functional activity in patients with osteoarthritis of the knee. This is a quasi-experimental type of study. To compare two intervention groups, a two-group pre-test post-test research design was used. In addition, WOMAC is being used to assess functional ability. Exercises should be done twice a week for four weeks. Effect analysis using the paired T-test in treatment groups 1 and 2. The paired T-test on closed kinetic chain exercise and open kinetic chain exercise yielded the same result, P = 0.000 (p0.05), indicating that functional ability influences before and after treatment. Meanwhile, an independent t-test resulted in a value of p = 0.153 (p>0.05), indicating that there are differences in the influence of open kinetic chain and closed kinetic chain on increasing functional ability in patients with osteoarthritis knee. Open kinetic chain exercise and closed kinetic chain exercise have different effects on improving functional ability in people with osteoarthritis knee.
Pengembangan Model Latihan-Back Strengthening Exercise Sebagai Terapi Dasar Non Farmakologi Pada Penderita Low Back Pain Di Rumah Sakit Kota Medan Purba, Jhon Roby; Berampu, Surya Syahputra; Sembiring, Hizkianta
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8064

Abstract

Tujuan: pengembangkan model latihan back strengthening exercise sebagai terapi dasar non farmakologi pada penderita low back pain di rumah sakit kota medan. Uji yang digunakan uji statis paired t-test dengan siginifikan p value    0.05 yang menyatakan hipotesis alternatif di terima dan dengan pembuktian dilakukan untuk membuktikan hipotesis pengembangan model latihan back strengthening exercise sebagai terapi dasar non farmakologi pada penderita low back pain di rumah sakit murni teguh medan . Hasil: Rata-rata nilai nyeri sebelum dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise adalah 5.40, dengan nilai standar deviasi 0.821, dimana nilai min 4 dan nilai max 7 dan setelah  dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise nilai Nyeri adalah 2.80 dengan standar deviasi 0.696, dimana nilai min 2 dan nilai max 4, selain melihat nilai nyeri peneliti juga melihat nilai aktivitas fungsionalnya dengan hasil rata-rata nilai aktivitas fungsional sebelum dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise adalah 17.50, dengan nilai standar deviasi 3.663, dimana nilai min 13 dan nilai max 26 dan setelah  dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise nilai Aktivitas Fungsional adalah 8.25 dengan standar deviasi 4.290, dimana nilai min 2 dan nilai max 19, dengan masing – masing hasil analisis statistic dengan menggunakan paired t-test dengan nilai p value 0.000    0.05 maka dapat disimpulkan terdapat hasil yang baik dengan pemberian Latihan Latihan Back Strengthening Exercise sebagai Terapi Dasar Non Farmakologi Pada Penderita Low Back Pain di Rumah Sakit Kota Medan. Kesimpulan: Pengembangan Model Latihan Back Strengthening Exercise sebagai Terapi Dasar Non Farmakologi Pada Penderita Low Back Pain di Rumah Sakit Kota Medan sangat mempengaruhi nilai  pengurangan nyeri serta meningkatkan aktivitas fungsional pada penderita Low Back Pain di Rumah Sakit Kota Medan
Pengaruh Latihan Plyometric Hurdle Jump Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai Bawah Pada Pemain Futsal di Karya Futsal Medan Tahun 2025 Lumbantoruan, Sontiar; Berampu, Ira Manda sari; Silitonga, Santo Damerius; Berampu, Surya Syahputra; Siahaan, Timbul; Derang, Imelda
Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas) Vol. 4 No. 03 (2025): Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jumas.v4i03.328

Abstract

Background: Futsal is now one of the most popular sports in the community. This can be seen from the existence of futsal courts in almost every region, whether they meet the standards or not. This achievement sport is well organized, has a planned program, and sets certain targets to reach the peak of achievement. One important component in the physical condition needed in the game of futsal is the explosive power (power) of the leg muscles. Explosive power is defined as the ability of a muscle to face resistance with a very fast contraction. This concept includes a combination of strength and speed of muscle contraction that is dynamic and explosive, where the muscle must release maximum strength in the fastest possible time. Objective: To determine the effect of giving Plyometric Hurdle Jump on lower limb muscle explosiveness in futsal players. Methods: This study uses an experimental type with a quasi-experimental approach pre test and post test design with one group. The sample of this study amounted to 15 people with meetings 2 times a week for 8 meetings. Results: normality test with Shapiro Wilk Test obtained data before and after not normally distributed p <0.05. Based on the analysis using the Wilcoxon test, the p-value = (0.002 <0.05) then Ha is accepted and H0 is rejected. Conclusion: there is an effect of Plyometric Hurdle Jump on the explosive power of the lower leg muscles of futsal players
Perbandingan Kontrak Relax Exercise Dan Open Kinetic Chain Exercise Terhadap Aktivitas Fungsional Pada Pasien Frozen Shoulder Di Klinik Iract Physio Tahun 2024 Berampu, Ira Manda Sari; Silitonga, Santo Damerius; Berampu, Surya Syahputra
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13069

Abstract

Latar Belakang: Frozen shoulder adalah gangguan yang terjadi di area bahu berupa kekakuan dan nyeri. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan gerakan bahu sehingga terkadang tidak dapat digerakkan sama sekali, nyeri pada bahu yang muncul perlahan dan terasa pada otot deltoid, serta ketidakmampuan untuk tidur miring ke sisi lain sehingga terjadi pembatasan gerakan aktif dan pasif. Nyeri yang akan mengganggu tubuh pasien yang menderitanya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara latihan kontraksi relaksasi dan latihan rantai kinetik terbuka untuk meningkatkan aktivitas fungsional pada penderita Frozen Shoulder. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Dengan desain penelitian pre-test post-test dua kelompok digunakan untuk membandingkan dua kelompok intervensi. Dan menggunakan SPADI sebagai alat untuk mengukur tingkat kemampuan fungsional. Frekuensi latihan 2 kali seminggu selama 4 minggu. Hasil: Analisis pengaruh menggunakan uji t sampel berpasangan pada kelompok perlakuan 1 dan 2. Uji t berpasangan pada latihan kontraksi relaksasi dan latihan rantai kinetik terbuka memperoleh nilai yang sama, yaitu P=0,000 (P0,05) yang berarti terdapat pengaruh kemampuan fungsional sebelum dan sesudah perlakuan. Sementara itu, dari hasil uji menggunakan uji t independen, diperoleh nilai p=0,609 (P0,05), yang berarti tidak ada perbedaan pengaruh latihan kontraksi relaksasi dan latihan rantai kinetik terbuka terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada penderita frozen shoulder. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh latihan kontraksi relaksasi dan latihan rantai kinetik terbuka terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada penderita frozen shoulder. Saran: Tingkatkan jumlah sampel dan waktu penelitian