Banjir perkotaan di Kabupaten Sumenep merupakan permasalahan hidrometeorologis yang bersifat kompleks dan berulang, yang tidak semata dipicu oleh curah hujan ekstrem, tetapi juga oleh interaksi antara karakter spasial kota, tekanan pembangunan, dan keterbatasan sistem drainase serta kelembagaan pengelolaan ruang. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara komprehensif faktor-faktor penyebab banjir perkotaan di Kabupaten Sumenep dengan pendekatan integratif yang mencakup aspek klimatologis, hidrologis, antropogenik, dan spasial. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan mengombinasikan analisis data hidrologi, evaluasi sistem drainase, analisis spasial penggunaan lahan berbasis GIS, serta kajian dokumen kebijakan dan hasil observasi lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa banjir perkotaan di Sumenep dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang tidak diimbangi kapasitas drainase, degradasi jaringan saluran akibat sedimentasi dan penyempitan, peningkatan permukaan kedap air akibat alih fungsi lahan, morfologi wilayah yang relatif datar dan cekung, serta ketiadaan ruang retensi air. Faktor-faktor tersebut saling memperkuat sehingga membentuk kondisi banjir yang bersifat sistemik. Temuan ini menegaskan pentingnya penanganan banjir yang tidak hanya berfokus pada intervensi teknis, tetapi juga pada perencanaan tata ruang dan penguatan tata kelola perkotaan secara berkelanjutan