Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INFORMATION TECHNOLOGY DEVELOPMENT (WEBSITE) IN SUPPORTING GOVERNMENT COMMUNICATION IN DEPOK CITY, WEST JAVA PROVINCE Ikhbaluddin, Ikhbaluddin; Kawuryan, Megandaru Widhi
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v4i1.2699

Abstract

The focus of this research is the development of information technology in supporting government communication in the city of Depok, West Java Province, more specifically regarding the website of the Government of Depok City, West Java Province. There have been several researches on the websites of regional governments, including; 1. Evaluation of E-Government Implementation on Local Government Websites in Indonesia: Content and Management Perspective by Edwin Arief Sosiawan Fisip UPN Yogyakarta in 2008, 2. Quality Evaluation of Local Government Websites Using the Webqual Method (Case Study in Ogan Ilir District) by Candra Irawan UGM Faculty of Engineering Thesis in 2011, 3. Website Representation of Lampung Provincial Government as a Communication and Public Service Media in the Framework of E-Government By Arlyandi Satya Djauhari Fisip Unila in 2016, and 4. Website usability level on the Banten Province Public Relations Bureau website by M. Ervin Kurniawan Fisip Untirta Banten in 2016, which distinguishes this research when compared to the above research are: 1. This research focuses on the development of information technology in this case the website for public services at the City level, Depok City, 2. This research uses the Alvaro Rocha study (2014) published in the Emerlad Journal which is Scopus indexed, the Rocha (2014) study entitled "Framework for a global quality evaluation of a website". The method in this research is qualitative, in qualitative research with an inductive approach it is easier for researchers to take pictures and describe the facts in the field, then the findings in the field are dissected with various theories that have been prepared. The results of this research are; The Depok City Government has used the website to communicate and provide services to the public, but the website needs some improvements, among others; 1. The renewal of information on the website needs to be improved, 2. Community complaints need to be answered immediately, 3. Depok City Communication and Information Agency needs to be given more authority to gather information spread across several agency 4. Website maintenance needs to be considered because there are several pages that cannot be opened. Keywords: Public Service, Communication, Website, Information Technology.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI RSUD PRINGSEWU DALAM RANGKA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN PUBLIK Wijaya, Andi; Hamdi, Muchlis; Kawuryan, Megandaru Widhi; Pudjianto, Widodo Sigit
Jurnal Academia Praja Vol 5 No 2 (2022): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v5i2.1122

Abstract

Penelitian ini berangkat dari implementasi kebijakan Standar Pelayanan Minimal di RSUD Pringsewu, yang berfokus pada pengamatan bagaimana serangkaian gambaran dan keadaan mengenai dinamika proses peningkatan mutu pelayanan publik, dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari pelaksanaaan kebijakan yang diberikan sehingga dapat merumuskan model implementasi kebijakan yang dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Implementasi kebijakan standar pelayanan minimal di RSUD Pringsewu, yaitu suatu penggalan proses kebijakan yang berisi upaya mengubah target menjadi hasil yang terdapat di dalam SPM RS dan instrumen SNARS dengan kesesuaiannya.. Pada dimensi 1) produktivitas, terjadi kenaikan dan penurunan yang fluktuatif dan secara keseluruhan jenis pelayanan belum mecapai ambang batas baku mutu SPM RS, 2) linieritas, penyusunan SOP RS belum linier dengan SPM RS, kesesuaian pemenuhan istrumen sudah mencapai diatas 80%, dan kesesuaian dengan dimensi mutu IOM, 2001 masih ditemukan pelayanan yang tidak adil, 3) efisiensi, pencapaian BOR sangat rendah yaitu 29% sedangkan indikator efisiensi lainnya menurun dan dibawah standar, 4) PCC, dan 5) SPGDT merupakan dimensi temuan yang mempengaruhi partisipasi dan kolaborasi dalam implementasi kebijakan pelayanan PMKP. Sedangkan faktor dalam implementasi kebijakan adalah 1) substansi kebijakan, penyusunan isi kebijakan belum selaras, 2) perilaku petugas pelaksana, belum semua petugas pelaksana konsisten melaksanakan tugasnya, 3) interaksi jejaring kerja, hubungan kerja sama lintas sektor belum efektif dan berjalan sebagaimana mestinya, 4) partisipasi kelompok sasaran, tingkat kepuasan masih rendah dan layanan pengaduan belum berjalan baik, 5) sumberdaya, ketersediaan sumberdaya belum mengakomodasi kebutuhan rumah sakit, 6) budaya keselamatan pasien, dan, 7) kepemimpinan merupakan faktor lain yang ditemukan peneliti sebagai faktor yang memperngaruhi implementasi kebijakan di rumah sakit.
Pengaruh Smart Government Dan Budaya Organisasi Terhadap Rekonstruksi Birokrasi Di Kota Tangerang Selatan Ramadanti, Arvi Budi Fitri; Ruhana, Faria; Kawuryan, Megandaru Widhi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i4.10985

Abstract

Rekonstruksi birokrasi merupakan agenda strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta dinamika kebutuhan masyarakat. Dalam konteks pemerintahan daerah, penerapan smart government dan penguatan budaya organisasi dipandang sebagai dua faktor kunci yang dapat mendorong transformasi birokrasi secara lebih substantif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh smart government dan budaya organisasi terhadap rekonstruksi birokrasi di Kota Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 96 responden yang berasal dari berbagai perangkat daerah. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 30. Sebelum pengujian hipotesis, data telah melalui uji validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik yang meliputi normalitas, linearitas, multikolinieritas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial smart government berpengaruh signifikan terhadap rekonstruksi birokrasi (p=0,021), sementara budaya organisasi berpengaruh sangat signifikan dan dominan (p=0,000). Secara simultan, kedua faktor tersebut juga berpengaruh signifikan (p=0,001). Nilai Adjusted R² sebesar 0,762 menunjukkan bahwa 76,2% variasi rekonstruksi birokrasi dapat dijelaskan oleh model, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian.