Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Alur Penyuntingan Gambar Dalam Produksi Film Berkolaborasi Dengan Teach4Hope dan Kitabisa Untuk Anak Yatim, Dhuafa dan Disabilitas Fortunanda, Driepuza Ryan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 11 (2024): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i11.616

Abstract

Film sebagai media hiburan mampu membuat penontonnya ikut merasakan apa yang tokoh sedang rasakan, ini merupakan kekuatan utama kenapa masyarakat banyak menyukai film. Apalagi film kini tidak hanya bisa ditonton di bioskop namun juga bisa diakses melalui layanan streaming, hal ini menuntut produksi film di Indonesia semakin banyak. Kebutuhan produksi dibarengi juga dengan kebutuhan sumber daya manusianya untuk dapat memproduksi film-film yang berkualitas. Yayasan Kitabisa dan teach4hope berkolaborasi dengan Akademi Film Yogyakarta memberikan beasiswa pelatihan untuk yatim, dhuafa dan disabilitas berupa pelatihan produksi film pendek yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2023 - 4 Agustus 2023 bertempat di Akademi Film Yogyakarta yang diikuti oleeh 15 orang peserta. Pengabdian masyarakat ini memberikan materi dalam pemahaman tentang pembuatan film, salah satunya menjadi penyunting gambar. Penyunting gambar dituntut untuk memiliki keterampilan dalam mengolah dan menyusun gambar guna menciptakan narasi yang kuat dan menarik. Hasil dari pelatihan ini peserta mendapatkan pengetahuan tentang alur kerja penyuntingan gambar yang juga mencakup aspek-aspek teknis seperti penggunaan perangkat lunak penyuntingan video terkini, serta penyususnan struktur naratif dan penyelesaian hasil akhir. Hasil dari pelatihan ini peserta dapat menghasilkan film pendek film pendek berjudul "Ulat Jadi Kupu". Melalui beasiswa ini, diharapkan peserta dapat menumbuhkan semangat berkarya, mengembangkan kreativitas mereka dalam dunia perfilman serta meningkatkan kemampuan teknis yang dibutuhkan dalam produksi film.
Representasi Isu Lingkungan dalam Film Fiksi Keruh Karya Pemuda Desa Kemuning Fortunanda, Driepuza Ryan; Anggra Agastyassa Owie; Lulu Hendra Komara
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7575

Abstract

Film memiliki kekuatan untuk menjadi medium yang efektif dalam menyampaikan isu sosial, termasuk isu lingkungan. Tulisan ini membahas bagaimana film "Keruh," sebuah karya yang dibuat oleh pemuda Desa Kemuning, Karanganyar, menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk merepresentasikan isu lingkungan melalui narasi dan elemen sinematik. Dengan mengangkat krisis air bersih yang dialami masyarakat lokal akibat eksploitasi lahan perkebunan teh, film ini menggambarkan dampak nyata pembangunan terhadap lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Analisis terhadap adegan-adegan kunci menunjukkan bahwa kombinasi visual, dialog, musik, dan teknik sinematik menciptakan representasi yang menggugah empati penonton. Film "Keruh" tidak hanya menjadi sarana advokasi yang kuat, tetapi juga medium edukasi dan refleksi sosial yang relevan dalam memperkuat kesadaran publik akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.