Film memiliki kekuatan untuk menjadi medium yang efektif dalam menyampaikan isu sosial, termasuk isu lingkungan. Tulisan ini membahas bagaimana film "Keruh," sebuah karya yang dibuat oleh pemuda Desa Kemuning, Karanganyar, menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk merepresentasikan isu lingkungan melalui narasi dan elemen sinematik. Dengan mengangkat krisis air bersih yang dialami masyarakat lokal akibat eksploitasi lahan perkebunan teh, film ini menggambarkan dampak nyata pembangunan terhadap lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Analisis terhadap adegan-adegan kunci menunjukkan bahwa kombinasi visual, dialog, musik, dan teknik sinematik menciptakan representasi yang menggugah empati penonton. Film "Keruh" tidak hanya menjadi sarana advokasi yang kuat, tetapi juga medium edukasi dan refleksi sosial yang relevan dalam memperkuat kesadaran publik akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Copyrights © 2025