Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Produksi Film: Studi Kasus Nyanyian Pohon Lontar Program Layar Cerita Perempuan Indonesiana TV Latif, Yusmita Akhirul; Anggra Agastyassa Owie
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.11425

Abstract

This study analyzes the production strategy of the film Nyanyian Pohon Lontar, the winner of the “Layar Cerita Perempuan Indonesiana TV” competition, which was shot in Kupang, East Nusa Tenggara. The research setting focuses on the challenges of production outside the film industry center, including logistical limitations, equipment availability, and adaptation to local culture. The method used is a qualitative case study through in-depth interviews, participant observation, and analysis of production documents. The results of the study indicate three key strategies that support the success of the production: (1) collaboration between the central and local crew to integrate technical expertise with local cultural knowledge; (2) utilization of local resources in the provision of props, wardrobe, and sets; and (3) adaptation of the work process to the rhythm and customs of the community, including schedule adjustments and customary negotiations. These strategies proved effective in maintaining the smooth production while ensuring the authenticity of the representation of Kupang culture in the film.
Representasi Isu Lingkungan dalam Film Fiksi Keruh Karya Pemuda Desa Kemuning Fortunanda, Driepuza Ryan; Anggra Agastyassa Owie; Lulu Hendra Komara
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7575

Abstract

Film memiliki kekuatan untuk menjadi medium yang efektif dalam menyampaikan isu sosial, termasuk isu lingkungan. Tulisan ini membahas bagaimana film "Keruh," sebuah karya yang dibuat oleh pemuda Desa Kemuning, Karanganyar, menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk merepresentasikan isu lingkungan melalui narasi dan elemen sinematik. Dengan mengangkat krisis air bersih yang dialami masyarakat lokal akibat eksploitasi lahan perkebunan teh, film ini menggambarkan dampak nyata pembangunan terhadap lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Analisis terhadap adegan-adegan kunci menunjukkan bahwa kombinasi visual, dialog, musik, dan teknik sinematik menciptakan representasi yang menggugah empati penonton. Film "Keruh" tidak hanya menjadi sarana advokasi yang kuat, tetapi juga medium edukasi dan refleksi sosial yang relevan dalam memperkuat kesadaran publik akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Pengembangan Artefak Film Studio Alam Gamplong Sebagai Wisata Kreatif dan Islamic Entrepreneurship Anggra Agastyassa Owie; Edy Wibowo
Perbanas Journal of Islamic Economics and Business Vol 6 No 1 (2026): Perbanas Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/pjieb.v6i1.309

Abstract

Penelitian bertujuan mempelajari perkembangan artefak film di Studio Alam Gamplong sebagai dasar wisata kreatif yang menggabungkan prinsip entrepreneurship Islam. Penelitian ini berfokus pada pemahaman tentang artefak film sebagai bukan hanya properti yang digunakan untuk produksi film, tetapi juga sebagai sumber daya budaya yang memiliki nilai ekonomi kreatif dan potensi edukatif yang terkait dengan industri film. Penelitian ini juga melihat kemungkinan pengembangan wisata berbasis film. Selain itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan model pemanfaatan artefak film sebagai alat pembelajaran, alat promosi, dan strategi pemasaran destinasi wisata film. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki bagaimana prinsip kewirausahaan Islam, yang mencakup etika bisnis, keadilan, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat, diterapkan dalam manajemen destinasi wisata film. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggunakan teknik triangulasi sumber dan waktu melalui dokumentasi, observasi lapangan, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artefak film di Studio Alam Gamplong memiliki nilai edukatif dan ekonomis. Dengan menggabungkan desain media dan komunikasi visual, citra Studio Alam Gamplong sebagai tempat wisata film dan pusat pengembangan ekonomi kreatif telah terbukti kuat. Prinsip kewirausahaan Islam terlihat dalam praktik kepemimpinan yang bekerja sama, keberanian untuk mengambil risiko yang diukur, orientasi pada perencanaan masa depan, dan pelaksanaan kewirausahaan sosial dan CSR Islami. Model pengelolaan yang diterapkan juga memengaruhi UMKM lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mempertahankan destinasi wisata. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan empiris untuk kemajuan pariwisata kreatif berbasis film di Indonesia yang berpusat pada nilai-nilai kewirausahaan Islam.