Rizky Adi Nugraha
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary

Analisis Efektivitas OSS-RBA dalam Penyederhanaan Proses Perizinan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Sendiri Bagus Satrio Utomo; Aditya Kurniawan, Sandra; Adi Nugraha, Rizky
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 1 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia terus berupaya meningkatkan daya saing dan iklim investasinya melalui reformasi sistem perizinan, salah satunya dengan menerapkan Online Single Submission berbasis risiko (OSS-RBA). Sistem ini bertujuan menyederhanakan prosedur, meningkatkan transparansi, dan mempercepat proses perizinan, termasuk di sektor ketenagalistrikan. Studi ini menganalisis efektivitas implementasi OSS-RBA dalam proses perizinan Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Sendiri (IUPTLS) di Provinsi Jawa Tengah. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana sistem OSS-RBA berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi dan transparansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OSS-RBA berhasil menyederhanakan prosedur perizinan IUPTLS, mengurangi waktu dan biaya transaksi, serta meningkatkan akuntabilitas. Namun, tantangan seperti koordinasi antar lembaga, kesenjangan kapasitas daerah, dan kompleksitas teknis dalam sektor ketenagalistrikan masih menjadi hambatan dalam implementasi. Studi kasus di Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa kesiapan infrastruktur digital dan kapasitas sumber daya manusia di daerah sangat mempengaruhi keberhasilan sistem ini. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang dinamika implementasi e-government dalam negara berkembang dengan sistem desentralisasi. Selain itu, studi ini menawarkan wawasan berharga tentang peran OSS-RBA dalam mendukung transisi energi terbarukan di Indonesia. Implikasi kebijakan yang dihasilkan mencakup rekomendasi untuk penyempurnaan sistem perizinan berbasis risiko serta peningkatan kapasitas daerah dalam rangka harmonisasi kebijakan pusat-daerah.
Prosumer Data Gathering and Grid State Forecast Using Smart Grid Technology Bagus Satrio Utomo; Arif Bramantyo, Hutama; Dwi Wibisono, Randi; Adi Nugraha, Rizky
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 1 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing global energy demand, combined with environmental concerns, has accelerated the development of smart grids as a sustainable solution. Smart grids enable bidirectional energy and information flow, allowing users to also act as energy producers—referred to as "prosumers." Managing the complex dynamics of energy consumption and production among prosumers requires advanced data management and optimization strategies. This study reviews the latest techniques in energy data management and optimization within smart grids. It also proposes a framework for an Energy Management System (EMS) that integrates forecasting, data analytics, and decision-making processes to optimize energy distribution and enhance grid efficiency.
Optimisasi dan Permasalahan Pada Pembangkit Listrik Berbasis Energi baru Terbarukan Isnaeni Romadhon, Mohamad; Adi Nugraha, Rizky
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 1 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim mendorong Masyarakat dunia untuk mulai beralih dari penggunaan energi berbasis fosil ke penggunaan energi baru terbarukan. Berdasarkan data dari energy institute - Statistical Review of World Energy (2024), total 8988,39 TWh listrik yang dipergunakan di dunia bersumber dari energi baru terbarukan pada tahun 2023. 47 % dari jumlah tersebut berasal dari PLTA, 26 % dari PLTB, 18 % dari PLTS, dan 9 % sisanya dari sumber energi EBT lain seperti geothermal, biomasa, PLTSa, dan Pembangkit Listrik Gelombang Laut. Meskipun, perkembangan pembangkit Listrik EBT di dunia menunjukkan tren yang cukup baik, mahalnya biaya instalasi dan maintenance dari pembangkit tersebut perlu menjadi pertimbangan karena akan mempengaruhi harga jual Listrik pada konsumen. Optimisasi pada perencanaan pembangkit sangat diperlukan untuk meminimalkan biaya-biaya seperti biaya Pembangunan pembangkit, biaya maintenance dan biaya operasional serta memaksimalkan energi yang dihasilkan oleh pembangkit. Pada artikel ini akan dipaparkan hasil penelitian sebelumnya berkaitan dengan optimisasi dan permasalahan yang dihadapi pada Pembangkit-Pembangkit Listrik berbasis EBT seperti, PLTA, PLTMini dan Micro Hydro, PLTS dan PLTB.
Analisis Perkembangan Regulasi PLTS Atap di Indonesia dan Dampaknya terhadap Akses Energi bagi Industri dan Masyarakat Aribowo, Nanang; Daniel; Marsal, Renaldo; Adi Nugraha, Rizky
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 3 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 2 Tahun 2024 menandai perubahan signifikan dalam kebijakan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di Indonesia, terutama melalui penerapan sistem kuota dan pembatasan periode pendaftaran dua kali setahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi regulasi tersebut terhadap berbagai sektor, mulai dari industri besar hingga masyarakat dengan kapasitas terpasang kecil. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dan analisis komparatif terhadap kebijakan PLTS atap di beberapa negara seperti Jerman, India, dan Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi baru ini memberikan kepastian bagi pengelolaan jaringan dan tata kelola kuota, penerapannya berpotensi membatasi partisipasi masyarakat kelas bawah dan pelaku usaha kecil yang ingin beralih ke energi surya. Penyesuaian kebijakan yang lebih inklusif diperlukan agar PLTS atap dapat mendukung transisi energi nasional secara merata di seluruh lapisan masyarakat. 
Perbandingan Kebijakan dan Implementasi Biogas di Negara Berkembang Satrio Utomo Prawiraharjo, Bagus; Adi Nugraha, Rizky
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 3 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis energi global dan peningkatan kebutuhan energi bersih menuntut negara berkembang untuk beralih menuju sumber energi baru terbarukan (EBT). Salah satu alternatif yang potensial adalah biogas, terutama di wilayah pedesaan dengan ketersediaan limbah organik yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kebijakan dan implementasi program biogas di Indonesia serta membandingkannya dengan negara berkembang lain seperti India, China, dan Vietnam. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan menganalisis publikasi dan dokumen kebijakan antara tahun 2013–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan biogas di India, China, dan Vietnam sangat dipengaruhi oleh dukungan kebijakan nasional, insentif fiskal, dan sistem pemantauan terpusat. Di Indonesia, meskipun program BIRU telah memberikan dampak sosial ekonomi positif, keberlanjutan operasional masih menjadi tantangan akibat lemahnya dukungan finansial dan koordinasi kelembagaan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kebijakan biogas nasional melalui integrasi program lintas sektor, peningkatan insentif, dan pembentukan pusat data energi terbarukan untuk menjamin keberlanjutan sistem biogas di Indonesia. 
Studi Teknoekonomi Implementasi PLTS Atap 166,16 kWp sebagai Strategi Efisiensi Energi Gedung Setda Provinsi Jawa Tengah Aribowo, Nanang; Adi Nugraha, Rizky
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 4 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi dan tingginya ketergantungan pada sumber energi fosil menjadi tantangan utama dalam mencapai target bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional. Pemerintah Indonesia melalui Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 mendorong percepatan pengembangan energi surya sebagai sumber energi bersih yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keekonomian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap pada Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu langkah strategis efisiensi energi di sektor pemerintahan. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan data konsumsi energi listrik gedung selama satu tahun terakhir, potensi radiasi matahari di Kota Semarang dari simulasi PVSyst, serta data biaya investasi dan pemeliharaan. Analisis keekonomian dilakukan menggunakan empat indikator utama, yaitu Net Present Value (NPV), Benefit-Cost Ratio (BCR), dan Payback Period (PP) dengan periode analisis selama 25 tahun dan tingkat diskonto mengacu pada suku bunga Bank Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas optimal PLTS yang dapat dikembangkan sebesar 166,16 kWp menggunakan 248 modul surya Longli 670 Wp dan dua inverter Growatt berkapasitas 36 kW serta 110 kW, dengan potensi produksi energi mencapai 100 MWh per tahun. Investasi awal sebesar Rp2.319.806.200 menghasilkan periode pengembalian modal (PP) selama 8,7 tahun dan nilai Benefit-Cost Ratio sebesar 1,1. Dengan estimasi keuntungan bersih Rp2.336.797.519 selama umur proyek, maka proyek ini dinilai layak dan menguntungkan untuk direalisasikan. Temuan ini mendukung implementasi transisi energi di lingkungan pemerintah daerah sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target EBT nasional.
Studi Kajian Literatur Teknologi Purifikasi Biogas Skala Rumah Tangga (10–20 m³) Aditya Kurniawan, Sandra; Adi Nugraha, Rizky
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 1 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan dan pemurnian biogas skala rumah tangga dengan kapasitas 10–20 m³ menghadapi tantangan teknis terkait kandungan H₂S, kelembapan, serta tekanan operasi yang rendah. Penelitian ini membahas kinerja berbagai teknologi purifikasi sederhana, termasuk water trap, H₂S filter berbasis besi oksida, serta moisture remover, dan bagaimana konfigurasi terpadu dapat meningkatkan kualitas bahan bakar. Tinjauan literatur menunjukkan bahwa kombinasi iron oxide filter dan moisture trap memberikan efisiensi penyisihan H₂S yang tinggi (>90%) sekaligus menurunkan risiko korosi pada kompor maupun genset. Selain itu, sistem purifikasi berbiaya rendah terbukti cukup untuk meningkatkan nilai kalor  dan memperpanjang umur peralatan pada tekanan operasi tipikal 5–15 kPa. Kajian ini juga menyoroti aspek desain dan operasional, termasuk kebutuhan penggantian media, penyesuaian terhadap variasi aliran gas, serta potensi risiko keselamatan seperti kebocoran dan akumulasi gas. Berdasarkan hasil analisis, rekomendasi diberikan untuk pengembangan sistem modular, pemanfaatan adsorben lokal, dan perlunya pengujian lebih lanjut terkait tekanan serta flowrate aktual di lapangan.
Analisis Perbedaan Produksi Energi Akibat Pola Operasional pada Sistem PLTS Atap dengan Pembanding Simulasi PVWatts Aribowo, Nanang; Adi Nugraha, Rizky
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 1 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem fotovoltaik (PV) atap yang dipasang pada gedung pemerintah memiliki potensi besar dalam mendukung target transisi energi nasional. Namun, kinerja aktual sistem sering kali berbeda dari hasil simulasi akibat karakteristik operasional bangunan. Penelitian ini menganalisis kinerja sistem PV atap berkapasitas 30 kWp yang terpasang pada sebuah gedung pemerintah di Kota Semarang dengan membandingkan produksi energi aktual periode 2020–2024 terhadap hasil simulasi menggunakan PVWatts. Data selama lima tahun menunjukkan bahwa rata-rata produksi energi aktual harian sebesar 29,11 kWh/hari, sekitar 15–25% lebih rendah dibandingkan estimasi PVWatts. Penyebab utama deviasi ini meliputi pola operasional gedung yang hanya berlangsung lima hari kerja, sehingga mengurangi potensi penyerapan energi sekitar 28,6% pada akhir pekan, serta kondisi beban rendah selama masa pandemi COVID-19 yang menyebabkan inverter beroperasi pada daerah efisiensi yang lebih rendah. Faktor lain yang turut berkontribusi meliputi suhu lingkungan yang tinggi, penurunan kinerja modul akibat efek termal (thermal derating), serta asumsi PVWatts yang menganggap operasi sistem berlangsung penuh selama tujuh hari dalam seminggu. Meskipun demikian, analisis Performance Ratio (PR), khususnya PR terkoreksi, menunjukkan bahwa sistem beroperasi secara normal sesuai dengan kondisi operasional aktual. Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan antara hasil simulasi dan kinerja aktual tidak selalu menunjukkan adanya gangguan sistem, melainkan mencerminkan realitas operasional di lapangan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting dalam meningkatkan strategi pemantauan dan pengelolaan instalasi PV pada fasilitas pemerintah.