Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Dakwah Pada Masyarakat Islam Formalitas di Kampung Cipedang Lasdam RT 007 RW 002 Desa Jayamulya Kecamatan Kroya Indramayu Sobirin, Sobirin; Rohayani, Rohayani; Tebba, Sudirman
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol. 7 No. 6 (2020)
Publisher : SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i12.28255

Abstract

In general, rural residents are still impacted by their ancestors' views. Therefore, it is necessary to seek out and implement acceptable da'wah ways in order to carry out da'wah counseling activities that can be well received, without any rejection, particularly for individuals with a formal Islamic character. This study employs descriptive qualitative research methods, a literature-based and empirical methodology, and interview, observation, and documenting procedures for data collecting. Al-Hikmah is the ideal da'wah strategy for the formality Islamic community in Cipedang Lasdam Village RT 007 RW 007 Jayamulya Village, Kroya Indramayu District, according to the findings of the study. This is because the prevalent da'wah method corresponds to the features of the local population. This style emphasizes persuasive strategies and a prior awareness of the features of the da'wah's target. Due to the fact that the material and manner of distributing da'wah are adapted to the community's circumstances and requirements, this method is ideally suited for application in a rural setting.Keywords: Da'wah Method; Public; Islamic Formality; Rural AbstrakUmumnya, masyarakat yang bertempat tinggal di pedesaan masih dipengaruhi kepercayaan yang dianut terdahulu. Karena itu, metode dakwah yang sesuai perlu dicari serta diaplikasikan agar bisa melakukan kegiatan penyuluhan dakwah yang dapat diterima dengan baik, tanpa adanya penolakan, terkhusus untuk masyarakat dengan karakter Islam formalitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan pendekatan literatur dan empiris serta teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa metode dakwah yang sesuai untuk masyarakat Islam formalitas yang bertempat tinggal di Kampung Cipedang Lasdam RT 007 RW 002 Desa Jayamulya Kecamatan Kroya Indramayu adalah Al-Hikmah. Hal ini dikarenakan adanya kesesuaian antara metode dakwah yang digemari dan karakteristik dari masyarakat setempat. Bentuk metode ini mengedepankan tehnik persuasif dan pemahaman karakteristik terlebih dahulu mengenai objek sasaran dakwah. Maka dari itu, metode ini sangat sesuai diaplikasikan pada lingkungan pedesaan karena materi serta proses penyampaian dakwah yang dilakasanakan menyesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan dari masyarakat.Kata Kunci: Metode Dakwah; Masyarakat; Islam Formalitas; Pedesaan
Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Gender dalam Meningkatkan Budaya Kerja Berkualitas: Studi Multisitus di SDN 23 Ampenan dan SDN 26 Mataram Rohayani, Rohayani; Mustari, Mohamad; Asrin, Asrin; Hakim, Mansyur; Jaelani, Abdul Kadir
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/7yppgs75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik kepemimpinan kepala sekolah membentuk budaya kerja profesional guru di sekolah dasar, dengan mempertimbangkan dinamika konteks dan perbedaan pendekatan kepemimpinan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multisitus yang dilaksanakan di SDN 23 Ampenan dan SDN 26 Mataram. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan praktik kepemimpinan yang berbeda namun sama-sama berkontribusi terhadap pembentukan budaya kerja profesional guru. Di SDN 23 Ampenan, kepemimpinan situasional tercermin melalui ketegasan dalam disiplin, dukungan profesional, serta fleksibilitas pengambilan keputusan sesuai kesiapan guru. Praktik tersebut berkontribusi pada penguatan disiplin, tanggung jawab, kolaborasi, dan komitmen terhadap mutu pembelajaran. Sementara itu, di SDN 26 Mataram, kepemimpinan demokratis diwujudkan melalui partisipasi guru, komunikasi dua arah, dan pengambilan keputusan kolektif yang mendorong budaya kerja kolaboratif dan keterbukaan profesional. Temuan ini menegaskan bahwa pengaruh kepemimpinan terhadap budaya kerja guru tidak bersifat tunggal atau universal, melainkan bergantung pada kesesuaian praktik kepemimpinan dengan konteks sekolah dan dinamika profesional guru. Gender-Based School Leadership in Enhancing Quality Work Culture: A Multi-Site Study at SDN 23 Ampenan and SDN 26 Mataram This study aims to analyze how school principals’ leadership practices shape teachers’ professional work culture in elementary schools, with particular attention to contextual dynamics and variations in leadership approaches. The research employed a qualitative approach with a multi-site design conducted at SDN 23 Ampenan and SDN 26 Mataram. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that principals applied different leadership practices that nonetheless contributed to the development of teachers’ professional work culture. At SDN 23 Ampenan, situational leadership was reflected in firm discipline enforcement, professional support, and flexible decision-making based on teachers’ readiness. These practices strengthened teachers’ discipline, responsibility, collaboration, and commitment to instructional quality. In contrast, at SDN 26 Mataram, democratic leadership was manifested through teacher participation, two-way communication, and collective decision-making, fostering a collaborative and open professional culture. Overall, the study demonstrates that the influence of school leadership on teachers’ professional work culture is not uniform, but rather depends on the alignment between leadership practices, school context, and teachers’ professional dynamics.