Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Bioteknologi Dalam Produksi Ternak Untuk Meningkatkan Produk Asal Hewan Muchlis, Ahmad; Sema, Sema; Toleng, Abdul Latief; Sonjaya, Herry
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu, Juni 2022
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jitpu.v2i1.2179

Abstract

Biotechnology is a field that utilizes biological processes of organisms to generate products that are useful to humans. Furthermore, the relatively high cost of biotechnology and the general lack of knowledge among farmers are reasons why this method must be developed to be more economical and easier to use. The review article aims to review the successful applications of biotechnology in the field of farming that have been implemented, showing the increase in population production, genetic quality, and improvement of livestock animals.
Teknologi Pengolahan Pakan di Daerah Tropis: Teknik Pengolahan Pakan Hijauan (Berserat) Muchlis, Ahmad; Sema, Sema; Syamsu, Jasmal A.; Asmuddin, Asmuddin
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu, Juni 2023
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jitpu.v3i1.2528

Abstract

Pakan adalah segala sesuatu yang dapat diberikan kepada ternak, baik berupa bahan organik maupun anorganik, sebagian atau seluruhnya dapat dicerna dan tidak mengganggu kesehatan ternak. Secara umum dapat dikatakan bahwa bahan pakan adalah bahan yang bisa di makan (edible). Pakan hijauan tidak tersedia sepanjang tahun pada daerah tropis dan sangat tergantung pada musim. Saat musim hujan hijauan yang tersedia sangat berlimpah sedangkan pada saat musim kemarau atau panas ketersediaan hijauan berkurang. Oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan. Pengolahan pakan merupakan suatu kegiatan untuk mengubah pakan tunggal atau campuran menjadi bahan pakan baru atau pakan olahan. Teknologi pakan banyak didominasi oleh aspek nutrisi, tetapi yang berhubungan dengan aspek manufakturing menghasilkan produk. Beberapa sisi penting dari teknologi manufakturing yaitu grinding, mixing dan pelleting. Tujuan pengolahan pakan yaitu untuk meningkatkan keuntungan, merubah ukuran partikel, merubah kadar air, merubah densitas pakan, meningkatkan palatabilitas/akseptabilitas, merubah kandungan nutrien, meningkatkan ketersediaan nutrien, dektosifikasi, mempertahankan kualitas selama penyimpanan dan mengurangi kontaminasi. Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji teknologi pengolahan pakan hijauan khususnya aplikasi teknik pengolahan pakan hijauan (berserat) di daerah tropis yang telah diterapkan dan mampu menunjukkan peningkatan kualitas dan kuantitas pakan ternak.
Kemampuan Regrowth Rumput Brachiaria brizantha Pasca Pemberian Pupuk Organik Cair pada Lahan Kering sema, sema
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 5 No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v5i2.2000

Abstract

Rumput Brachiaria brizantha merupakan salah satu jenis rumput unggulan yang banyak dimanfaatkan dalam sistem peternakan tropis karena produktivitas dan daya adaptasinya yang tinggi. Namun, pertumbuhan kembali (regrowth) rumput ini sering terhambat di lahan kering akibat rendahnya ketersediaan unsur hara dan kadar air tanah. Penggunaan pupuk organik cair (POC) sebagai salah satu solusi dan berpotensi meningkatkan efisiensi pertumbuhan tanpa merusak kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pupuk organik cair terhadap kemampuan regrowth Brachiaria brizantha pada kondisi lahan kering. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu P0 = Rumput Brachiaria brizantha tanpa pupuk (kontrol) P1 = Rumput Brachiaria brizantha + 100 ml POC/polybag, P2 = Rumput Brachiaria brizantha + 200 ml POC/polybag, P3 = Rumput Brachiaria brizantha + 300 ml POC/polybag, P4 = Rumput Brachiaria brizantha + 400 ml POC/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kembali rumput Brachiaria brizantha pasca pemberian pupuk organik cair berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, luas daun, klorofil daun dan berat segar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan kembali rumput Brachiaria brizantha lebih baik terlihat pada pemberian pupuk organik cair 400 ml (P4). Oleh karena itu, untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman diperlukan dosis pupuk organik yang seimbang. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami efektivitas pupuk organik cair terhadap regrowth rumput Brachiaria brizantha di lahan kering, yang merupakan pendekatan baru dalam mengelola pakan ternak secara berkelanjutan pada kondisi agroklimat terbatas. Brachiaria brizantha grass is one of the superior forage species widely utilized in tropical livestock systems due to its high productivity and adaptability. However, its regrowth is often hampered in dryland areas due to low nutrient availability and soil moisture content. The use of liquid organic fertilizer (POC) is one potential solution, as it may enhance growth efficiency without degrading soil quality. This study aimed to evaluate the effect of liquid organic fertilizer on the regrowth ability of Brachiaria brizantha under dryland conditions. A Completely Randomized Design (CRD) was used, consisting of 5 treatments and 4 replications: P0 = Brachiaria brizantha without fertilizer (control), P1 = Brachiaria brizantha + 100 ml POC/polybag, P2 = Brachiaria brizantha + 200 ml POC/polybag, P3 = Brachiaria brizantha + 300 ml POC/polybag, P4 = Brachiaria brizantha + 400 ml LOF/polybag. The results showed that the regrowth of Brachiaria brizantha following POC application had a significant effect (P<0.05) on plant height, number of tillers, number of leaves, leaf area, leaf chlorophyll content, and fresh weight. Based on the findings, it can be concluded that the regrowth of Brachiaria brizantha was most improved with the application of 400 ml POC (P4). Therefore, a balanced dose of organic fertilizer is essential to enhance plant growth. This study contributes to the understanding of the effectiveness of liquid organic fertilizer in promoting the regrowth of Brachiaria brizantha on drylands, offering a novel approach for sustainable forage management under limited agroclimatic conditions.
Inovasi Pengolahan Buah Naga Merah Menjadi Keripik Renyah di Desa Ganra Kabupaten Soppeng Nurcaya, Nurcaya; Septiani, Tri; Rijal, Syamsu; Hardianti Rosadi, Sri; Arafah, Muhammad; Yani, Ahmad; Sema, Sema; Ramadhani Syam, Irma; Ryzky Paisal, Tengku
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1809

Abstract

Pelaksanaan pelatihan pengolahan buah naga menjadi keripik renyah di Desa Ganra Kabupaten Soppeng bertujuan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan masyarakat setempat. Buah naga hasil budidaya petani hanya di petik dan di jual ke pasar lokal tanpa adanya pengolahan, bahkan harga menjadi lebih sangat murah ketika musim panen. Dalam kegiatan ini, tim pengabdian kepada masyarakat dari Univeristas Puangrimaggalatung melakukan pelatihan kepada masyarakat terkait pengolahan buah naga merah dengan menggunakan teknologi. Adapun pelatihan ini meliputi pengenalan teknologi, praktik penggunaan alat dan strategi pemasaran produk. Pelatihan pengabdian kepada masyarakat ini guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah menjadi produk, membuat kemasan menarik hingga pemasaran produk melalui e-commerce. Dari kegiatan pelatihan ini menghasilkan produk keripik renyah dari buah naga merah, menggunakan kemasan yang berkualitas, dan jangkauan pemasaran yang lebih luas, serta menambah pendapatan bagi masyarakat setempat. Alat teknologi yang digunakan merupakan teknologi tepat guna yang dapat membantu masyarakat Desa Ganra dalam membuat produk keripik buah naga dan kemasan yang berdaya saing.
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH PERTANIAN-PETERNAKAN MELALUI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI DESA PARIGI KABUPATEN WAJO sema, sema
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2025): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v6i1.2338

Abstract

Agricultural and livestock waste can serve as a source of raw materials for organic fertilizer. This waste is highly potential due to its abundant availability, yet its utilization has not been optimized to support community needs. Therefore, a community empowerment program was implemented through the production of organic fertilizer from agricultural and livestock waste. The objective of this program is to process waste into organic fertilizer to improve community welfare in Parigi Village, Takalalla Sub-district, Wajo Regency. The approach used included program socialization, counseling, theoretical and practical training, as well as assistance in the production of organic fertilizer from waste. The results of the program showed that participants demonstrated good social skills and cooperation in completing tasks. Even outside of the training sessions, their social skills were evident. The organic fertilizer produced through waste fermentation proved useful in addressing fertilizer shortages and in restoring soil fertility and environmental health. Furthermore, the counseling and training activities ran smoothly and were beneficial in fostering independence in organic fertilizer production based on agricultural and livestock waste, while also significantly increasing participants’ knowledge. Before the training, the average knowledge score was 28.75% (pre-test), and after the training it increased to 87.75% (post-test). Ongoing assistance is still needed to ensure the sustainability of the program in the future.