Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurna Beta Kimia

Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Kombinasi Kulit Batang Kelor (Moringa oleifera) dan Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) Asal Nusa Tenggara Timur Goa, Rio Fernando; Kopon, Aloisius Masan; Boelan, Erly Grizca
Jurnal Beta Kimia Vol 1 No 1 (2021): Volume 1, Nomor 1: Mei 2021
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v1i1.5168

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) dan Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan jenis tumbuhan herbal yang dapat tumbuh pada iklim tropis seperti di Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur. Kelor dan rimpang temulawak sudah secara luas digunakan oleh masyarakat karena memiliki aktivitas farmakologi. Aktivitas yang dimiliki oleh kedua jenis tanaman ini disebabkan oleh kandungan kimia yang terdapat dalam masing-masing tanaman. Eksplorasi terhadap khasiat berbagai jenis tanaman terus dilakukan salah satunya adalah dengan mengkombinasikan ekstrak setiap tanaman. Pada peneltian ini dilakukan skrining fitokimia terhadap ekstrak kombinasi kulit batang kelor dan rimpang temulawak hasil maserasi menggunakan pelarut methanol. Perbandingan kombinasi ekstrak kombinasi adalah 1:1 dan perbandingan ekstrak dan pelarut adalah 1:6. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak kombinasi kulit batang kelor dan rimpang temulawak positif mengandung kelompok senyawa alkaloid dan triterpenoid/steroid dan negated terhadao uji flavonoid, tanin dan saponin. Oleh karena itu pengujian lebih lanjut untuj menganalisis senyawa yang terkandung dan biaktivitas ekstrak kombinasi kulit batang kelor dan rimpang temulawak perlu dilakukan.
Penggunaan Ekstrak Umbi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Sebagai Indikator Asam-Basa Alami Bria, Hendriana Rosina; Leba, Maria Aloisia Uron; Kopon, Aloisius Masan
Jurnal Beta Kimia Vol 1 No 2 (2021): Volume 1, Nomor 2: November 2021
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v1i2.5579

Abstract

Umbi ubi jalar ungu merupakan salah satu sumber pigmen ungu. Kandungan senyawa utama dalam umbi ubi jalar ungu adalah antosianin. Antosianin merupakan senyawa yang dapat menunjukan perubahan warna berdasarkan pH lingkungannya. Sampel dari penelitian ini adalah umbi ubi jalar ungu yang berasal dari pulau Timor - Kupang. Ada dua variasi perlakuan sampel yang digunakan yaitu sampel basa (tanpa pengeringan) dan sampel kering (pengeringan dengan oven). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji 1). efektivitas ekstrak sampel basa (ESB) pada larutan uji pH 1-14, 2). efektivitas ekstrak sampel kering (ESK) pada larutan uji pH 1-14 3). efektivitas ESB dan ESK dalam mengidentifikasi sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1). ESB pada pH 1-2 berwarna merah pekat, pH 3-6 berwarna merah pudar, pH 7 berwarna ungu pudar, pH 8-11 berwarna hijau, pH 12-14 berwarna kuning. 2). ESK pada pH 1 berwarna merah pekat, pH 2-7 berwarna merah pudar, pH 8-11 berwarna hijau, pH 12-14 berwarna kuning, 3). ESB dan ESK memberikan perubahan warna yang jelas dalam mengidentifikasi sifat asam dan basa dari berbagai sampel.