ABSTRAK Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi dan pengetahuan generasi muda dalam pengelolaan usaha pertanian, meningkatkan jumlah dan produktivitas hasil tanaman, serta meningkatkan kemampuan mitra dalam pengelolaan pembukuan keuangan usaha tani secara sederhana dan tertib, melalui pemanfaatan lahan tidur seluas 2.000 m² dan penerapan teknologi pertanian modern berupa greenhouse berukuran 12 × 8 m yang dilengkapi sistem hidroponik DFT. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan secara berkelanjutan, dan evaluasi. Peserta kegiatan yang berjumlah 30 orang, merupakan anggota Karang Taruna, dibekali keterampilan budi daya sayuran daun dan jagung, manajemen usaha, pencatatan keuangan, strategi branding dan pemasaran, serta pemahaman mengenai legalitas produk melalui rangkaian kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Kota Depok pada periode Juli–Desember 2025. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 47,11 menjadi 77,78 atau setara 65,1%. Peresmian greenhouse dilanjutkan kegiatan penanaman serta pendampingan rutin untuk memastikan peserta mampu mengelola budi daya secara mandiri, termasuk pengaturan nutrisi, pengendalian hama, hingga pengelolaan usaha. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan produktivitas lahan, keterampilan teknis dan manajerial Karang Taruna, serta kesiapan produk yang dapat dipasarkan. Secara keseluruhan, program ini terbukti mendukung regenerasi petani muda, optimalisasi pemanfaatan lahan tidur, dan penguatan kapasitas ekonomi lokal.Kata kunci: Generasi Muda; Greenhouse; Hidroponik; Lahan Tidur; Pengabdian Masyarakat. ABSTRACTThis community service program was implemented in Cinangka Subdistrict, Sawangan District, Depok City, with the objectives of enhancing youth participation and knowledge in agricultural enterprise management, increasing crop yield and productivity, and improving partners’ capacity in maintaining simple and orderly farm financial records through the utilization of 2,000 m² of idle land and the application of modern agricultural technology in the form of a 12 × 8 m greenhouse equipped with a DFT hydroponic system. The activities comprised socialization, training, technology implementation, continuous mentoring, and evaluation. A total of 30 participants, who were members of the local Karang Taruna, were equipped with skills in leafy vegetable and maize cultivation, farm business management, financial record-keeping, branding and marketing strategies, as well as an understanding of product legal certification, through a series of community engagement activities conducted in Cinangka Subdistrict, Sawangan District, Depok City, during the period of July–December 2025. Evaluation using pre-test and post-test instruments demonstrated a significant improvement, with the average score increasing from 47.11 to 77.78, equivalent to a 65.1% increase. The greenhouse inauguration was followed by planting activities and routine mentoring to ensure participants’ ability to independently manage cultivation practices, including nutrient management, pest control, and farm business operations. The program outcomes indicated increased land productivity, improved technical and managerial competencies of the Karang Taruna members, and the readiness of marketable agricultural products. Overall, the program effectively supported young farmer regeneration, optimization of idle land utilization, and strengthening of local economic capacity.Keywords: Youth; Greenhouse; Hydroponic; Idle Land; Community Service.