Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SIMBIOSIS: Jurnal Sains Pertanian

Implementasi Pendistribusian Pupuk Bersubsidi Di Tingkat Petani Kecamatan Buay Pemuka Peliung Ditinjau Dari Segi Ketepatan Tempat, Jumlah, Harga, Jenis, Waktu Dan Mutu Tyas, Wening; Rohmah, Muslihah; Lestari, Irma
SIMBIOSIS: Jurnal Sains Pertanian Vol. 1 No. 1 (2024): Edisi Maret
Publisher : Prodi Sains Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/simbiosis.v1i1.3326

Abstract

Sektor pertanian masih menjadi sektor andalan penyediaan pangan dalam jumlah yang cukup besar dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya di Indonesia. Pertanian berperan penting dalam mendukung keberlangsungan hidup suatu negara. Selain itu, pertanian sebagai aspek penting dalam mendukung ketersediaan pangan di suatu negara. Dalam melakukan kegiatan usaha tani di Kabupaten OKU Timur tentunya di perlukan pemberian pupuk. Pupuk bersubsidi merupakan salah satu input penting dalam meningkatkan produksi pertanian, sehingga keberadaan dan pemanfaatannya memiliki posisi yang strategis.Program pemberian pupuk bersubsidi menjadi program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk meringankan beban petani agar ketika mereka memerlukan pupuk untuk tanaman pangannya, tersedia dengan harga yang terjangkau. Pemberian subsidi pupuk oleh pemerintah bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hasil dan pendapatan petani serta lingkungan yang berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi kegiatan distribusi pupuk bersubsidi. Penelitian dilaksanakan dari Februari sampai dengan bulan Maret 2023 di Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten OKU Timur Sumatera Selatan, menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Responden penelitian terdiri dari petani penerima pupuk subsidi, Teknik pengumpulan data menggunakan cara observasi, wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan distribusi pupuk bersubsidi di Kecamatan Buay Pemuka Peliung OKU Timur terkait enam tepat (jenis, harga, jumlah,tempat, waktu, dan mutu) memerlukan penyempurnaan dan pengawasan agar kebijakan subsidi pupuk ini memberikan
Analisis Perilaku Konsumsi Rumah Tangga Terhadap Beras Organik Dari Desa Sumber Suko Kecamatan Belitang Kabupaten OKU Timur Tyas, Wening; Alifia Okta Billa Margita; Depriansyah, Ardi Yuda
SIMBIOSIS: Jurnal Sains Pertanian Vol. 2 No. 1 (2025): Edisi Maret
Publisher : Prodi Sains Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/m28ppv95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi rumah tangga terhadap beras organik dari Desa Sumber Suko, Kabupaten OKU Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2017 di Desa Sumber Suko, Kecamatan Belitang, menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel insidental. Data yang digunakan mencakup data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi rumah tangga terhadap beras organik tergolong tinggi, dengan skor total 84,67 berdasarkan tujuh indikator, yaitu kualitas, harga, kemudahan memperoleh, ketersediaan, kemasan, keamanan, dan manfaat kesehatan dari beras organik.
Pengaruh Pemberian POC Tauge Dan Seresah Daun Bagi Pembuahan Jambu Air (Syzygium aqueum) Varietas Deli Hijau Dengan Teknik Alifia Okta Billa Margita; Tyas, Wening
SIMBIOSIS: Jurnal Sains Pertanian Vol. 2 No. 2 (2025): Edisi September
Publisher : Prodi Sains Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/74bjsc63

Abstract

Jambu air (Syzygium samarangense)  Varietas Deli Hijau merupakan tumbuhan dalam suku jambu jambuan asli Indonesia. Tumbuhan ini dapat tumbuh hampir semua wilayah Indonesia karena dapat menyesuaikan jenis tanahnya asalkan tanahnya subur, gembur, dan banyak air. Varietas baru jambu air MDH, disarankan agar varietas ini dibudidayakan dengan metode "tabulampot" (tanaman buah dalam pot) daripada ditanam langsung di lahan terbuka. Permasalahan yang ditemui dalam budidaya Tabulampot adalah perlunya perawatan yang intensif untuk merangsang pembuahan.  Penggunaan pupuk organik dapat memicu terjadinya proses pengikatan dan pelepasan ion dalam tanah yang berperan dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh POC Tauge dalam proses pembuahan Jambu Air dengan sistem Tabulampot. Metode yang digunankan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimen. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan dan 4 ulangan pada masing-masing perlakuan. Perlakuan terdiri dari: P1: Kontrol, P2: POC Tauge. Pengamatan dilakukan terhadap unutuk melihat variabel pertumbuhan meliputi keberhasilan POC, waktu munculnya bunga, dan waktu munculnya buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan POC Tauge dengan dosis 20ml/1 liter air sebagai perangsang pembuahan jambu air nyata hasilnya dibandingkan dengan yang tidak menggunakan POC yang tidak muncul buahnya selama pengamatan.
Pengendalian Busuk Batang pada  Daun Sawi Dengan Pestisida Nabati Ekstrak Daun Kelor Ima Arniati; Tyas, Wening; Pratama, Lisa
SIMBIOSIS: Jurnal Sains Pertanian Vol. 2 No. 2 (2025): Edisi September
Publisher : Prodi Sains Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/zaxkvv90

Abstract

Penyakit busuk batang merupakan salah satu masalah utama dalam budidaya tanaman sawi yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi signifikan. Penggunaan pestisida kimia sintetis yang berlebihan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak daun kelor sebagai pestisida nabati ramah lingkungan untuk mengendalikan penyakit busuk batang pada tanaman sawi. Penelitian dilaksanakan di Desa Bumi Harjo, Lampung pada tanggal 16 April 2025 menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL).Ekstrak daun kelor diperoleh melalui metode perendaman dengan perbandingan berat daun kering dan volume air 1:5 (w/v) selama 24 jam. Perlakuan terdiri dari lima konsentrasi ekstrak daun kelor yaitu 0% (kontrol), 5%, 10%, 15%, dan 20% yang diaplikasikan setiap tiga hari sekali selama 21 hari. Parameter yang diamati meliputi intensitas serangan penyakit, luas daun terserang, dan pertumbuhan tanaman. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor berpengaruh signifikan terhadap pengendalian penyakit busuk batang pada tanaman sawi. Konsentrasi 15% memberikan efektivitas pengendalian sebesar 55,2% dengan penurunan luas daun terserang sebesar 68,2% ± 3,4%. Konsentrasi 20% menunjukkan efektivitas tertinggi mencapai 67,1% dengan kategori sangat efektif. Selain itu, perlakuan ekstrak daun kelor juga meningkatkanpertumbuhan tanaman sawi dengan tinggi rata-rata 35,6 cm ± 2,2 cm pada konsentrasi 15% dibandingkan kontrol yang hanya 27,3 cm ± 1,8 cm. Senyawa bioaktif dalam daun kelor seperti flavonoid, tanin, dan saponin berperan sebagai agen antimikroba yang menghambat pertumbuhan patogen penyebab busuk batang. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kelor efektif sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan penyakit busuk batang pada tanaman sawi dan merupakan alternatif yang ramah lingkungan, ekonomis, dan berkelanjutan untuk menggantikan pestisida kimia sintetis.