Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Green School and Its Implementation in Islamic Educational Institutions in Indonesia Mahyani, Aang; Ruswandi, Agus
Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal Vol. 9 No. 2 (2024): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v9i2.30171

Abstract

Climate change regarding global warming threatens human life on earth, so there needs to be solutions from various parties to reduce the negative effects of climate change. Implementing these principles in Islamic educational institutions in Indonesia still needs to improve understanding, policies, and implementation in the field. Therefore, this study aims to analyse the implementation of Green Schools in Islamic educational institutions in Indonesia, identifying factors that support and hinder its implementation. The research method used is a case study with a qualitative approach—data collection techniques using document analysis from research results published in national and international journals. Data analysis is done through data condensation, data display, and verification. The green school program is a program that must be implemented in educational institutions. Green schools and green buildings can improve teacher performance and academic achievement. Various Islamic educational institutions have carried out green school programs; some have received Adiwiyata awards from the Indonesian Government. However, Islamic education institutions still need to implement green schools properly. Islamic educational institutions should consistently implement green school programs in their respective institutions to reduce climate change's negative effects. Perubahan iklim dan pemanasan global mengancam kehidupan manusia, sehingga diperlukan solusi dari berbagai pihak untuk mengurangi dampak negatifnya. Salah satu solusi adalah program green school di lembaga pendidikan, termasuk di lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Namun, implementasi program ini masih menghadapi tantangan, terutama terkait pemahaman, kebijakan, dan pelaksanaan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi green school di lembaga pendidikan Islam, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan teknik analisis dokumen dari jurnal nasional dan internasional. Program green school memiliki manfaat, seperti meningkatkan kinerja guru dan prestasi akademik siswa. Walau beberapa lembaga telah meraih penghargaan Adiwiyata, konsistensi penerapan di lembaga pendidikan Islam perlu ditingkatkan untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
Learning Islamic Religious Education with Muhammadiyah Nuances in Universities Badriah, Siti; Handayani, Dita; Mahyani, Aang; Arifin, Bambang Syamsul
Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2023): Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/tijie.v4i2.401

Abstract

Islamic Religious Education learning has not achieved maximum goals, and many sides of knowledge that must be improved. Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) is a university that has a unique curriculum for learning Islamic Religious Education by adjusting the central curriculum. This paper aims to describe the learning of Islamic Religious Education at Muhammadiyah Bandung University in developing Islamic Religious Education learning in Indonesian universities. The method used in this research uses qualitative methods through data collection techniques carried out by observation, interviews, literature studies, and documentation. The results showed that the Muhammadiyah University of Bandung has a unique model of learning Islamic Religious Education called Al Islam and Kemuhammadiyahan (AIK). This model was developed to solve the problem of learning Islamic Religious Education that is common in universities in Indonesia. Therefore, the AIK model at the Muhammadiyah University of Bandung can be an alternative to Islamic Education learning in other universities in Indonesia.
Pendidikan Hati Dalam Perspektif Ibnu Rajab Al-Hambali Islam, Najma Intishoril; Mahyani, Aang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas konsep tarbiyah (pendidikan) dan hati (qalb) dalam perspektif Islam serta keterkaitan keduanya dalam pembinaan keimanan. Tarbiyah dalam Islam tidak hanya dimaknai sebagai proses transfer ilmu, tetapi sebagai proses pembinaan bertahap menuju kesempurnaan akhlak, iman, dan amal. Hati dipandang sebagai pusat kesadaran spiritual dan penentu kualitas keimanan seseorang. Oleh karena itu, kondisi hati—baik lembut, sakit, maupun keras—menjadi faktor utama dalam keberhasilan pendidikan ruhani. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh dari sumber-sumber primer berupa Al-Qur’an, hadis Nabi ﷺ, serta kitab-kitab tafsir dan karya ulama klasik, serta didukung oleh literatur sekunder yang relevan. Analisis dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk mengkaji dalil-dalil dan penjelasan ulama secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerasnya hati disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya banyak berbicara tanpa dzikir, ingkar janji, banyak tertawa, banyak makan, serta banyak melakukan dosa. Adapun pelembut hati meliputi memperbanyak dzikir dan membaca Al-Qur’an, menyayangi anak yatim, mengingat kematian, berziarah kubur, mengambil pelajaran dari umat terdahulu, serta menjaga kehalalan makanan. Dengan demikian, tarbiyah yang berorientasi pada pembinaan hati menjadi kunci utama dalam membentuk pribadi muslim yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
Pemahaman Santriwati Terhadap Fiqih Puasa Wajib di Pondok Pesantren Zaadul Ma’ad Palembang Aini, Huril; Mahyani, Aang
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 2 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i2.5300

Abstract

This study aims to analyse female students’ understanding of the fiqh of obligatory fasting at the Zaadul Ma’ad Islamic Boarding School in Palembang. The study employs a descriptive qualitative approach, with female students selected through purposive sampling. Data collection was conducted through in-depth interviews to explore the female students’ conceptual understanding, observation of the fiqh learning process, and a documentary study of teaching materials and learning records. The data obtained were analysed using the Miles and Huberman model, which comprises the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings indicate that the majority of female students have understood the basic concepts of obligatory fasting fiqh, including its definition, purpose, obligatory conditions, intention, and the factors that invalidate fasting. However, their understanding of the distinction between factors that invalidate fasting and those that are merely disliked (makruh), as well as their understanding of contemporary issues in fasting fiqh, remains limited. These findings highlight the need for more contextual and practical fiqh education so that female students can relate the concepts of fasting fiqh to the real-life situations they face in their daily lives
Dinamika Kedisiplinan Santri: Antara Ketegasan Pesantren Dan Karakter Generasi Z Di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu Setiawan, Ilham Dwi; Mahyani, Aang
Arus Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v6i1.2478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu yang berada di antara ketegasan sistem pesantren dan karakter santri Generasi Z. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara ketegasan tata tertib pesantren yang telah dirumuskan secara formal dengan realitas perilaku santri yang masih menunjukkan berbagai bentuk pelanggaran disiplin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan pengasuh pesantren, musyrif dan musyrifah, wali kelas, serta santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketegasan pesantren di MBS Bumiayu telah dibangun melalui tata tertib pesantren dan pakta integritas wali santri, namun implementasinya belum berjalan optimal akibat lemahnya konsistensi pendampingan oleh musyrif dan musyrifah. Respons santri Generasi Z terhadap ketegasan pesantren sangat dipengaruhi oleh kedekatan emosional dengan pendamping, sehingga kurangnya pendekatan humanis memunculkan kepatuhan semu dan perilaku menyimpang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan kedisiplinan santri di pesantren memerlukan keseimbangan antara ketegasan aturan dan pendekatan humanis yang berorientasi pada internalisasi nilai tauhid, iman, dan ibadah.
Efektivitas Metode Qoidah Nuroniyyah terhadap Ketepatan Makhraj Bacaan Al-Qur’an Anak TPQ Usia Sekolah Dasar Musdalifa, Musdalifa; Mahyani, Aang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Metode Qoidah Nuroniyyah terhadap ketepatan makhraj bacaan Al-Qur’an anak TPQ usia sekolah dasar. Ketepatan makhraj merupakan aspek penting dalam membaca Al-Qur’an karena kesalahan dalam pelafalan huruf hijaiyah dapat memengaruhi makna dan kesempurnaan bacaan. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang sistematis dan terstruktur untuk meningkatkan kualitas pelafalan sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment melalui model pretest-posttest control group design. Penelitian dilaksanakan di Rumah Qur’an Ar Royan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan subjek sebanyak 20 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan membaca Al-Qur’an yang difokuskan pada ketepatan makhraj huruf hijaiyah sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-test untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara sebelum dan sesudah penerapan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 60 meningkat menjadi 87 pada posttest. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (p) sebesar 0,001 pada taraf α = 0,05, sehingga p < α dan hipotesis nol ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa Metode Qoidah Nuroniyyah efektif dalam meningkatkan ketepatan makhraj bacaan Al-Qur’an. Metode yang disusun secara bertahap dan menekankan latihan artikulasi terbukti membantu peserta didik melafalkan huruf sesuai kaidah tajwid secara lebih tepat dan konsisten.