Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KARAKTERISTIK DAN MOTIVASI PETANI DALAM USAHA TANI KEDELAI DI KECAMATAN LEUWIDAMAR Mubarok, Robby; Agustina Rusadi, Widya; Triguna, Rizki; Meilani, Yusi; Fitriyah, Sri; Rizkyta Ananda, Lintang
Berajah Journal Vol. 4 No. 10 (2025): Berajah Journal
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v4i10.514

Abstract

Soybean is a vital source of vegetable protein and used in food and animal feed industries. However, soybean production and land area in Indonesia have been declining due to the influx of cheap imported soybeans, which lowers local prices and discourages farmers from cultivating soybeans. This research aims to identify the factors influencing the motivations and characteristics of soybean farmers in Leuwidamar District, Lebak, Banten. Using a survey method and random sampling, 72 out of 251 farmers were selected. The results show that the farmers are mostly in their productive age, with limited land, low farming experience, small capital, basic education, and many dependents. Key motivating factors include age, farming experience, land tenure, income, availability of agricultural inputs, and extension services. Farmers value hands-on experience over formal education, and both farmers with few and many dependents have similar motivations to cultivate soybeans, driven by government programs, income generation, skill improvement, and external encouragement from relatives, neighbors, and agricultural extension workers.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) BINA MANDIRI MELALUI PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) Agustina Rusadi, Widya; Meilani, Yusi; Mubarok, Robby; Fitriyah, Sri; Triguna, Rizki; Dibyantoro, Dibyantoro
Berajah Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Berajah Journal
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v5i3.612

Abstract

Empowerment is an approach to enhance the capabilities or power of one party to the weaker or less powerful party. Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) is a program that utilizes environmentally friendly yards, aimed at fulfilling food and nutritional needs, as well as increasing income to improve community welfare. Juhut Village has implemented KRPL since 2014 and has the potential for further development. This study aims to analyze the empowerment of the Bina Mandiri Women Farmers Group (KWT) through KRPL. The method used is descriptive qualitative with purposive sampling in Juhut Village, Karangtanjung District, Pandeglang, Banten. The data used includes primary and secondary data, with a census method applied to 25 members of the KWT Bina Mandiri. Data collection techniques included observation, interviews, and literature studies. Data analysis was conducted descriptively and through tabulation. The results of the study indicate a significant impact on the increase in knowledge among KWT Bina Mandiri members regarding farming efforts, yard utilization, and fulfilling food needs through the KRPL program.
Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi pada Usahatani Cabai Merah (Capsicum Annum L) Fitriyah, Sri; Meilani, Yusi; Triguna, Rizky; Mubarok, Robby; Anjani, Melawati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i1.131

Abstract

Penelitian dilakukan di Desa Sukarame Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi terhadap jumlah produksi pada usahatani cabai merah (2) Efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani cabai merah. Alat analisis yang digunakan adalah fungsi produksi Cobb-Douglas. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi secara simultan digunakan uji F, dan untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi secara parsial digunakan uji t. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.  Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus, dengan responden sebanyak 32 orang. Rata-rata produksi cabai merah dalam satu kali produksi adalah 6.096 kg, dengan rata-rata penggunaan lahan adalah   0,52 ha, benih 80,63 gr, pupuk kandang 1.963 kg, urea 99,22 kg, SP36 112,81 kg dan tenaga kerja 21,42 HKP.  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa secara bersama-sama semua variabel bebas mempengaruhi produksi cabai merah dengan R2 sebesar 0,899, dan secara individu variabel bebas yang berpengaruh nyata terhadap produksi cabai merah adalah luas lahan, benih, pupuk kandang, SP36 dan tenaga kerja. Sedangkan variabel urea tidak berpengaruh nyata terhadap produksi cabai merah pada taraf kepercayaan 95%. Penggunaan luas lahan, pupuk kandang, dan SP36 belum efisien, sedangkan penggunaan benih, urea dan tenaga kerja tidak efisien.
Respons Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Padi (Oryza Sativa L) Akibat Pemberian Azolla Microphylla pada Waktu yang Berbeda Meilani, Yusi; Rusadi, Widya Agustina; Mubarok, Robby; Ruhdiah, Khoirun Nissa
Indo Green Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i1.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu terbaik pemberian Azolla microphylla terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Sukawana Kecamatan Serang Provinsi Bante dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorian (RAK) yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor yang diteliti meliputi varietas pad (V) yaitu: Inpari Sidenuk (V1), Mira 1 (V2), dan Pandan Putri (V3) dan waktu pemberian Azolla microphylla (A) yaitu: 10 hari setelah tanam (A1), 20 hari setelah tanam (A2), 30 hari setelah tanaman (A3), 40 hari setelah tanam (A4), dan 50 hari setelah tanam (A5). Parameter yang diamati antara lain: tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, jumlah gabah per malai, bobot gabah sampel, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa, bobot 1000 butir, gabah kering panen, dan gabah kering giling. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan beberapa varietas memberikan pengaruh yang nyata, sedangkan waktu pemberian Azolla microphylla tidak memberikan pengaruh yang nyata pada masing-masing varietas.