Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Budidaya Jamur Tiram di Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara Nasution, Irda Wahidah; Nasution, Nurul Hidayah
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i1.382

Abstract

Mushroom mushrooms, besides having a delicious taste, even similar to chicken meat, also have a nutritious content that is quite beneficial, so today they are a choice for the community as a food worth consuming. This makes the market demand for peanut mushrooms increase, not only from home but also from abroad, which is still a huge opportunity. Besides other advantages, the cultivation method is easy, can be done all year round, and does not require large land. Mushroom mushrooms are quite environmentally tolerant and can be used as primary or secondary work. Dusun VIII Angsana in Bandar Khalipah Village is a village located in Deli Serdang district, North Sumatra. The village community of Bandar Khalipah has a wide variety of occupations to fulfill everyday life, but his wives are mostly ordinary housewives. The method used is to enhance the knowledge and skills of household mothers in the family environment. Household mothers are representatives of the community who can use their free time for useful activities. The population profile in this area is appropriate for acquiring additional knowledge and skills that are useful for improving the quality of life and can also boost the economy. The target is the 8th Angsana Municipality of Bandar Khalipah, which has a total of 30 people composed of different household mothers. These households are expected to be stakeholders who can spread information to other members of the community. The procedure for the implementation of dedication to the community consists of three stages, including a survey and interview, preparation, and execution. Implementation of the program consists of several interactive activities from the beginning of the training activities in the form of tutorials presented in the room as well as practical activities followed by the partner members in the form of practices carried out outside the meeting room. The goal of this program is to continue the consistent mushroom-based culinary endeavors, so that will help the community to be able to engage directly or indirectly in the whole of the mushrooms. Through the various mushmo kulinery endeavors, it is expected to strengthen in the cultivation of fungus that, in the long term, will be very beneficial to all parties, the nature will be sustainable, including the society, and macro will be upgraded in his life. When the mindfulness of fungi can be an excellent product in the village of Bandar Khalipah, then consumers will come not only to travel but also to cook
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Sel Menggunakan Strategi Pembelajaran Praktikum-Presentase-Diskusi yang digunakan untuk Menilai Pemahaman Konsep Siswa Nasution, Irda Wahidah; Nasution, Nurul Hidayah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7151

Abstract

Pemahaman konsep biologi harus diajarkan sejak siswa berada pada sekolah dasar. Siswa-siswa yang berada pada sekolah dasar sedang mengalami periode emas dalam pertumbuhan fisik dan pikiran.  Salah satu variasi pembelajaran yang dapat dilakukan adalah menerapkan metode PPD (Praktikum, metode Presentasi-Diskusi). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan perangkat pembelajaran dari penerapan metode pembelajaran PPD dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-experimental dengan One Group Pretest-Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa MA kelas XI tahun akademik 2022/2023. Subjek penelitian dipilih secara acak berjumlah 30 siswa.  Hasil penelitian menunjukkan pengembangan perangkat pembelajaran melalui metode pembelajaran PPD dalam materi sel terbukti berpengaruh dalam meningkatkan penguasaan konsep siswa. Peningkatan penguasaan konsep dapat dilihat dari perubahan tingkat pemahaman siswa dimana diperoleh rata-rata peningkatan penguasaan konsep sebesar 44,18 yang dilihat dari pengetahuan awal (pretest) sebesar 37,12 meningkat setelah diterapkan strategi pembelajaran PPD (posttest) menjadi 83,30. Berdasarkan standar KKM menunjukkan pengembangan perangkat pembelajaran melalui pembelajaran PPD terhadap KKM pada penguasaan konsep berada pada rentang 71-85 yang dinyatakan dalam kategori tinggi
Efforts to Improve Scientific Literacy Through Ethnoscience-Based Learning in Science Learning Nasution, Nurul Hidayah; Nasution, Irda Wahidah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2618

Abstract

Education in the 21st century demands students to possess critical and creative thinking skills, effective communication abilities, and collaborative competencies in the learning process. Science education plays a strategic role in integrating literacy skills with scientific understanding, as it examines natural phenomena through systematic scientific methods. In science learning, students are expected not only to master scientific concepts but also to develop problem-solving skills, critical thinking, and the ability to apply knowledge in real-life contexts. However, scientific literacy that integrates cultural perspectives remains insufficiently emphasized in the Indonesian education curriculum. Incorporating scientific literacy through cultural contexts is essential as an effort to strengthen students’ sense of patriotism and appreciation of national cultural identity. This article employs a literature review method by analyzing and synthesizing findings from national research articles related to ethnoscience-based learning and scientific literacy. A meta-analysis approach was conducted by tracing relevant publications indexed in Google Scholar and Portal Garuda from 2023 to 2025. The selected articles were analyzed descriptively to identify patterns, key findings, and implications regarding the effectiveness of ethnoscience-based learning in enhancing students’ scientific literacy. The results of the analysis indicate that ethnoscience-based learning contributes positively to students’ attitudes toward science, conceptual understanding, and scientific reasoning skills. This approach emphasizes integrated understanding by connecting scientific concepts with local culture, traditional knowledge, and the surrounding environment, thereby making learning more contextual and meaningful. Furthermore, the appropriate use of learning media aligned with instructional objectives, learning materials, and students’ characteristics is crucial in supporting the successful implementation of ethnoscience-based learning. Overall, ethnoscience-based learning is a promising approach to improving scientific literacy while preserving and valuing local cultural wisdom.ABSTRAKPendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki keterampilan berpikir kritis dan kreatif, kemampuan berkomunikasi secara efektif, serta keterampilan bekerja sama dalam proses pembelajaran. Pembelajaran IPA memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan kemampuan literasi dengan pemahaman sains, karena IPA mempelajari fenomena alam melalui metode ilmiah yang sistematis. Dalam pembelajaran IPA, peserta didik tidak hanya dituntut memahami konsep, tetapi juga mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, berpikir kritis, dan penerapan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, literasi sains yang terintegrasi dengan aspek budaya masih jarang mendapat perhatian dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Padahal, penerapan literasi sains berbasis budaya penting sebagai upaya menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui penguatan identitas budaya bangsa. Artikel ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menganalisis dan menelaah artikel penelitian nasional yang relevan dengan pembelajaran berbasis etnosains dan literasi sains. Penelusuran artikel dilakukan melalui Google Scholar dan Portal Garuda pada rentang tahun 2023–2025. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan temuan penelitian, kemudian disintesis guna memperoleh kesimpulan mengenai peran pembelajaran berbasis etnosains dalam meningkatkan literasi sains. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis etnosains mampu mengembangkan sikap positif terhadap sains, meningkatkan pemahaman konsep, serta memperkuat kemampuan berpikir ilmiah peserta didik. Pendekatan ini menekankan pemahaman terpadu dengan mengaitkan konsep sains dengan budaya lokal, pengetahuan tradisional, dan lingkungan sekitar sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Selain itu, pemilihan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, materi, dan karakteristik peserta didik menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas pembelajaran berbasis etnosains.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Buku Etnobiologi Nasution, Irda Wahidah; Nasution, Nurul Hidayah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11909

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di abad ke-21 ini harus dikuasai oleh setiap orang. Di abad ini, teknologi sangat penting untuk setiap aspek kehidupan. Teknologi itu sendiri tidak muncul secara otomatis, teknologi membutuhkan ilmu pengetahuan sebagai fondasinya. Sumber daya manusia yang berkualitas dengan kemampuan bertindak cepat, tepat, kreatif, dan inovatif diperlukan untuk penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mata kuliah etnobiologi merupakan mata kuliah tambahan ditempuh oleh mahasiswa semester delapan pada program studi pendidikan biologi. Mata kuliah ini berisi tentang segala hal yang berkaitan dengan etnis dan budaya. Bahan ajar yang selama ini digunakan dalam kegiatan pembelajaran merupakan bahan ajar sederhana yang dibuat oleh dosen dengan mengggunakan referensi artikel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahan ajar yang perlu dikembangkan untuk mata kuliah etnobiologi. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan biologi. Sampel dipilih secara acak sebanyak 50 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi kegiatan perkuliahan dan angket terbuka untuk mahasiswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi pada pembelajaran mata kuliah etnobiologi adalah belum adanya bahan ajar yang bisa dijadikan sebagai pegangan dalam proses pembelajaran. Hasil analisis angket kebutuhan mahasiswa menunjukkan bahwa 1) bahan ajar diperlukan oleh mahasiswa adalah berupa buku ajar, 2) materi di dalam buku ajar berisi tentang: sejarah etnobiologi, ruang lingkup etnobiologi, etnozoologi, etnobotani, etnofermentasi, etnoekologi. Studi ini merupakan bagian dari studi awal pengembangan buku ajar sebagai bahan ajar mata kuliah etnobiologi