Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Kesesuaian Pemanfaatan Pola Ruang Kota Baubau (Studi Kasus: Kecamatan Batupoaro, Murhum dan Wolio) Izat, Asnawati; Restele, La Ode; Harimuddin, Jamal
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 5, No 1 (2021): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v5i1.16169

Abstract

Abstrak: Kota Baubau yang terus berkembang mengakibatkan pesatnya pertumbuhan penduduk dan peningkatan kebutuhan lahan sehingga cenderung mempengaruhi pola ruang wilayah kota. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui berapa besar penyimpangan pemanfaatan pola ruang; (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyimpangan pemanfaatan pola ruang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini:             (1) analisis overlay dan analisis kesesuaian pemanfaatan pola ruang untuk melihat tingkat kesesuaian pemanfaatan pola ruang dan mengetahui besaran penyimpangan pemanfaatan pola ruang; (2) analisis regresi berganda dengan variabel dummy untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi penyimpangan pola ruang. Hasil penelitian antara lain: (1) besaran klasifikasi luas lahan yang sesuai terhadap rencana tata ruang di lokasi penelitian (Kecamatan Batupoaro, Murhum dan Wolio) adalah seluas 2.438 ha (67%), klasifikasi belum terbangun seluas    1.097 ha (30%), dan klasifikasi tidak sesuai atau menyimpang seluas 104 ha (3%) dari luas wilayah perencanaan; (2) faktor yang paling signifikan mempengaruhi penyimpangan pola ruang adalah faktor perizinan. Kata Kunci: Evaluasi, Kesesuaian, Pola Ruang
Identifikasi Pusat Pertumbuhan dan Wilayah Pendukungnya dalam Pengembangan Wilayah Kota Kendari Yahya, Fifi; Harimuddin, Jamal; Restele, La Ode; Fitriani, Fitriani
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 5, No 2 (2021): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v5i2.21509

Abstract

Abstrak Pusat pertumbuhan ialah wilayah atau kawasan yang pertumbuhannya sangat pesat sehingga dijadikan sebagai pusat pembangunan yang mempengaruhi wilayah lain di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui wilayah mana saja yang termasuk dalam kategori orde I sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kota Kendari; (2) mengetahui interaksi antara pusat pertumbuhan dan wilayah pendukung disekitarnya. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis skalogram untuk mengetahui pusat pertumbuhan wilayah dan analisis gravitasi untuk mengetahui interaksi antara pusat pertumbuhan dan wilayah pendukung. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) wilayah yang termasuk dalam kategori orde I sebagai pusat pertumbuhan utama di Kota Kendari adalah Kelurahan Bende, Korumba dan Kambu; (2) pusat pertumbuhan Kelurahan Bende memiliki hubungan interaksi yang paling erat dengan Kelurahan Pondambea sebagai daerah sekitarnya (hinterland), pusat pertumbuhan Kelurahan Korumba memiliki hubungan interaksi yang paling erat dengan Kelurahan Alolama sebagai daerah hinterland, dan  pusat pertumbuhan Kelurahan Kambu memiliki hubungan interaksi yang paling erat dengan Kelurahan Padaleu sebagai hinterland. Kata Kunci: Pusat pertumbuhan, Interaksi wilayah, Analisis Skalogram, Analisis Gravitasi Abstract The growth center is a region or area that is very rapidly growing so that it is made as a development center affecting other regions around it. The research aims to: (1) Know which areas are intended in the category I order as the center of economic growth in the city of Kendari; (2) Know the interaction between the growth center and the surrounding area supporting. Data analysis methods used in this study: Analysis of Skalogram to find out the regional growth and Gravity analysis to know the interaction between growth centres and support areas. The results of the research include: (1) The region that belongs to the category of order I as the main growth center in the district of Kendari is Bende village, Korumba and Kambu; (2) village Bende Growth Center has the most closely related interaction with the village Pondambea as the surrounding area (hinterland), village Korumba Growth Center has the most closely related interaction with Alolama village as its surrounding area (hinterland) and village Kambu Growth Center has the most close interaction relationship with Padaleu village as its surrounding area (hinterland).Keywords: Growth Center, Area Interactions, Analysis Skalogram, Analysis Gravity
Pengembangan Ornamental Landscape yang Berkelanjutan untuk Mengurangi Surface Urban Heat Island di Masjid Asy-Syifaa Kota Kendari Bahdad, Bahdad; Harimuddin, Jamal; Aris, Armayanti; Rianse, Muhammad Iqbal Kusumabaka; Aulia, Fina; Syafii, Muhammad; Anggriani, Reffi; Fansuryah, Riyan; Nursakinah, Siti; Nurgiantoro
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.3.333-343

Abstract

Revegetation based on the ornamental landscape is one of the efforts to reduce the surface of urban heat islands (SUHI), the intensity of which is always influenced by land surface temperature (LST). The focus of the PBM scheme community service program in the scope of PKM is disaster mitigation due to climate change, significantly reducing the risk of disasters due to LST. The program aims to reduce SUHI through vegetation modification using edible and ornamental plants as elements forming the landscape with a public education approach and revegetation actions. The results of PBM-PKM in public education activities show the high enthusiasm of the community in participating in activities and show that the level of partner understanding of the concept of revegetation has reached 100%. As a result of revegetation activities, as many as 342 edible plants and ornamental plant seeds invested in the community were successfully planted in the Asy-Syifaa Mosque, Kendari City landscape. The achievement of increasing the level of community empowerment shows a significant increase in understanding regarding the importance of creating vegetation in the yard landscape to reduce the risk of disasters due to rising LST through vegetation, which has been understood 100% by target partners. The results of monitoring and evaluating the growth of edible plants and ornamental plants as landscape-forming elements were able to grow well in the Asy-Syifaa Mosque area.