Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS PIJAT OKSITOSIN DENGAN BREAST CARE TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM DI RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU KLATEN Oktaviona, Fina; Sulatri, Sulatri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43139

Abstract

Berbagai metode telah dicoba untuk meningkatkan produksi ASI, salah satunya adalah pijat oksitosin dan breast care. Pijat oksitosin bertujuan merangsang pelepasan hormon oksitosin yang penting dalam proses laktasi, sedangkan breast care membantu memperlancar aliran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang efektivitas kombinasi pijat oksitosin dan breast care dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum melalui studi kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asuhan keperawatan dengan pijat oksitosin dan breast care terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu post partum melalui pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan memberikan asuhan keperawatan yang melibatkan pijat oksitosin dan breast care kepada 5 pasien ibu post partum. Asuhan keperawatan dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan pengukuran volume ASI sebelum dan setelah intervensi. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara untuk mendapatkan gambaran tentang perubahan produksi ASI pada setiap pasien. Hasil dari studi kasus ini menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI yang signifikan setelah penerapan pijat oksitosin dan breast care pada setiap ibu post partum. Peningkatan produksi ASI terlihat pada semua pasien, yang mengindikasikan bahwa asuhan keperawatan ini efektif dalam mendukung kelancaran laktasi pada ibu post partum. Pijat oksitosin dan breast care yang diberikan dalam bentuk asuhan keperawatan terbukti efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi praktik perawatan ibu pasca persalinan, serta memperkaya pengetahuan tentang metode yang dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Optimalisasi “Semangat KB” Pada Pasangan Usia Subur (PUS) Melalui Edukasi Kesehatan Azlina, Fitri Ayatul; Apriani, Apriani; Rosa Rita, Titian Rachmawati; Rusmilawati, Nila; Sulatri, Sulatri; Aprilianti, Aprilianti; Masliana, Masliana; Musrifah, Ainun; Yunus, Muhammad; Anwari, Anwari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7419

Abstract

Program keluarga berencana merupakan upaya pemerintah untuk menurunkan angka fertlitas guna mengupayakan kehidupan yang sehat dan berkualitas. Pasangan Usia Subur (PUS) diprioritaskan untuk mendapatkan program KB tersebut. Meskipun demikian, masih banyaknya PUS yang belum memiliki pemahaman yang baik mengenai berbagai macam metode kontrasepsi. Tenaga kesehatan seperti perawat, bidan, serta mahasiswa kesehatan memegang peran penting untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman PUS mengenai KB. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan bagi pasangan usia subur agar memperoleh kesadaran serta pemahaman yang baik dalam menggunakan KB. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kerja sama intitusi pendidikan dengan wahana praktik mahasiswa profesi yang bertempat di Poli KIA RSUD Ratu Zalecha Martapura. Metode kegiatan berupa edukasi kesehatan. Sebanyak tiga pasangan usia subur yang memeriksakan kehamilannya diambil menjadi peserta kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 16 September 2025. Adapun tahapan-tahapan kegiatan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan dapat terlihat dari peserta kegiatan yang antusias dan interaktif saat melakukan sesi tanya jawab. Kegiatan edukasi kesehatan ini cukup efektif dalam memberikan pemahaman bagi pasangan usia subur yang masih kebingungan menentukan metode kontrasepsi yang sesuai. Dengan demikian, kegiatan edukasi kesehatan ini memberikan pemahaman dan keterlibatan pasangan usia subur dalam menentukan metode kontrasepsi.