Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Asuhan Keperawatan pada Pasien yang Mengalami Tetanus dengan Gangguan Mobilitas Fisik di Ruang Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Koesnadi Bondowoso Agustini, Rahmawati Catur; Haryanti, Dwi Yunita
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i2.34

Abstract

Tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Clostridium Tetani merupakan bakteri yang memproduksi eksotoksin dan tetanospamin. Penyakit ini menyebabkan kontraksi khususnya pada rahang dan otot leher, umumnya dikenal sebagai kejang mulut. Metode Penelitian: Studi kasus pada 2 klien yang mengalami Tetanus yang dilakukan pada bulan Februari 2023, pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, serta studi dokumentasi pasien. Hasil: Terdapat kesamaan pada pengkajian, analisa data, diagnosa, intervensi, serta implementasi pada pasien, namun terdapat perbedaan pada evaluasi yang menyesuaikan dengan kondisi pasien. Kesimpulan: Asuhan Keperawatan yang diberikan pada klien 1 dan 2 permasalahan keperawatannya teratasi dan teratasi sebagian. Dengan begitu, perawat memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pemberian edukasi melakukan mobillitas fisik untuk mengurangi kekakuan sendi.
Asuhan Keperawatan Pasien yang Mengalami Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dengan Pola Nafas Tidak Efektif di Ruang Melati RSD Balung Jember Agustina, Intan Isnaini; Haryanti, Dwi Yunita
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i2.35

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyakit yang menyerang pernafasan sehingga terjadi sesak nafas, dapat ditandai dengan obstruksi jalan nafas yang buruk, sehingga menyebabkan terjadinya penyempitan pada saluran pernafasan sehingga penderita mengalami sesak nafas. Studi kasus ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami PPOK dengan pola nafas tidak efektif di ruang Melati RSD Balung Jember. Metode Penelitian : studi kasus pada 2 klien yang mengalami Penyakit Paru Obstruktif Kroni, yang dilakukan pada bulan Oktober 2022, pengumpulan data menggunakan metode wa-wancara, observasi, pemeriksaan fisik serta studi dokumentasi. Pengkajian yang dil-akukan pada pasien 1 dan 2 didapatkan keluhan yang sama berupa sesak nafas, disertai batuk dan pada pemeriksaan fisik didapatkan suara nafas tambahan berupa wheezing. Diagnosis keperawatan yang muncul berupa pola nafas tidak efektif yang berhubungan dengan sumbatan jalan nafas. Tindakan keperawatan yang dilakukan adalah mempo-sisikan pasien semi fowler dan mengajarkan batuk efektif selama 3x24 jam, didapatkan hasil sesak nafas dan batuk berkurang. Kesimpulan : Asuhan keperawatan pada klien yang mengalami PPOK dengan masalah keperawatan pola nafas tidak efektif yang berhubungan sumbatan jalan nafas pada kedua klien teratasi Sebagian. Perawat memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pemberian posisi semi fowler dan batuk efektif sebagai penatalaksanaan awal untuk mengurangi sesak dan batuk.
Asuhan Keperawatan Pasien yang Mengalami Tetanus dengan Defisit Perawatan Diri di Rumah Sakit Umum dr. H. Koesnadi Bondowoso Saputri, Sinta Aprilia; Haryanti, Dwi Yunita
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i2.36

Abstract

Tetanus adalah penyakit yang menyerang system saraf pusat dan disebabkan oleh toksin tetanospasmin yang dihasilkan oleh bakteri tetanus (Bachilus Tetani). Penyakit ini terjadi ketika bakteri tetanus masuk kedalam tubuh melalui luka, gigitan serangga, infeksi gigi, infeksi telinga, luka tusukan atau pemotongan tali pusar. Bakteri ini berkembang biak didalam tubuh dan menghasilkan endotoksin seperti tetanospasmin. Studi kasus ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami Tetanus dengan defisit perawatan diri di ruang Dahlia RSUD. dr. H. Koesnadi Bondowoso. Metode Penelitian: Studi kasus pada 2 klien yang mengalami Tetanus, yang dilakukan pada bulan Februari 2023, pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, pemeriksaan fisik serta studi dokumentasi. Hasil: Asuhan Keperawatan pada Pasien Tetanus dengan defisit perawatan diri untuk klien 1 dan klien 2 yang telah dilakukan pada bulan Februari 2023 di ruang Dahlia RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Tindakan keperawatan yang dilakukan adalah melakukan personal hygine selama 3x24 jam, didapatkan kebersihan diri meningkat. Kesimpulan: Asuhan keperawatan pada klien yang mengalami Tetanus dengan masalah keperawatan defisit keperawatan diri yang berhubungan dengan penurunan kesadaran pada kedua klien teratasi sebgian. Saran: Perawat memberikan edukasi kepada keluarga pasien tentang personal hygine dan oral hygine sebagai penatalaksanaan awal untuk meningkatkan kebersihan diri.
Asuhan Keperawatan pada Klien yang Mengalami Tuberkulosis Paru dengan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas di Ruang Bougenvil RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso Prilya, Sabrina Oktha; Haryanti, Dwi Yunita
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i3.46

Abstract

Penyakit tuberkulosis paru (TB) paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi perhatian global dengan berbagai upaya pengendalian dilakukan untuk mencegah insiden kematian akibat faktor yang dapat meningkatkan resiko dari penularan penyakit seperti tuberkulosis paru. Maraknya kemiskinan dan kurangnya pengetahuan mengenai gejala dan penularan berbagai macam penyakit juga menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan resiko penularan penyakit seperti tuberkulosis paru. Tujuan : Pada studi kasus ini bertujuan untuk membahas mengenai masalah asuhan keperawatan pada klien yang mengalami tuberkulosis paru dengan ketidakefektifan bersihan jalan nafas di ruang Bougenvil RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Metode penelitian : Menggunakan metode studi kasus, yang dilakukan pada bulan Januari sampai Februari 2023, terdapat 2 klien yang mengalami penyakit tuberkulosis, data tersebut didapatkan menggunakan metode,wawancara, observasi, pemeriksaan fisik serta studi dokumentasi. Hasil : Pengkajian yang dilakukan pada pasien 1 dan 2 didapatkan keluhan yang sama berupa sesak nafas, disertai batuk dan didapatkan suara nafas tambahan berupa ronchi. Diagnosis keperawatan yang muncul berupa bersihan jalan nafas tidak efektif yang berhubungan dengan hambatan upaya nafas, menggunakan manajemen jalan nafas dengan diberikannya teknik fisioterapi dada. Kesimpulan : Didapat dari hasil studi kasus ini adalah asuhan keperawatan yang tepat dapat membantu menyelesaikan masalah klien dalam menghadapi penyakit tuberkulosis paru dengan ketidakefektifan bersihan jalan nafas.
Hubungan Mutu Pelayanan dengan Minat Kunjungan Ulang pada Pasien Tuberculosis Rawat Jalan di Puskesmas Mayang Rizqulloh, Mochammad Wafi; Asmuji, Asmuji; Haryanti, Dwi Yunita
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.71

Abstract

Puskesmas adalah salah satu bentuk upaya pemerintah dalam menyelenggarakan kesehatan kepada masyarakat. Pemerintah bertujuan mensejahterahkan kehidupan masyarakat dengan memperhatikan kesehatannya. Terutama pada pasien tuberculosis yang dimana pasien tuberculosis tersebut membutuhkan waktu pengobatan kurang lebih selama 6 bulan secara rutin. Metode: Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien tuberculosis rawat jalan di Puskesmas Mayang sebanyak 92 orang, Sampel yang digunakan sebanyak 75 responden yang dihitung menggunakan rumus slovin. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan metode quota sampling. In-strument yang digunakan adalah kuesioner mutu pelayanan dan minat kunjungan ulang. Analisis data menggunakan uji Spearman rho. Hasil: Tingkat signifikan 5% (0,05) hasil uji statistik rank spearman rho, yakni sig (0,003) < 0,05 dengan nilai r 0,340 dengan kekuatan hubungan cukup kuat, maka H1 diterima. Artinya terdapat hubungan mutu pelayanan dengan minat kunjungan ulang pada pasien tuberculosis rawat jalan di Puskesmas Mayang. Analisis: Tingkat mutu pelayanan pada pasien tuberculosis rawat jalan di Puskesmas Mayang berada pada tingkat cukup bermutu sebanyak 45 responden (60%) dan minat kunjungan ulang berada pada kategori berminat sebanyak 38 responden (50,7%). Diskusi: Penelitian ini diharapkan sebagai cara altenatif tenaga kesehatan disuatu layanan kesehatan untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif pada permasalahan yang berhubungan dengan mutu pe-layanan dan akan berpengaruh pada minat kunjungan ulang pasien.
Complementary Therapy and Holistic Nursing Care Plan Haryanti, Dwi Yunita; Rahman, Sabila Aulia
International Applied Science Vol. 3 No. 1 (2024): Proceedings of International Conference on Rural Development (ICRD) 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ias.v3i1.471

Abstract

Complementary therapy regulated fundamental caring principles and integrated as part of nursing care management. Nursing concept model of caring for patients widely opens a chance to encourage individual abilities as a nurse in modifying holistic nursing care plans and also improving nurse-patient relationships. The aim of this study was to determine nursing student's knowledge and the use of complementary therapy in holistic nursing care plans. A descriptive cross sectional survey was performed among nursing students in the Faculty of Health Science who had established nursing care plan and was in final year of education. Participants taken by total sampling (n=115). Questionnaire completed with participants to determine their knowledge, personal methods use and reasons toward complementary therapy. The participants had a good knowledge towards complementary therapy. More than a half of the participants reported that they use of relaxation therapy, herbs, cupping therapy and Qur'an recitation into their nursing care plan so that patients can be treated as a holistic from the side of patients biology, psychology, sociology and spiritualism needs. Nursing students engaged complementary therapy in their nursing care plan. Good knowledge about complementary therapies in nursing students will increase the use of these therapies in providing nursing care. Nurses with the caring concept model are in a strategic position to be able to provide holistic nursing care, one of which is by implementing complementary therapies in the nursing plan.
Pendampingan Pengasuhan Ibu dengan Anak Usia Pra Sekolah melalui Kelompok Bright Mom di TK ABA Bangsalsari Haryanti, Dwi Yunita; Suryaningsih, Yeni; Wijaya, Risty Amalia Putri; Adilillah, Raya Lintang; Maghrobi, Nurul Al; Laksanawati, Wijha
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v8i2.23538

Abstract

The use of gadgets is increasing very rapidly among preschoolers which can lead to health problems and technology addiction. The dual role of a mother is one of the factors that influences the mother's attitude towards gadgets in children. This community service aims to provide parenting assistance by forming a group of wise mothers in the digital era. The method used is by planning, forming groups and providing materials and assistance. The result of this assistance is an increase in the mother's understanding to be wise in the digital era by 25.11. The level of effectiveness of assistance is 59.44%, which means that the effectiveness of this assistance is in the moderate category. Mothers are the first school for their children, so the mother's perception of the concept of parenting from various perspectives is a benchmark for the success of a mother's parenting pattern.
NURSING CARE QUALITY WITH PATIENT SATISFACTION Haryanti, Dwi Yunita; Elmaghfuroh, Dian Ratna
International Journal of Patient Safety and Quality Vol. 2 No. 1 (2025): International Journal of Patient Safety and Quality, April 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijpsq.v2i1.64493

Abstract

Abstract Background   The community satisfaction index has decreased compared to the previous year, along with a decline in patient satisfaction. This reflects a growing public dissatisfaction with the services provided. The purpose of this study was to prove the effect of nursing care quality on patient satisfaction. Method This research was analytic observational research with a cross sectional design. The sample was 125 respondents obtained from 4 health clinics which selected by cluster sampling technique. The Perceptions of the Quality Nursing Care Scale to measure quality of nursing care and the Patient Satisfaction with Nursing Care Quality Questionnaire instrument was used to measure patient satisfaction. Data was analyzed with multiple linear regression. Result Based on the results of regression analysis, it can be concluded that the calculated F value is 666.4 and a significance value of 0.000. So it can be concluded that there is an effect of nursing care quality variables on patient satisfaction simultaneously. The coefficient of determination of nursing care quality variables on patient satisfaction is 0.901, which means that the influence of interpersonal care, efficiency, comfort, information, environment and competence variables simultaneously on patient satisfaction variables is 90%, the remaining 10% is influenced by other variables not examined in this study. Conclusion There is an influence of nursing care quality on patient satisfaction. The most dominant variable is nurse competence, where there are indicators of cognitive ability, skills and ability to communicate effectively and assertively. Increasing patient satisfaction will be easily achieved when service quality is maintained and patient safety becomes the main thing that is prioritized.
Pengaruh Implementasi Palliative Care dengan Pendekatan Spiritual Therapy terhadap Kemampuan Kognitif Lansia Dian Ratna Elmaghfuroh; Haryanti, Dwi Yunita; Aditya, Alif Fikri Bayu; Afkarina, Izza
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 15 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v15i1.491

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Lanjut usia bukanlah merupakan suatu penyakit, melainkan peralihan dari satu tahap ke tahap lain dalam kehidupan. Pada usia ini, gangguan kognitif adalah salah satu masalah paling umum pada lansia, yang bertanggung jawab atas berbagai gangguan terkait usia. Seiring dengan pertambahan usia, keyakinan spiritual menjadi lebih penting pada orang tua. Keyakinan spiritual ini meningkatkan makna hidup dan menciptakan kenyamanan dan kekuatan yang tidak dapat diungkapkan pada orang tua. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh implementasi palliative care dengan pendekatan spiritual therapy terhadap kemampuan kognitif lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan pretest posttest design dengan sampel sebanyak 30 lansia. Instrumen yang digunakan untuk alat ukur adalah MMSE (Mini Mental State Examination). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pengukuran pretest didapatkan nilai mean 20,13 dengan SD 1,995 dan posttest didapatkan nilai mean 24,20 dengan SD 24,20. Nilai P value yang didapatkan menunjukkan hasil 0,000. Kesimpulan: Terdapat pengaruh implementasi palliative care dengan pendekatan spiritual therapy terhadap kemampuan kognitif pada lansia di PSTW Jember.
Tingkat Kecemasan Mahasiswa Keperawatan dalam Menyelesaikan Tugas Akhir di Universitas Muhammadiyah Jember HARYANTI, DWI YUNITA
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 15 No. 2 (2023): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v15i2.1604

Abstract

Mahasiswa keperawatan tingkat akhir sangat mungkin mengalami kecemasan dan stres yang disebabkan oleh kesulitan dalam proses penyusunan skripsi. Beberapa beranggapan bahwa skripsi merupakan sesuatu yang sulit untuk dikerjakan, bagaimana menyusun latar belakang, mencari teori yang berhubungan, metode yang tepat untuk digunakan serta faktor pembimbing dan waktu pengerjaan yang terbatas. Kecemasan memanjang yang dirasakan mahasiswa akan berdampak buruk pada penyelesaian tugas akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan yang dialami oleh mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir. Desain penelitian cross sectional yang dilakukan terhadap mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan sebagai responden. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir yang sedang dalam proses penyusunan tugas akhir sebesar 80 mahasiswa. Pengambilan sample menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner melalui google form. Sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat kecemasan sedang dalam menyelesaikan tugas akhir. Gejala kecemasan yang hampir dialami oleh seluruh mahasiswa adalah ketegangan secara fisik dan psikologis yang berdampak pada kebingungan dalam menyusun tugas akhir. Tingkat kecemasan sedang dan berat pada penelitian ini didominasi oleh mahasiswa perempuan. Mahasiswa perempuan lebih cenderung mengalami kecemasan pada tingkat yang lebih tinggi dari pada mahasiswa laki-laki. Tingkat kecemasan berbasis gender yang berbeda dapat dijadikan sebagai dasar bagi para dosen dalam memilih metode pendidikan, pembimbingan dan pendampingan sehingga meskipun stres akademik tidak bisa dihindari, minimal mahasiswa mengetahui bagaimana menyiapkan diri untuk beradaptasi dengan stressor.