Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Terapi Kombinasi Terhadap Nyeri Akut Abdomen di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan Jawa Timur Dian Ratna Elmaghfuroh; Yuyud Wahyudi
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol 2 No 1 (2019): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.444 KB) | DOI: 10.33084/bjmlt.v2i1.1090

Abstract

Nurses have important role to handling and controlling pain of the patient. The combination of pain management with appropriate therapy or non-pharmacological therapy were the key to decreasing pain intensity. This research aimed to determine the effect of analgesic theraphy and lavender aromatherapy compared with analgesic therapy and relaxation on decreased the level of abdominal pain in adult patients in Emergency Room, Bangil District Hospital, Pasuruan, East Java. This research was utilized quasi experimental design with non-equivalent control group design. The intervention was carried out on 28 respondent has been selected by purposive sampling. Ethical approval in this study was carried out through training department of Bangil District Hospital and the distribution of informed consent to patients. Both types of deep breathing relaxation therapy and lavender aromatherapy combined with pharmacological (analgesic) has showed effectiveness in decreasing the level of acute abdominal pain in Emergency Room in Bangil Distric Hospital, Pasuruan, East Java. In the future, it should be considered the use of lavender aromatherapy method as an alternative step of care and treatment in patients who experience acute abdominal pain
PENGUATAN PERAN AISYIYAH MELALUI BUDIDAYA TANAMAN OBAT KELUARGA DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MANDIRI Dwi Yunita Haryanti; Dian Ratna Elmaghfuroh; M. Jaya Wijaya; Ardia Regita C
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v6i2.2245

Abstract

Aisyiyah memiliki peran penting dalam mendukung kualitas kesehatan keluarga yang dimulai dari unit terkecil masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mitra dalam upaya peningkatan kesehatan melalui sosialisasi literasi tentang terapi komplementer khususnya terapi herbal dan thibbun nabawi yang dilanjukan dengan penanaman tanaman obat keluarga. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pemberian materi melalui ceramah dan presentasi serta penanaman tananaman obat keluarga. Pelaksanaan kegiatan pengabdian berupa sosialisasi literasi tentang terapi komplementer khususnya herbal dan thibbun nabawi. Peserta terlibat aktif mulai dari perencanaan kegiatan, pencarian lahan kosong untuk kebun tanaman obat keluarga hingga penanaman bibit dan pembentukan jadwal perawatan kebun. Kegiatan ini meningkatkan motivasi Aisyiyah untuk berperan dalam upaya promotive dan preventif kesehatan keluarga. Luaran dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan Aisyiyah dalam upaya peningkatan kesehatan mandiri, booklet penggunaan herbal yang telah memiliki penelitian dan uji klinis, thibbun nabawi dan kebun tanaman obat keluarga yang akan dibudidayakan dan dimanfaatkan oleh warga Aisyiyah maupun warga desa sekitar. Kata Kunci: Peran Aisyiyah, Tanaman Obat Keluarga, Kesehatan Mandiri
Analisis Pengetahuan Pendamping Lansia tentang Palliative Care dengan Terapi Komplementer di PSTW Jember Dian Ratna Elmaghfuroh; M. Arif Sholehudin; M. Farhan Setya Budi
The Indonesian Journal of Health Science Vol 14, No 2 (2022): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v14i2.8225

Abstract

Background and Aim: Palliative care is one of the important public health problems, due to the increasing number of parents and is accompanied by insufficient attention to the very complex needs of the elderly, especially for the elderly who live in a nursing home without any accompanying family. So that the only hope that the elderly have is a companion for the elderly in the orphanage. This study aims to analyze the knowledge possessed by elderly companions about palliative care.Methods: This study uses a correlation design with a cross-sectional approach with a sample of 30 who are elderly companions. The instrument used is a modification of the PCQN (Palliative Care Quiz for Nursing) which has been tested for validity and reliability. Analysis of the data used in this research is spearman rho.Results: The results showed that the length of work of elderly assistants was 30% 10 years; 46.67% 11-20 years old; and 23.33% 21 years. The level of knowledge of elderly companions is good (73.3%), sufficient (10%), and less (16.7%). The correlation between the length of work and the knowledge of the elderly companion about palliative care obtained a significance value of 0.018 with a correlation coefficient of 0.428.Conclusion: There is a correlation between the length of work of elderly companions with knowledge about palliative care at PSTW Jember.
Program Golansia pada Pengembangan Psikoedukasi Keluarga dalam Meningkatkan Latagis (Lansia Tangguh Psikologis) di Wilayah Kerja Ranting Aisyiyah Patrang Jember Susi Wahyuning Asih; Dian Ratna Elmaghfuroh; Wulan Maulida; Fatimatus Zahro
Jurnal Pengabdian Teknologi Informasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/diankes.v1i2.11

Abstract

Increasing health problems both physical and psychological in elderly partners are of particular concern. Partners' health problems include the increased risk of psychological health problems and the absence of an activity program to maintain the psychological health of the elderly. The Golansia Program in Family Psychoeducation is an elderly health approach program in psychological health education that was developed to increase the mental health strength of the elderly. The Golansia program was developed following the Unmuh Jember community service strategic plan and government policies regarding elderly health care. This program collaborates with the Head of the Aisyiyah Patrang Branch in the field of Elderly Health in the Patrang Village, Patrang District, Jember. The methods that will be used to achieve these goals are 1) education; 2) family psychoeducation practice; and 3) family psychoeducation assistance for the elderly and families through Aisyiyah recitation or health councils with an evaluation of the processes and results of the Golansia Program activities for the elderly to improve Latagis with the Family. The results of this activity obtained an increase in good knowledge of 47.1%. The output of this activity is that it is hoped that there will be continuity for families who provide psychoeducation to the elderly so that psychologically resilient elderly people are formed in the Working Area of the Aisyiyah Patrang Branch, Jember Regency.
Penguatan Peran Santri dalam Upaya Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember Dian Ratna Elmaghfuroh; Cahya Tribagus Hidayat
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 4, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v4i1.14071

Abstract

Penetapan visi Indonesia Sehat menyebutkan bahwa beberapa tatanan yang menjadi hal pendukung dalam implementasi peningkatan derajat esehatan masyarakat salah satunya adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Implementasi PHBS dilaksanakan di beberapa tatanan termasuk tatanan lingkungan sekolah termasuk pondok pesantren. Pondok Pesantren merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan keagamaan yang diharapkan menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan, serta menjadi teladan dalam berperilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat sekitar. PHBS di pondok pesantren memiliki beberapa indikator antara lain kebersihan individu, tempat wudhu, penggunaan air bersih, jamban sehat, kebersihan asrama, ruang belajar serta kepadatan penghuni asrama. Untuk mencapai indikator tersebut, peran dan fungsi kader pemantau PHBS juga sangat dibutuhkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi melalui presentasi, tanya jawab tentang PHBS dilanjutkan dengan pelatihan kader pemantau PHBS. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan santri dalam pelaksanaan PHBS di lingkungan Pondok Pesantren. Luaran dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan santri tentang PHBS, serta adanya kader pemantau PHBS di lingkungan Pondok Pesantren
Increasing Flexibility sebagai Pencegahan Risiko Jatuh pada Lansia: Studi Kasus Elmaghfuroh, Dian Ratna
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 2 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i2.352

Abstract

Proses penuaan yang dikaitkan dengan terjadinya penurunan fungsi fisiologis pada lansia merupakan indikator awal munculnya gejala penyakit terkait usia. Perubahan fiologis yang sering dijumpai pada lansia yaitu pada sistem muskuloskeletal, seperti adanya keterbatasan sendi, perubahan postur, penurunan kekuatan otot dan ketahanan otot serta penururnan fleksibiltas yang menyebabkan lansia berisiko untuk jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan intervensi pada lansia dalam meningkatkan fleksibilitas pada lansia untuk mencegah risiko jatuh pada lansia. Instrumen yang digunakan untuk mengukur perkembangan pada lansia adalah Timed Up and Go Test (TUG) untuk mengukur risiko jatuh yang terjadi pada lansia. Hasil implementasi yang dilakukan selama 7 hari menunjukkan hasil terdapat penurunan skor TUG dari hari pertama yaitu 18 sampai evaluasi yang dilakukan pada hari ketujuh menunjukkan skor TUG 14, walaupun kategori tersebut lansia masih berisiko untuk jatuh, namun sudah terdapat perkembangan penurunan skor TUG di hari ketujuh. Sehingga hasil tersebut menunjukkan bahwa masih perlunya intervensi lanjutan yang diberikan kepada lansia secara berkala dalam peningkatan keseimbangan lansia melalui peningkatan fleksibilitas untuk mencegah lansia berisiko untuk jatuh.
Edukasi Sikap Kerja Ergonomis pada Pekerja Pengrajin Genteng Elmaghfuroh, Dian Ratna; Kholifah, Siti; Romadhoni, Roza Riska; Fatahillah, Dhimas; Febriansyah, Jauhari Ahmad
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 5, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v5i2.23764

Abstract

Industri kecil di pedesaan mempunyai arti penting dalam usaha mengurangi tingkat kemiskinan di pedesaan atau dengan kata lain diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat pedesaan. Industri kecil membangun ekonomi pedesaan adalah dengan industri bersumber daya lokal dan konsumsi lokal. Salah satu industri pembuatan genteng yang ada di Jember adalah UD Baru Muncul. Dalam upaya pemenuhan permintaan pasar terhadap kerajinan bahan baku tanah liat pada Usaha Genteng perlu pengoptimalan sumber daya untuk memudahkan dalam proses produksi. Tidak hanya bahan baku melainkan sumber daya pekerja perlu ditingkatkan untuk mencapai target produksi. Sebagai pekerja sektor informal yaitu perlu adanya edukasi dan sosialisasi terkait bagaimana sikap kerja yang ergonomis. Tujuannya agar pekerja memiliki kesadaran bahwa sangat penting menerapkan budaya kesehatan dan keselamatan kerja di setiap aspek dalam bekerja. Kegiatan ini adalah kegiatan promotive dan preventif sebagai upaya pencegahan adanya penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja. Kegiatan ini diawali dengan Menentukan lokasi tempat edukasi terkait program kerjasama di lokasi mitra, pelaksanaan edukasi sikap ergonomi pada pekerja pengrajin genteng, serta memberikan pelatihan kepada pekerja dalam melakukan interaksi man-machine sesuai dengan sikap ergonomic. Hasil kegiatan ini adalah terdapat peningkatan yang baik sebesar 49,9% para pekerja pengrajin genteng tentang sikap kerja ergonomis. 
NURSING CARE QUALITY WITH PATIENT SATISFACTION Haryanti, Dwi Yunita; Elmaghfuroh, Dian Ratna
International Journal of Patient Safety and Quality Vol. 2 No. 1 (2025): International Journal of Patient Safety and Quality, April 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijpsq.v2i1.64493

Abstract

Abstract Background   The community satisfaction index has decreased compared to the previous year, along with a decline in patient satisfaction. This reflects a growing public dissatisfaction with the services provided. The purpose of this study was to prove the effect of nursing care quality on patient satisfaction. Method This research was analytic observational research with a cross sectional design. The sample was 125 respondents obtained from 4 health clinics which selected by cluster sampling technique. The Perceptions of the Quality Nursing Care Scale to measure quality of nursing care and the Patient Satisfaction with Nursing Care Quality Questionnaire instrument was used to measure patient satisfaction. Data was analyzed with multiple linear regression. Result Based on the results of regression analysis, it can be concluded that the calculated F value is 666.4 and a significance value of 0.000. So it can be concluded that there is an effect of nursing care quality variables on patient satisfaction simultaneously. The coefficient of determination of nursing care quality variables on patient satisfaction is 0.901, which means that the influence of interpersonal care, efficiency, comfort, information, environment and competence variables simultaneously on patient satisfaction variables is 90%, the remaining 10% is influenced by other variables not examined in this study. Conclusion There is an influence of nursing care quality on patient satisfaction. The most dominant variable is nurse competence, where there are indicators of cognitive ability, skills and ability to communicate effectively and assertively. Increasing patient satisfaction will be easily achieved when service quality is maintained and patient safety becomes the main thing that is prioritized.
Hubungan Perilaku Sleep Hygiene dengan Kejadian Insomnia pada Lansia Hasanah, Ananda Maqfirotul; Dewi, Sofia Rhosma; Elmaghfuroh, Dian Ratna
Indonesian Health Issue Vol. 4 No. 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v4i2.102

Abstract

Background: Aging in the elderly is accompanied by various physiological changes, including sleep disturbances such as insomnia, which can reduce quality of life. One non-pharmacological intervention that can be used to reduce insomnia is the application of sleep hygiene behavior. Purpose: To determine the relationship between sleep hygiene behavior and the incidence of insomnia in the elderly.   Methods: This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach, conducted in May 2025. A sample of 67 elderly individuals was selected using purposive sampling from a total population of 80. Data were collected using the Sleep Hygiene Index (SHI) and a modified version of the Sleep Condition Indicator (SCI), both of which were tested for validity and reliability. Data were analyzed using the Spearman Rank test with the assistance of SPSS at a significance level of α < 0.05. Results: Most respondents had moderate sleep hygiene behavior (41.8%), and more than half experienced insomnia (52.2%). Statistical tests showed a significant and strong relationship between sleep hygiene behavior and the incidence of insomnia, with a p-value of 0.000 and a correlation coefficient r = 0.643. The positive correlation indicates that the worse the sleep hygiene behavior, the higher the risk of insomnia. Conclusion: These findings suggest that sleep hygiene is an effective non-pharmacological strategy in preventing or reducing the incidence of insomnia. The results of this study are expected to serve as a reference and guideline for Tresna Werdha in designing programs aimed at improving sleep quality among the elderly.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dan Terapi Pijat Kaki Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Hidayat, Cahya Tribagus; Sasmiyanto, Sasmiyanto; Elmaghfuroh, Dian Ratna
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENELITIAN IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/penelitianipteks.v9i1.1558

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Hipertensi menjadi masalah kesehatan secara global, karena tingginya frekuensi kejadiannya dan tingginya resiko untuk menjadi penyakit jantung dan pembuluh darah. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan melalui observasi dan wawancara pada 50 KK di Desa Glundengan, Tanjungrejo, dan Kesilir, Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember didapatkan hasil jika masalah kesehatan terbanyak yang dialami oleh masyarakat usia dewasa dan lansia adalah hipertensi. Salah satu upaya atau intervensi yang dilakukan untuk mengendalikan hipertensi pada masyarakat adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang pengendalian hipertensi serta demonstrasi terapi pijat kaki untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dan terapi pijat kaki terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan one-group pre-post test design. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat dengan usia dewasa dan lansia dengan hipertensi sejumlah 25 responden yang diambil menggunakan consecutive sampling. Uji statistik menggunakan t test paired sampel dengan nilai α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 84% pengetahuan masyarakat terkait hipertensi mengalami peningkatan, 56% sikap masyarakat terkait hipertensi mengalami peningkatan, 52 % perilaku masyarakat terkait pengendalian hipertensi mengalami peningkatan, 68 % tekanan darah masyarakat dengan hipertensi mengalami penurunan dan p value = 0.000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendidikan kesehatan dan terapi pijat kaki berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Diharapkan perawat dapat memberikan pendidikan kesehatan dan mengajarkan terapi pijat kaki untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.