Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Developing Students’ Worksheet for English Language Teaching to Cope with the 4C’s Skill Through Project Based Learning Nurhafni Siregar; Firmansyah Firmansyah; Yulia Sari Harahap
Jurnal Paedagogy Vol 10, No 1: Jurnal Paedagogy (January 2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v10i1.6286

Abstract

This research aims to implement and evaluate design concepts and develop a PjBL-based students worksheet adapted to teaching materials to improve the 4C’s skill of Senior High School students in English subjects. Development research was used in this research. The PjBL-based students' worksheet was developed by matching the criteria for the components of the students' worksheet model: model syntax, social systems, management reaction principles, support systems, instructional impacts, and accompaniments, as well as other necessary instruments. The instruments developed were students' worksheet model validation sheets and learning tools validated by experts and practitioners. The data were analyzed by using descriptive statistical analysis. The results of this research indicated that the Project-based Learning (PjBL)-based students' worksheet model met the level of validity, practicality, and effectiveness to improve the 4C's skills of Senior High School students which contained: (a) syntax, (b) social system built on the principle of collaboration, (c) the principle of management reaction in which teachers act as facilitators, motivators, moderators, and consultants, (d) support systems in the form of Learning Implementation Plans, Teacher Books, Student Books, and Participant Worksheets Educate, (e) instructional impact in the form of students' 4C's skills and accompaniment impact in the form of critical thinking, creative thinking, responsibility, openness, and understanding of concepts.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa di MTs. Lab Ikip Al-Washliyah Medan Dwi Ikasari; Firmansyah Firmansyah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 7 No 1 (2023): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v7i1.5882

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantuan lembar kerja peserta didik (LKPD) terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi experiment dengan desain posttest only control group desain. Penelitian ini dilakukan di MTs. LAB IKIP Al Washliyah Medan pada kelas VII-A menjadi kelas eksperimen dan kelas VII-E menjadi kelas kontrol, T.A 2022/2023. Instrumen yang digunakan adalah soal tes uraian kemampuan penalaran matematis. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini diolah menggunakan aplikasi SPSS 27 for windows menggunakan teknik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh terhadap kemampuan penalaran matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelaajaran problem based learning berbantuan lembar kerja peserta didik (LKPD).
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI RESILIENSI MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR Nurul Inda Auliya; Firmansyah Firmansyah
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 7, No 1 (2024): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Publish
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v7i1.49-61

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat resiliensi matematis dan kemandirian belajar siswa dan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari resiliensi matematis dan kemandirian belajar. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B MTs Lab Ikip Al Washliyah. Pengambilan data dalam penelitian ini diperoleh melalui pemberian angket, tes, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki resiliensi matematis hight dan kemandirian belajar hight mampu memenuhi sebagian indikator kemampuan komunikasi matematis dengan persentase sebesar 67%, siswa yang memiliki resiliensi matematis hight dan kemandirian belajar moderate dapat memenuhi sebagian indikator kemampuan komunikasi matematis dengan persentase sebesar 75%, siswa yang memiliki resiliensi matematis moderate dan kemandirian belajar hight juga mampu memenuhi sebagian indikator kemampuan komunikasi matematis dengan persentase sebesar 67%, dan begitu juga dengan siswa kategori resiliensi matematis moderate dan kemandirian belajar moderate juga mampu memenuhi sebagian kemampuan komunikasi matematis dengan persentase sebesar 67%. Sedangkan siswa yang memiliki resiliensi matematis low dan belajar low tidak mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan komunikasi matematis dengan persentase sebesar 25%.
CHARACTERISTICS OF SHACKLE GRAPH: Shack(Kn,v(j,i),t), Shack(Sn,v(j,i),t), & Shack(K(n,n),v(rj,i),t) Firmansyah, Firmansyah; Mujib, Abdul
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v10i2.9252

Abstract

Abstrak:Operasi schackle adalah operasi antara dua atau lebih graf yang menghasilkan graf baru. Graf shackle dinotasikan  adalah graf yang dihasilkan dari t salinan dari graf  yang diberi simbol dengan  dimana  dan t bilangan asli. Operasi shackle ppada penelitian ini adalah shackle titik. Operasi shackle titik dinotasikan dengan  artinya graf yang dibangun dari sembarang graf  sebanyak  salinan dan titik  sebagai . Kelas graf yang akan di eksporasi karakterisinya dan bilangan kromatinya adalah , S , & S . Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa bilangan kromatik graf shackle sama dengan subgraf pembangunnya. Kata Kunci:Operasi Shackle, Shackle titik, graf shackle, bilangan kromatik. Abstract:A shackle operation is an operation between two or more graphs that results in a new graph. Shackle graph notated  is a product graph from  copy of graph  is denoted by  where  and  are natural numbers. The shackle operation in this research is vertex shackle. Vertex shackle operation is denoted by  which means that the graph is constructed from any graph  as many as  copies and vertex  as linkage vertex. The class of graphs examined in this study are , S , & S . The results show that the chromatic number of the shackle graph is the same as the subgraph that generates it. Keywords:Shackle Operation, Vertex Shackle, Shackle Graph, Chromatic Numbers.
Analysis of Students’ Critical Thinking Abilty and Mathematical Understanding Sartika Wati; Cut Latifah Zahari; Firmansyah Firmansyah
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kemampuan berpikir kritis mendasari kemampuan berpikir tingkat tinggi termasuk di dalamnya berpikir kreatif pemecahan masalah dan pengambilan Keputusan sehingga wajib dikuasai terlebih dahulu. Kemampuan pemahaman matematis adalah kemampuan peserta didik yang dapat memahami suatu konsep dengan baik. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis dan pemahaman matematis siswa dalam menyelesaikan soal system persamaan linear dua variable (SPLDV). Penelitian ini dilaksanakan di MTS EX PGA UNIVA dengan menggunakan metode adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teknik tes dan non tes. Instrumen penelitian meliputi instrument tes : kemampuan awal matematis, kemampuan berpikir kritis, intrumen tes pemahaman matematis, dan pedoman wawancara. Hasil Penelitian menunjukkan adanya interaksi berkelanjutan antar guru dan siswa, secara data hasil nilai yang diperoleh siswa pada test awal mengalami peningatan setelah siswa di mendapatkan pembelajaran dengan model pemahaman matematis siswa, dimana nilai awal siswa sebelum melakukan pendekatan ini, nilai rata-rata siswa hanya 69,42 setelah melakukan pendekatan model pembelajaran pemahaman matematis siswa meningkat menjadi 80,76,berarti bahwa Model pembelajaran Pemahaman matematis siswa berpengaruh terhadap terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Scenario based two stage production planning for cassava SMEs under demand uncertainty Dedy Juliandry Panjaitan; Rima Aprilia; Firmansyah Firmansyah
International Journal of Basic and Applied Science Vol. 14 No. 4 (2026): March: Computer Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/ijobas.v14i4.850

Abstract

Production planning in small and medium sized enterprises (SMEs) is commonly based on deterministic assumptions that do not fully reflect uncertain market demand. This study develops a scenario-based production planning approach to support feasible and cost efficient decisions under demand uncertainty. Two stage stochastic programming model with demand scenarios is applied to a real multi-product SME (small medium enterprises) case, where three demand scenarios pessimistic, most likely, and optimistic are constructed from historical data. The model incorporates production costs, raw material availability, labor capacity, and machine capacity constraints and is solved using a standard linear programming solver with actual operational data. The results indicate that optimal production quantities and total production costs vary across demand scenarios due to differences in demand limits and resource availability. While deterministic planning becomes infeasible under extreme demand conditions, the proposed Two stage stochastic programming model consistently produces feasible and cost efficient production plans, resulting in consistently feasible solutions across all demand scenarios, and highlighting its usefulness as a practical decision support tool  for SMEs facing demand uncertainty.