Sinaga, Ruth Dearani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-59 BULAN Sinaga, Ruth Dearani; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Wiboworini, Budiyanti; Wahidah, Nurul Jannatul; Sari, Atriany Nilam
Jurnal LINK Vol 18 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v18i2.8931

Abstract

Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Kejadian stunting terbesar di Kota Surakarta terdapat di wilayah Puskesmas Sangkrah yaitu 17,4% dan jumlah anak dengan stunting terbanyak terdapat di Kelurahan Semanggi yaitu 39,1%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-fakor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan di Kelurahan Semanggi Kota Surakarta. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Didapatkan sebanyak 82 ibu yang mempunyai anak usia 12-59 bulan dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan memakai lembar kuesioner, kemudian dianalisis dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi stunting sebesar 26,8% dan tidak stunting sebesar 73,2%. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah berat badan lahir dan riwayat ASI eksklusif (p<0,05). Faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian stunting adalah tinggi badan ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, riwayat imunisasi, dan riwayat infeksi (p>0,05). Simpulan penelitian ini faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu berat badan lahir dan riwayat ASI eksklusif.
Corelation of Stress Levels During Covid-19 Pandemic and Menstrual Cycle of Diploma IV Midwifery Student of Sebelas Maret University Nareswari, Indi; Azizah, Hudzaifah Alief Fath; Murniasih, Murniasih; Sinaga, Ruth Dearani; Novika, Revi Gama Hatta; Sari, Atriany Nilam
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 9, No 3 (2021): Special Issue
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v9i3.54667

Abstract

The pandemic period caused by the SARS-CoV2 virus is a global problem that has an impact on the community, including students. Task load and online learning systems are factors that cause students to experience stress, this can be one of the causes of disruption of the menstrual cycle. Changes in the menstrual cycle is a health problem for some women. This study aims to link stress levels during the coronavirus disease 19 pandemic to the menstrual cycle of UNS Diploma IV Midwifery students.This study analyzed primary data of observational analytic with a cross sectional design. The independent variable in this study was stress on students, while the dependent variable in this study was changes in the menstrual cycle. We used 84 sample consisting of all midwifery student in Sebelas Maret University with an age range of 17-22 years. There is no relationship between stress during the coronavirus disease 19 pandemic and student menstrual cycles with a p value of 0.925 indicating that there is no significant relationship between the two variables tested (p < 0,05). There is no significant relationship between stress levels during the pandemic and the menstrual cycle of UNS midwifery diploma IV students.