Pradana, Jannah Mutiarani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakter Anak Terbentuk Berdasarkan Didikan Orang Tua dan Lingkungan Sekitar Pradana, Jannah Mutiarani; Dewi, Dinie Anggraeni; Furnamasari, Yayang Fuji
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.061 KB)

Abstract

Sekarang ini, generasi muda penerus bangsa kurang hidup dalam karakternya. Karakter dibentuk pertama kalinya dari lingkungan keluarga. Anak lahir yang pertama kali melihat adalah orang tuanya. Sejak dilahirkan, anak mulai dibentuk karakternya dari orang tua. Kemudian, anak berkembang dan lingkungan baru akan mempengaruhi karakter anak tersebut. Pembentukan karakter tidak hanya pada lingkungan saja, melainkan dari lingkungan sekolah, masyarakat, dan lingkungan lainnya saat anak tersebut melakukan interaksi. Karakter dari individu dapat dilihat dari sikap dan perilakunya. Karakter dapat digolongkan dalam karakter baik dan buruk. Kenyataanya, lingkungan sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Jika anak masih tergolong usia yang muda sekitar 1-5 tahun, mereka sangat mudah terpengaruh dengan lingkungannya. Usia yang muda rentan bagi anak dalam pembentukan karakter sehingga peran orang tua sangat diperlukan dalam hal ini. Maksudnya, saat anak bermain dengan lingkungan yang salah, maka karakter anak tersebut akan terpengaruh oleh lingkungan yang buruk tersebut dan sebaliknya. Untuk itu, perlu pengawasan khusus bagi anak yang masih dalam tahap pembentukan karakter karena karakter akan melekat pada diri anak tersebut hingga dewasa. Perlu diketahui juga bahwa karakter anak yang sudah melekat hingga dewasa akan sulit untuk dirubah. Sekarang ini, generasi muda penerus bangsa kurang hidup dalam karakternya. Karakter dibentuk pertama kalinya dari lingkungan keluarga. Anak lahir yang pertama kali melihat adalah orang tuanya. Sejak dilahirkan, anak mulai dibentuk karakternya dari orang tua. Kemudian, anak berkembang dan lingkungan baru akan mempengaruhi karakter anak tersebut. Pembentukan karakter tidak hanya pada lingkungan saja, melainkan dari lingkungan sekolah, masyarakat, dan lingkungan lainnya saat anak tersebut melakukan interaksi. Karakter dari individu dapat dilihat dari sikap dan perilakunya. Karakter dapat digolongkan dalam karakter baik dan buruk. Kenyataanya, lingkungan sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Jika anak masih tergolong usia yang muda sekitar 1-5 tahun, mereka sangat mudah terpengaruh dengan lingkungannya. Usia yang muda rentan bagi anak dalam pembentukan karakter sehingga peran orang tua sangat diperlukan dalam hal ini. Maksudnya, saat anak bermain dengan lingkungan yang salah, maka karakter anak tersebut akan terpengaruh oleh lingkungan yang buruk tersebut dan sebaliknya. Untuk itu, perlu pengawasan khusus bagi anak yang masih dalam tahap pembentukan karakter karena karakter akan melekat pada diri anak tersebut hingga dewasa. Perlu diketahui juga bahwa karakter anak yang sudah melekat hingga dewasa akan sulit untuk dirubah.
Karakter Anak Terbentuk Berdasarkan Didikan Orang Tua dan Lingkungan Sekitar Pradana, Jannah Mutiarani; Dewi, Dinie Anggraeni; Furnamasari, Yayang Fuji
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2250

Abstract

Sekarang ini, generasi muda penerus bangsa kurang hidup dalam karakternya. Karakter dibentuk pertama kalinya dari lingkungan keluarga. Anak lahir yang pertama kali melihat adalah orang tuanya. Sejak dilahirkan, anak mulai dibentuk karakternya dari orang tua. Kemudian, anak berkembang dan lingkungan baru akan mempengaruhi karakter anak tersebut. Pembentukan karakter tidak hanya pada lingkungan saja, melainkan dari lingkungan sekolah, masyarakat, dan lingkungan lainnya saat anak tersebut melakukan interaksi. Karakter dari individu dapat dilihat dari sikap dan perilakunya. Karakter dapat digolongkan dalam karakter baik dan buruk. Kenyataanya, lingkungan sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Jika anak masih tergolong usia yang muda sekitar 1-5 tahun, mereka sangat mudah terpengaruh dengan lingkungannya. Usia yang muda rentan bagi anak dalam pembentukan karakter sehingga peran orang tua sangat diperlukan dalam hal ini. Maksudnya, saat anak bermain dengan lingkungan yang salah, maka karakter anak tersebut akan terpengaruh oleh lingkungan yang buruk tersebut dan sebaliknya. Untuk itu, perlu pengawasan khusus bagi anak yang masih dalam tahap pembentukan karakter karena karakter akan melekat pada diri anak tersebut hingga dewasa. Perlu diketahui juga bahwa karakter anak yang sudah melekat hingga dewasa akan sulit untuk dirubah. Sekarang ini, generasi muda penerus bangsa kurang hidup dalam karakternya. Karakter dibentuk pertama kalinya dari lingkungan keluarga. Anak lahir yang pertama kali melihat adalah orang tuanya. Sejak dilahirkan, anak mulai dibentuk karakternya dari orang tua. Kemudian, anak berkembang dan lingkungan baru akan mempengaruhi karakter anak tersebut. Pembentukan karakter tidak hanya pada lingkungan saja, melainkan dari lingkungan sekolah, masyarakat, dan lingkungan lainnya saat anak tersebut melakukan interaksi. Karakter dari individu dapat dilihat dari sikap dan perilakunya. Karakter dapat digolongkan dalam karakter baik dan buruk. Kenyataanya, lingkungan sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Jika anak masih tergolong usia yang muda sekitar 1-5 tahun, mereka sangat mudah terpengaruh dengan lingkungannya. Usia yang muda rentan bagi anak dalam pembentukan karakter sehingga peran orang tua sangat diperlukan dalam hal ini. Maksudnya, saat anak bermain dengan lingkungan yang salah, maka karakter anak tersebut akan terpengaruh oleh lingkungan yang buruk tersebut dan sebaliknya. Untuk itu, perlu pengawasan khusus bagi anak yang masih dalam tahap pembentukan karakter karena karakter akan melekat pada diri anak tersebut hingga dewasa. Perlu diketahui juga bahwa karakter anak yang sudah melekat hingga dewasa akan sulit untuk dirubah.
Perkembangan Iptek dan Gaya Anak Muda Dinilai Kurang Sesuai dengan Nilai Pancasila Pradana, Jannah Mutiarani; Dewi, Dinie Anggraeni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3978

Abstract

Masa sekarang sudah tidak heran lagi dengan kelakuan-kelakuan anak muda yang setiap harinya berubah-ubah. Perubahan tersebut salah satunya dikarenakan perkembangan IPTEK yang sangat pesat sehingga gaya anak muda terpengaruh. Sebenarnya jika anak muda sulit terpengaruh dengan hal-hal yang kurang sesuai aturan yang ada, negara ini akan jauh lebih baik. Maksudnya, perubahan tersebut lebih mengarah kepada hal negatif yang menyebabkan perilaku anak muda mulai menyerong dari wujud implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kenyataanya, perkembangan IPTEK membawa pengaruh besar terhadap manusia khususnya warga negara Indonesia, hanya saja dalam penerapannya banyak yang tidak sesuai atau tidak dimanfaatkan dengan semestinya sehingga membawa pengaruh yang negatif. Padahal saat perkembangan teknologi digunakan dengan baik, maka pendidikan di indonesia juga akan lebih baik, akan menjadi pendidikan yang berbasis teknologi, juga perilaku anak muda akan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Seperti yang diketahui juga bahwa teknologi saat ini banyak membantu kegiatan manusia. Jadi, perkembangan IPTEK akan membawa dampak yang positif jika penerapannya juga untuk hal-hal yang positif. Semua itu kembali lagi pada diri sendiri.