Agustian, Muhammad Rizki
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Masuknya Belt and Road Initiative Tiongkok ke Asean dan Identitas yang Dipromosikan Tiongkok Agustian, Muhammad Rizki; Nizmi, Yusnarida Eka; Waluyo, Tri Joko
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.632 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah studi yang mendalami dan menelaah program global Belt and Road Initiative Tiongkok terkait masuknya ke wilayah ASEAN dan identitas yang ia tonjolkan; khususnya terkait keselarasan antara identitas tersebut dengan fakta yang ada dari negara yang terlibat secara langsung dalam program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai potensi dari sebuah program global bernilai triliunan dollar setingkat Belt and Road Initiative dan keselarasan antara identitas dan nilai-nilai yang mereka promosikan melalui program tersebut dengan fakta yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif sementara teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan studi kepustakaan yang mengutamakan data sekunder. Dari penelitian ini ditemukan bahwa identitas yang disodorkan Tiongkok ke ASEAN memilki dasar yang panjang dan komprehensif dalam bentuk Lima Jalur BRI dan Lima Jenis Konektifitas BRI. Mereka mempromosikan identitas Tiongkok yang ingin membangun masa depan bersama melalui BRI, dimana tidak akan ada eksploitasi dan ketimpangan baik itu secara ekonomi atau kekuatan politik. Kedaulatan tiap negara akan dihormati. Namun, terlihat bahwa respon ASEAN terkait identitas ini beragam dimana ada yang positif dan negatif. Melihat kenyataan yang dimnunculkan dari Laos dan proyek China-Laos Railway, ditemukan bahwa ada deviansi yang muncul dari praktek di lapangan dengan identitas yang dijual Tiongkok melalui BRI. Keuntungan akan lebih banyak dirasakan Tiongkok dimana Laos hanya dimanfaatkan untuk kepenginan strategis geopolitik. Deviansi dari identitas tersebut menunjukkan bahwa langkah yang lebih teliti dan hati-hati harus diambil dalam menyikapi BRI. Respon-respon khawatir dan ragu-ragu akan BRI dan manfaatnya adalah respon yang terjustifikasi.
Analisis Masuknya Belt and Road Initiative Tiongkok ke Asean dan Identitas yang Dipromosikan Tiongkok Agustian, Muhammad Rizki; Nizmi, Yusnarida Eka; Waluyo, Tri Joko
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2449

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah studi yang mendalami dan menelaah program global Belt and Road Initiative Tiongkok terkait masuknya ke wilayah ASEAN dan identitas yang ia tonjolkan; khususnya terkait keselarasan antara identitas tersebut dengan fakta yang ada dari negara yang terlibat secara langsung dalam program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai potensi dari sebuah program global bernilai triliunan dollar setingkat Belt and Road Initiative dan keselarasan antara identitas dan nilai-nilai yang mereka promosikan melalui program tersebut dengan fakta yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif sementara teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan studi kepustakaan yang mengutamakan data sekunder. Dari penelitian ini ditemukan bahwa identitas yang disodorkan Tiongkok ke ASEAN memilki dasar yang panjang dan komprehensif dalam bentuk Lima Jalur BRI dan Lima Jenis Konektifitas BRI. Mereka mempromosikan identitas Tiongkok yang ingin membangun masa depan bersama melalui BRI, dimana tidak akan ada eksploitasi dan ketimpangan baik itu secara ekonomi atau kekuatan politik. Kedaulatan tiap negara akan dihormati. Namun, terlihat bahwa respon ASEAN terkait identitas ini beragam dimana ada yang positif dan negatif. Melihat kenyataan yang dimnunculkan dari Laos dan proyek China-Laos Railway, ditemukan bahwa ada deviansi yang muncul dari praktek di lapangan dengan identitas yang dijual Tiongkok melalui BRI. Keuntungan akan lebih banyak dirasakan Tiongkok dimana Laos hanya dimanfaatkan untuk kepenginan strategis geopolitik. Deviansi dari identitas tersebut menunjukkan bahwa langkah yang lebih teliti dan hati-hati harus diambil dalam menyikapi BRI. Respon-respon khawatir dan ragu-ragu akan BRI dan manfaatnya adalah respon yang terjustifikasi.
The impact of substituting water with eco enzyme in natural bar soap production Ginting, Simparmin Br; Agustian, Muhammad Rizki; Darni, Yuli; Setiawan, Aris
Konversi Vol 14, No 2 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v14i2.24357

Abstract

The use of eco enzymes can enhance the quality of cleaning products, such as soap. These enzymes, including amylase, lipase, and protease, serve as catalysts and natural antibacterial agents, helping to break down carbohydrates, lipids, and proteins during the decomposition process. This study aims to evaluate the effect of adding eco enzymes on accelerating the saponification reaction and improving the quality of the produced bar soap. The method employed is the cold process, with variations of eco enzymes added at 0 g, 13 g, 26 g, and 39 g. All bar soap samples were analyzed according to the SNI 3532:2021 standard, and one sample that met this standard was selected for further enzymatic analysis. Of the five test parameters performed, soap products with the addition of 13 g, 26 g, and 39 g of eco enzymes complied with all SNI 3532:2021 standards. However, the soap with 0 g of eco enzymes did not meet one of the standards for total plate count microbe contamination, which produced a result of ≤ 4000 CFU/g. Additionally, lipase and protease enzymes were detected in the soap with the addition of 26 g of eco enzymes. The hardness levels of each soap variation were as follows: 1.3 N for 0 g, 1.7 N for 13 g, 2.03 N for 26 g, and 1.47 N for 39 g of eco enzymes.