Husna, Lathifatul
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Multimedia Interaktif Materi Ekosistem pada Kelas V Sekolah Dasar Husna, Lathifatul; Zunaidah, Farida Nurlaila; Primasatya, Nurita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.435 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi hasil observasi di SDN Lirboyo 2 Kediri diketahui bahwa media yang digunakan guru masih sebatas buku guru dan lks, sehingga belum ada media berupa multimedia interaktif. Lab komputer yang sudah adapun belum termanfaatkan secara maksimal dalam meunjang kegiatan pembelajaran, akibatnya pembelajaran disekolah kurang inovatif dan berdampak pada hasil belajar siswa dan masih ada siswa yang belum tuntas di atas KKM. Hal ini diketahui berdasakan hasil nilai ulangan harian siswa pada materi ekosistem masih ada siswa yang mendapatkan nilai rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan dan keefektifan menggunakan produk multimedia interaktif materi ekosistem pada kelas V. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model pengembangan 4D oleh S. Thiagarajan yang memiliki 4 tahapan yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Tetapi penelitian ini berhenti sampai tahap Develop (pengembangan) saja, dikarenakan keterbatasan biaya, waktu dan adanya pandemi Covid-19. Penelitian ini menghasilkan multimedia interaktif materi ekosistem yang dapat memotivasi siswa dalam belajar. Sedangkan kevalidan multimedia interaktif dibuktikan dengan hasil penilaian yang dilakuakan ahli materi dengan memperoleh hasil 95% (kategori sangat valid), penilaian yang dilakukan ahli media dengan memperoleh hasil 93% (kategori sangat valid), angket kepraktisan guru memperoleh hasil 85% (kategori praktis), angket respon siswa memperoleh hasil 97,2% (kategori sangat praktis) dan ketuntasan dalam pembelajaran secara klaksikal memperoleh presentase 100%. Disimpulkan bahwa secara keseluruhan multimedia interaktif materi ekosistem pada kelas V sekolah dasar yang dikembangkan dikatakan layak untuk digunakan sebagai salah satu media pembelajaran. Karena produk yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria-kriteria yang ditentukan.
Pengembangan Multimedia Interaktif Materi Ekosistem pada Kelas V Sekolah Dasar Husna, Lathifatul; Zunaidah, Farida Nurlaila; Primasatya, Nurita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.2898

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi hasil observasi di SDN Lirboyo 2 Kediri diketahui bahwa media yang digunakan guru masih sebatas buku guru dan lks, sehingga belum ada media berupa multimedia interaktif. Lab komputer yang sudah adapun belum termanfaatkan secara maksimal dalam meunjang kegiatan pembelajaran, akibatnya pembelajaran disekolah kurang inovatif dan berdampak pada hasil belajar siswa dan masih ada siswa yang belum tuntas di atas KKM. Hal ini diketahui berdasakan hasil nilai ulangan harian siswa pada materi ekosistem masih ada siswa yang mendapatkan nilai rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan dan keefektifan menggunakan produk multimedia interaktif materi ekosistem pada kelas V. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model pengembangan 4D oleh S. Thiagarajan yang memiliki 4 tahapan yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Tetapi penelitian ini berhenti sampai tahap Develop (pengembangan) saja, dikarenakan keterbatasan biaya, waktu dan adanya pandemi Covid-19. Penelitian ini menghasilkan multimedia interaktif materi ekosistem yang dapat memotivasi siswa dalam belajar. Sedangkan kevalidan multimedia interaktif dibuktikan dengan hasil penilaian yang dilakuakan ahli materi dengan memperoleh hasil 95% (kategori sangat valid), penilaian yang dilakukan ahli media dengan memperoleh hasil 93% (kategori sangat valid), angket kepraktisan guru memperoleh hasil 85% (kategori praktis), angket respon siswa memperoleh hasil 97,2% (kategori sangat praktis) dan ketuntasan dalam pembelajaran secara klaksikal memperoleh presentase 100%. Disimpulkan bahwa secara keseluruhan multimedia interaktif materi ekosistem pada kelas V sekolah dasar yang dikembangkan dikatakan layak untuk digunakan sebagai salah satu media pembelajaran. Karena produk yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria-kriteria yang ditentukan.
Mengamati Kondisi Manula Melalui Kegiatan Home Visit Lubis, Ramadan; Putri, Rizky; Purba, Bintang Maharani; Husna, Lathifatul
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi manula (lanjut usia) merupakan fase kehidupan yang ditandai oleh perubahan menyeluruh pada aspek fisik, kognitif, emosional, sosial, moral, dan spiritual. Secara fisik, manula mengalami penurunan kekuatan tubuh dan fungsi pancaindra. Pada aspek kognitif, kemampuan berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi mulai menurun. Dari sisi emosional, muncul perasaan kesepian dan kebutuhan akan perhatian. Secara sosial, interaksi dengan lingkungan berkurang akibat keterbatasan fisik dan peran. Dalam aspek moral, manula cenderung melakukan refleksi diri dan menanamkan nilai-nilai kebajikan. Sementara itu, aspek spiritual semakin kuat dengan meningkatnya ibadah dan kedekatan dengan Tuhan. Artikel ini bertujuan menguraikan kondisi manula melalui kegiatan home visit sebagai upaya memahami kesejahteraan mereka secara holistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa home visit berperan penting dalam memahami kebutuhan manula serta menjadi sarana dukungan sosial dan emosional yang meningkatkan kesejahteraan lansia.