Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI PENDAMPINGAN TIM PENDAMPING KELUARGA (TPK): ANALISIS HUBUNGAN FREKUENSI KUNJUNGAN DENGAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU BALITA DI DESA KEMENUH, KABUPATEN GIANYAR Dewi, Kadek Rosi Arista; Parwangsa, Ni Wayan Putri Larassita
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.35758

Abstract

Stunting masih menjadi prioritas masalah kesehatan di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Di Kabupaten Gianyar, termasuk Desa Kemenuh, balita berisiko stunting masih ditemukan, sementara frekuensi kunjungan Tim Pendamping Keluarga (TPK) belum konsisten sehingga berpotensi memengaruhi efektivitas edukasi kepada ibu sebagai pengambil keputusan utama dalam pengasuhan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kuantitatif intensitas pendampingan TPK sebagai faktor determinan pengetahuan ibu, yang sebelumnya lebih banyak dievaluasi dari sisi cakupan program. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan frekuensi pendampingan TPK dengan tingkat pengetahuan ibu balita mengenai pencegahan stunting. Studi dilakukan pada Oktober 2025 di lima posyandu dengan total sampel 121 ibu balita melalui total sampling. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan α = 0,05. Hasil menunjukkan 58,7% ibu memiliki pengetahuan baik dan 41,3% kurang. Terdapat hubungan bermakna antara frekuensi pendampingan dan pengetahuan (p-value = 0,005; OR = 2,96; 95% CI: 1,381–6,366); ibu yang mendapat pendampingan lebih dari satu kali per bulan berpeluang hampir tiga kali memiliki pengetahuan baik. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan intensitas pendampingan sebagai strategi edukatif pencegahan stunting.
ANALISIS DETERMINAN INISIASI PRE-EXPOSURE PROPHYLAXIS (PREP) PADA POPULASI LELAKI SEKS DENGAN LELAKI (LSL) DI KABUPATEN BADUNG Parwangsa, Ni Wayan Putri Larassita; Purnawan, I Nyoman
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.37885

Abstract

Inisiasi Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) merupakan strategi pencegahan HIV yang direkomendasikan bagi populasi berisiko tinggi, termasuk lelaki yang seks dengan lelaki (LSL), dengan kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan bahwa inisiasi PrEP lebih dipengaruhi oleh perilaku seksual berisiko serta pendekatan berbasis wilayah yang masih jarang dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi inisiasi PrEP pada LSL di Kabupaten Badung menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 135 responden yang direkrut dari layanan PrEP di Puskesmas Kuta I, Kuta II, dan Kuta Selatan. Hasil deskriptif menunjukkan mayoritas responden berusia 25 tahun, memiliki pengetahuan dan persepsi yang kurang baik terhadap PrEP, serta perilaku seksual berisiko tinggi, termasuk seks anal, jumlah pasangan seksual lebih dari tiga, penggunaan kondom tidak konsisten, dan riwayat IMS yang tinggi. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara inisiasi PrEP dengan usia, riwayat seks anal, jumlah pasangan seksual, penggunaan kondom, penggunaan pelicin, riwayat IMS, dan paparan informasi PrEP, sedangkan analisis multivariat mengidentifikasi tiga faktor dominan yaitu usia 25 tahun, jumlah pasangan seksual 3, dan tidak pernah menggunakan kondom. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku seksual berisiko tinggi merupakan determinan utama inisiasi PrEP pada LSL.