., Rachmatulaily
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS MOTIVASI KERJA DAN SIKAP TENAGA TATA USAHA PADA KEPUASAN PELAYANAN PELANGGAN (STUDI KASUS DI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR) ., Rachmatulaily; Merdekawati, Dewi Sri
INOVATOR Vol 5 No 2 (2016): SEPTEMBER
Publisher : prodima@fe.uika-bogor.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.278 KB) | DOI: 10.32832/inovator.v5i2.634

Abstract

Kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh persepsi kualitas jasa, kualitas produk, harga dan faktor-faktor yang bersifat pribadi serta yang bersifat situasi sesaat. Kepuasan pelanggan ditentukan oleh persepsi pelanggan mengenai kualitas jasa yang berfokus pada lima dimensi kualitas jasa, yaitu: berwujud (tangible), keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan dan kepastian (assurance), empati (empathy). Tenaga tata usaha memegang peranan penting sebagai pelaksana dalam kegiatan layanan, yang mampu menciptakan situasi layanan yang menyenangkan sesuai dengan potensi yang dimilikinya yang bersifat administrasi dalam menunjang kelancaran layanan , sehingga menghasilkan layanan yang produktif.Tujuan penelitian terdiri dari : (1) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan pelayanan pelanggan (2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sikap tenaga tata usaha terhadap kepuasan pelayanan pelanggan (3) untuk mengetahui seberapa besar motivasi kerja dan sikap tenaga tata usaha terhadap kepuasan pelayanan pelanggan. Hasil penelitian : (1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi kerja (X1) terhadap kepuasan pelayanan pelanggan (Y) sebesar 0,415 dan derajat determinative sebesar 0,173, (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara sikap tenaga tata usaha (X2) terhadap kepuasan pelayanan pelanggan (Y), sebesar 0,421 dan derajat determinative sebesar 0,177, (3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi kerja (X1) dan sikap tenaga tata usaha (X2) terhadap kepuasan pelayanan pelanggan (Y), sebesar 0,485, derajat determinative sebesar 0,235.
HUBUNGAN ANTARA DISIPLIN DAN KEPEMIMPINAN DENGAN KINERJA (STUDI KASUS PADA BAGIAN FRONT OFFICE KANTOR KEHUTANAN DI KOTA BOGOR ) ., Rachmatulaily; Merdekawati, Dewi Sri
INOVATOR Vol 6 No 1 (2017): MARET
Publisher : prodima@fe.uika-bogor.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.728 KB) | DOI: 10.32832/inovator.v6i1.642

Abstract

Kinerja merupakan suatu penilaian terhadap perilaku individu yang didalamnya termasuk pengukuran tentang baik buruknya individu tersebut dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaanya. Dengan demikian kinerja pegawai fornt office merupakan rekaman tentang hasil –hasil yang dilakukan pada suatu fungsi tugas atau kegiatan tertentu pada suatu ukuran kurun waktu tertentu pula, yang diukur sesuai dengan kegiatan tersebut. Kinerja sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya disiplin dan kepemimpinan yang diterapkan pada lingkungan tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara disiplin dengan kinerja, mengetahui hubungan antara kepemimpinan dengan kinerja dan hubungan antara disiplin dan kepemimpinan secara bersama - sama dengan kinerja. Hasil penelitian mengenai hubungan antara disiplin dan kepemimpinan terhadap kinerja menunjukkan bahwa (1) Variabel disiplin memberikan kontribusi terhadap kinerja sebesar 0,437 yang berarti hubungan tersebut sedang dan derajat determinatif atau tingkat pengaruh varibel bebas (disiplin) terhadap variabel terikat (kinerja) sebesar 19, 1 % dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain, (2) Variabel kepemimpinan memberikan kontribusi terhadap kinerja sebesar 0,557 yang berarti hubungan tersebut sedang dan derajat determinatif atau tingkat pengaruh varibel bebas (kepemimpinan) terhadap variabel terikat (kinerja) sebesar 31,1% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain, (3) Variabel disiplin dan kepemimpinan memberikan kontribusi terhadap kinerja sebesar 0,614 yang berarti hubungan tersebut sedang dan derajat determinatif atau tingkat pengaruh varibel bebas (disiplin) dan kepemimpinan secara bersama terhadap variabel terikat (kinerja) sebesar 37, 6 % dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.