Suryajaya, Paskalis Indra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan Analog Somatostatin sebagai Terapi Adjuvan pada Diare Refrakter Terkait AIDS Suryajaya, Paskalis Indra
Cermin Dunia Kedokteran Vol 42, No 8 (2015): Nutrisi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.227 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v42i8.982

Abstract

AIDS merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi HIV yang menyebabkan penurunan kekebalan tubuh penderita, sehingga meningkatkan risiko infeksi sekunder. Diare merupakan salah satu manifestasi klinis yang sering ditemukan pada penderita AIDS, sering bersifat refrakter dengan etiologi multifaktorial dan sering mengakibatkan penurunan keadaan umum dan kualitas hidup penderitanya. Analog somatostatin memiliki efek luas di seluruh tubuh, salah satunya ialah inhibisi motilitas usus serta menurunkan proses sekresi cairan oleh sel kripta usus, sehingga dapat membantu penatalaksanaan diare refrakter, salah satunya adalah diare terkait AIDS.AIDS is a disease caused by HIV infection resulting in a decrease of immunity that leads to a higher risk of secondary infection. Diarrhea is one of the most common clinical manifestations in AIDS; it is mostly refractory and has multifactorial etiologies, leads to a poor condition and lower quality of life. Somatostatin analogues exert an effect of inhibition of gut motility and crypt cells secretion, which may aid in the management of refractory diarrhea, as in AIDS related diarrhea.
Dapagliflozin: Terapi Baru untuk Diabetes Melitus Fatoni, Kurniawan; Suryajaya, Paskalis Indra
Cermin Dunia Kedokteran Vol 42, No 11 (2015): Kanker
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.864 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v42i11.943

Abstract

Diabetes Melitus (DM) masih merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi tertinggi di dunia. Penatalaksanaan DM yang kurang tepat akan mengakibatkan banyak komplikasi akut maupun kronis hingga kematian. Saat ini tatalaksana DM mencakup modifikasi gaya hidup serta agen farmakologis yang umumnya bersifat dependen terhadap insulin. Dapagliflozin merupakan sebuah agen baru penurun kadar gula darah yang bekerja independen terhadap insulin; yaitu dengan menghambat reabsorbsi glukosa di tubulus ginjal oleh reseptor SGLT2, sehingga memiliki efek samping metabolik lebih minim. Dapagliflozin merupakan modalitas baru yang menjanjikan dalam penatalaksanaan DM.Diabetes Mellitus (DM) is still one of the most prevalent disease in the world. Poor management may lead to multiple acute and chronic complications. Current management of DM consists of lifestyle modifications and pharmacological agents, which commonly are Insulin-dependent. Dapagliflozin is a novel Insulin-Independent blood glucose-lowering agent; it inhibits glucose reabsorbtion mediated by SGLT2 receptors in the renal tubules. This leads to less metabolic adverse event (e.g. weight gain and hypoglycemia), making dapagliflozin a new promising agent in DM management.