Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Respons Sistem Imun pada Epilepsi Juwita Endrawati, Komang
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 11 (2018): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.697 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v45i11.561

Abstract

Epilepsi merupakan kondisi kronis dengan penyebab multifaktorial. Jumlah pasien resisten obat sekitar 20-40% diduga akibat keterlibatan peran imun dalam epileptogenesis. Beberapa komponen imunitas neuron berperan pada patogenesis epilepsi dan penggunaan obat anti epilepsi berpengaruh pada sistem imun. Obat anti epilepsi bersifat imunosupresan; imunitas innate dan adaptif berubah bermakna saat dan setelah kejang.Epilepsy is a chronic condition with multifactorial causes. Aproximately 20-40% patients are drug resistant thought to be due to role of immunity in epileptogenesis. Some components of immunity in neurons play a role in the pathogenesis of epilepsy. Anti-epilepsy drugs are immunosuppressive; innate; adaptive immunity changes significantly during and after seizures.
Respons Sistem Imun pada Epilepsi Komang Juwita Endrawati
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 11 (2018): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i11.561

Abstract

Epilepsi merupakan kondisi kronis dengan penyebab multifaktorial. Jumlah pasien resisten obat sekitar 20-40% diduga akibat keterlibatan peran imun dalam epileptogenesis. Beberapa komponen imunitas neuron berperan pada patogenesis epilepsi dan penggunaan obat anti epilepsi berpengaruh pada sistem imun. Obat anti epilepsi bersifat imunosupresan; imunitas innate dan adaptif berubah bermakna saat dan setelah kejang.Epilepsy is a chronic condition with multifactorial causes. Aproximately 20-40% patients are drug resistant thought to be due to role of immunity in epileptogenesis. Some components of immunity in neurons play a role in the pathogenesis of epilepsy. Anti-epilepsy drugs are immunosuppressive; innate; adaptive immunity changes significantly during and after seizures.
Respons Sistem Imun pada Epilepsi Komang Juwita Endrawati
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 45 No. 11 (2018): Neurologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i11.692

Abstract

Epilepsi merupakan kondisi kronis dengan penyebab multifaktorial. Jumlah pasien resisten obat sekitar 20-40% diduga akibat keterlibatan peran imun dalam epileptogenesis. Beberapa komponen imunitas neuron berperan pada patogenesis epilepsi dan penggunaan obat anti epilepsi berpengaruh pada sistem imun. Obat anti epilepsi bersifat imunosupresan; imunitas innate dan adaptif berubah bermakna saat dan setelah kejang. Epilepsy is a chronic condition with multifactorial causes. Aproximately 20-40% patients are drug resistant thought to be due to role of immunity in epileptogenesis. Some components of immunity in neurons play a role in the pathogenesis of epilepsy. Anti-epilepsy drugs are immunosuppressive; innate; adaptive immunity changes significantly during and after seizures.
Pengabdian Masyarakat: Pemeriksaan Kadar Kolesterol pada Lansia dengan Point of Care Testing (POCT) di Banjar Puseh, Desa Angantaka, Badung Endrawati Komang Juwita; Ginitri A.A Bulan; Priyaka I Gusti Ngurah Krishna; Wardani Shelly Kartika; Fidela Ni Putu Elisya Nathania; Manuaba I.A Puspa Juwita
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 10 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i10.2912

Abstract

Pengabdian Masyarakat: Penyuluhan Waspada Dislipidemia Pada Lansia Di Banjar Puseh, Desa Angantaka, Badung Ginitri A.A Bulan; Endrawati Komang Juwita; Wardani Shelly Kartika; Fidela Ni Putu Elisya Nathania; Manuaba I.A Puspa Juwita
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i2.2516

Abstract

Dislipidemia merupakan kondisi medis yang ditandai dengan kadar lipid (lemak) yang tidak normal dalam darah, terutama kolesterol dan trigliserida, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap dislipidemia serta mengimplementasikan program penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan kadar lipid. Masalah kesehatan ini sering terjadi pada lansia, sehingga intervensi melalui penyuluhan sangat diperlukan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melibatkan populasi lansia di Banjar Puseh, Desa Angantaka, dengan sampel sebanyak 27 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuisioner, serta dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki pengetahuan rendah tentang dislipidemia dan faktor risikonya. Namun, setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai pola makan sehat dan pentingnya aktivitas fisik. Kesimpulannya, penyuluhan yang dilakukan memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang dislipidemia dan pengelolaan kadar lipid, dengan implikasi bahwa diperlukan program berkelanjutan untuk edukasi kesehatan di kalangan lansia guna mengurangi risiko dislipidemia dan penyakit kardiovaskular lainnya.
Profil Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Dengan Metode Cyanide Free SLS Haemogloblin pada Siswa SMK-TI di Jimbaran, Badung Komang, Endrawati Juwita; Agung, Ginitri Bulan Anak; Komang, Andika Jaya
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 3 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v7i3.1382

Abstract

Hemoglobin merupakan komponen penting dalam sel darah merah yang membantu proses pernafasan dengan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dan membawa karbondioksida kembali ke paru-paru untuk dibuang. Pemeriksaan kadar hemoglobin sering dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang kekurangan darah, respons terhadap pengobatan anemia, atau perkembangan kondisi medis yang berhubungan terkait dengan anemia dan polisitemia. Pemeriksaan hemoglobin juga berguna untuk menilai tingkat keparahan anemia, mengukur respons terhadap pengobatan pada wanita yang menderita anemia, serta memantau perkembangan penyakit yang terkait dengan anemia. Remaja merupakan kelompok usia yang sangat penting untuk perkembangan masa depan bangsa. Namun, mereka juga rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah masalah gizi. Kualitas dan jumlah makanan yang dikonsumsi selama masa remaja merupakan faktor utama yang mempengaruhi timbulnya masalah gizi pada remaja. Penelitian ini akan melihat profil pemeriksaan kadar hemoglobin dengan metode SLS-hemoglobin bebas sianida pada siswa SMK-IT di Jimbaran-Badung, dari 51 siswa terdapat 2 siswa dengan kadar hemoglobin rendah, Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan melibatkan 51 siswa. Dengan hasil penelitian didapatkan persentase hemoglobin normal sebesar 96%, dan hemoglobin rendah (anemia) sebesar 4%. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan sampel yang lebih banyak dan melanjutkan dengan pemeriksaan anemia secara lebih mendalam.
Correlation Red Blood Inidces to Hemogloblin Levels In Addolescent At SMK-TI High School, Badung, Bali Komang, Endrawati Juwita; Bulan Anak Agung, Ginitri; Jaya Komang, Andika
Al Makki Health Informatics Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Al Makki Health Informatics Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/hij.v3i1.43

Abstract

The Complete Blood Count (CBC) or hemogram is a panel of test results on the cellular components of blood: the Red Blood Cells (RBCS), White Blood Cells (WBCS), and platelets (PLTS). Each of the portions can be interpreted separately in a methodical fashion and the interpretation has two aims for laboratorians. parameter that is quite sensitive to testing errors and interferences (often flagged) is the Mean Cell Hemoglobin Concentration (MCHC). The purpose of checking Hemoglobin levels is to assess the level of anemia, response to anemia therapy, or the development of diseases related to anemia and polycythemia. Other uses for checking Hemoglobin include assessing the level of anemia, the response to anemic women and the development of diseases related to anemia. This research used a crosssectional analytic method with the aim of finding a correlation red blood indices to Hemoglobin. Teenagers are the most prominent investors and the next generation of the nation's ideals. However, in adolescence, many problems can have a negative impact on health, such as adolescent nutrition. The quality and quantity of nutritional intake consumed during adolescence is an important factor in the emergence of nutritional problems in adolescents.
Gambaran Pemeriksaan HbSAG (Hepatitis B), Periode Januari-Februari 2024 dengan Metode Immunochromatografi (ICT) di Virtudigilab, Nusa Dua Endrawati, Komang Juwita; Ginitri, Anak Agung Bulan; Melani, Ni Ketut Lyra Sakhya
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i2.251

Abstract

Virus Hepatitis B (HBV) merupakan virus yang mampu membuat terjadinya radang atau infeksi pada sel hati, yang dapat berkembang menjadi hepatitis akut maupun kronis. Infeksi kronis berisiko menyebabkan sirosis atau kanker hati. Deteksi dini infeksi HBV dapat dilakukan melalui pemeriksaan Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg), yaitu antigen permukaan yang ada dalam virus Hepatitis B. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan HBsAg serta menganalisis persentase pemeriksaan yang dilakukan selama periode Januari–Februari 2024 di Laboratorium VirtuDigilab Nusa Dua. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif. Populasinya adalah pasien yang menjalani pemeriksaan HBsAg pada periode Januari-Februari 2024 dengan menggunakan metode deskriptif yang melibatkan 50 orang. Sampel berupa serum diuji menggunakan metode Immunochromatographic Test (ICT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96% sampel memiliki hasil HBsAg non-reaktif (-), sementara 4% menunjukkan hasil HBsAg positif. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan dengan populasi sampel yang lebih besar serta dilanjutkan dengan pemeriksaan deteksi anti-HBsAg guna mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai status infeksi Hepatitis B.
Respons Sistem Imun pada Epilepsi Komang Juwita Endrawati
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 11 (2018): Neurologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i11.692

Abstract

Epilepsi merupakan kondisi kronis dengan penyebab multifaktorial. Jumlah pasien resisten obat sekitar 20-40% diduga akibat keterlibatan peran imun dalam epileptogenesis. Beberapa komponen imunitas neuron berperan pada patogenesis epilepsi dan penggunaan obat anti epilepsi berpengaruh pada sistem imun. Obat anti epilepsi bersifat imunosupresan; imunitas innate dan adaptif berubah bermakna saat dan setelah kejang. Epilepsy is a chronic condition with multifactorial causes. Aproximately 20-40% patients are drug resistant thought to be due to role of immunity in epileptogenesis. Some components of immunity in neurons play a role in the pathogenesis of epilepsy. Anti-epilepsy drugs are immunosuppressive; innate; adaptive immunity changes significantly during and after seizures.
Gambaran Pemeriksaan HbSAG (Hepatitis B), Periode Januari-Februari 2024 dengan Metode Immunochromatografi (ICT) di Virtudigilab, Nusa Dua Endrawati, Komang Juwita; Ginitri, Anak Agung Bulan; Melani, Ni Ketut Lyra Sakhya
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i2.251

Abstract

Virus Hepatitis B (HBV) merupakan virus yang mampu membuat terjadinya radang atau infeksi pada sel hati, yang dapat berkembang menjadi hepatitis akut maupun kronis. Infeksi kronis berisiko menyebabkan sirosis atau kanker hati. Deteksi dini infeksi HBV dapat dilakukan melalui pemeriksaan Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg), yaitu antigen permukaan yang ada dalam virus Hepatitis B. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan HBsAg serta menganalisis persentase pemeriksaan yang dilakukan selama periode Januari–Februari 2024 di Laboratorium VirtuDigilab Nusa Dua. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif. Populasinya adalah pasien yang menjalani pemeriksaan HBsAg pada periode Januari-Februari 2024 dengan menggunakan metode deskriptif yang melibatkan 50 orang. Sampel berupa serum diuji menggunakan metode Immunochromatographic Test (ICT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96% sampel memiliki hasil HBsAg non-reaktif (-), sementara 4% menunjukkan hasil HBsAg positif. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan dengan populasi sampel yang lebih besar serta dilanjutkan dengan pemeriksaan deteksi anti-HBsAg guna mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai status infeksi Hepatitis B.