Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KOMPARASI TINGKAT AKURASI INFORMATION GAIN DAN GAIN RATIO PADA METODE K-NEAREST NEIGHBOR fajriyan, Fajriyan Nur; Ahsan, Moh.; Harianto, Wahyudi
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 6 No. 1 (2022): JATI Vol. 6 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v6i1.4694

Abstract

Feature selection is one of the methods used to reduce or reduce the dimensions between attributes so as to produce relevant attributes, this method is considered to be able to reduce anomalies in attributes in a data set. The KNN method is considered a classification method which is classified as a method with low accuracy, especially when compared to other classification methods. Farid Naufal's research, 2021 the accuracy of the KNN method gets a value of 75.4% while the SVM method gets a value of 85.7%. The solution to the problem of the small value of the classification is using feature selection, this technique is used to reduce the dimensions of the attribute. This research uses Information Gain feature selection technique and its development, namely Gain Ratio. The gain ratio technique is considered better when compared to the weighting on the glass data, it can be seen that the Gain Ratio weighting value is better than its predecessor Information Gain.
OPTIMASI K-NEAREST NEIGHBOR MENGGUNAKAN ALGORITMA SMOTE UNTUK MENGATASI IMBALANCE CLASS PADA KLASIFIKASI ANALISIS SENTIMEN Surya Firmansyah, Andi; Aziz, Abdul; Ahsan, Moh.
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 7 No. 6 (2023): JATI Vol. 7 No. 6
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v7i6.7257

Abstract

Penelitian ini menguji kinerja metode K-Nearest Neighbor (KNN) dengan dan tanpa Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) dalam klasifikasi analisis sentimen pada data Tweet dengan kata kunci "Jokowi" di Twitter. Pengujian dilakukan dengan berbagai variasi presentase data training dan data testing, menggunakan nilai K=3 untuk KNN tanpa SMOTE, serta K=1 untuk KNN dengan SMOTE. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode KNN dengan SMOTE mencapai akurasi tertinggi sebesar 93%, presisi sebesar 100%, dan recall sebesar 85%, sementara KNN tanpa SMOTE mencapai akurasi 82%, presisi 82%, dan recall 98%. Secara keseluruhan, penggunaan KNN dengan SMOTE memberikan kinerja baik dan akurat dalam mengklasifikasikan sentimen pada data Tweet "Jokowi", khususnya dalam mendeteksi sentimen positif. Penelitian ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan metode oversampling seperti SMOTE untuk meningkatkan performa KNN dalam mengatasi ketidakseimbangan data pada klasifikasi analisis sentimen di media sosial Twitter.
Membangun Strategi Kemitraan Untuk Meningkatkan Pendapatan Pengrajin Tusuk Sate di Kabupaten Malang Sarwoko, Endi; Nurfaida, Iva Nurdiana; Ahsan, Moh.
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.095 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v5i3.16232

Abstract

Desa Karanganyar Kecamatan Poncokusumo sebagian masyarakatnya menekuni usaha biting bambu untuk bahan baku tusuk sate. Permasalahan yang diidentifikasi adalah kapasitas produksi masih rendah, dan harga jual kepada pengepul fluktuatif, karena harga tergantung pada kebutuhan bahan baku tusuk sate dari pengepul. Metode yang digunakan adalah Community Based Participatory (CBP) dengan melibatkan partisipasi aktif antara pengabdi dengan pengrajin serta dengan perusahaan mitra. Kegiatan utama yang akan dilaksanakan meliputi 3 program yaitu focus group discussion (FGD), bertujuan untuk merumuskan strategi pemecahan masalah dengan melibatkan pengrajin dan perusahaan mitra. Program kedua mengembangkan pola kemitraan Subkontrak, dimana para pengrajin biting bambu memproduksi bahan baku tusuk sate khusus untuk memenuhi kebutuhan perusahaan mitra. Program ketiga difusi teknologi, berupa penggunaan mesin pembuat biting bambu, dan program keempat adalah pelatihan produksi dan pendampingan mulai tahap persiapan sampai pelaksanaan kemitraan. Hasil kegiatan kemitraan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan penghasilan pengrajin biting, hal ini disebabkan sudah ada target kapasitas produksi per bulan yang harus dipenuhi pengrajin, dengan harga yang sudah ditetapkan. Keuntungan bagi perusahaan mitra adalah terjaminnya ketersediaan bahan baku tusuk sate dengan kualitas yang sesuai yang diharapkan.
Desain Prototipe User Interface Dan User Experiance Mobile App Kuysedekah.Id Murdani, Robbi Tri; Arianto, Wahyudi; Ahsan, Moh.
RAINSTEK: Jurnal Terapan Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v6i4.4195

Abstract

Masjid membutuhkan sedekah atau infaq dari lingkungan sekitar untuk membiayai pembangunan dan perawatannya. Karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, negara ini memiliki banyak sekali masjid dan rumah ibadah lainnya. Latar belakang artikel ini adalah beberapa organisasi masyarakat yang melakukan penggalangan dana secara langsung di jalanan. Jenis penggalangan dana ini merupakan cara yang paling sederhana dan mungkin menjadi pilihan pertama yang akan dilakukan, namun sering kali kegiatan tersebut justru mengganggu mobilitas pengguna jalan, menimbulkan kemacetan, dan mengaburkan dana yang terkumpul. Melihat permasalahan tersebut, peneliti mengajukan solusi kreatif berupa prototipe aplikasi sedekah yang user-friendly dan sesuai dengan keinginan pengguna. Peneliti kemudian menggunakan model pengembangan design thinking untuk mengembangkan desain, sehingga menghasilkan prototipe aplikasi Kuysedekah.id berbasis mobile app. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan desain prototipe yang baik untuk antarmuka pengguna dan pengalaman pengguna sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengguna smartphone (user friendly). Untuk mencapai hal tersebut, peneliti menggunakan model penelitian design thinking dan melibatkan pakar UX untuk mengevaluasi dan menguji prototipe tersebut. Penilaian pakar UX menggunakan design review menghasilkan hasil “very good”, dan pengujian usability menggunakan kuesioner SEQ menghasilkan hasil “mudah digunakan” dan SUS menghasilkan hasil “accapteble”. Artinya prototipe aplikasi Kuysedekah.id buatan peneliti telah mencapai tujuannya, yaitu user experiance, mudah digunakan, dan dapat diterima oleh masyarakat umum.
Increased Value Added of Incense Craftsmen of Petungsewu Village Wagir District, Malang Regency Sarwoko, Endi; Indawati, Ninik; Nurdiana, Iva; Ahsan, Moh.
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.486 KB) | DOI: 10.29407/ja.v2i2.12575

Abstract

Petungsewu Village, Wagir District, Malang Regency is one of the villages where most of the people are incensed craftsmen, but the incense produced is semi-finished incense or raw incense. The problem faced by incense craftsmen is that the selling price of semi-finished incense tends to decline from year to year, the limited bamboo raw material even has to be imported from other areas, only producing semi-finished incense (raw). The aim of the activity is to increase the value added of incense products and increase people's income by selling incense products with brand packaging. The method of implementing the activity is to diversify the product by training and mentoring in making incense, product packaging training and quality control, online marketing training, utilizing incense making technology. As a result of community service activities, the community is able to produce fragrant incense packaged and branded and has been sold. Besides that, by utilizing incense bamboo making technology, the production capacity of incense biting production increased, the quality of the bamboo produced was more uniform, so the problem of limited incense material could be overcome.
Pengembangan Potensi Usaha Dupa Menjadi Produk Unggulan Sarwoko, Endi; Ahsan, Moh.; Nurfarida, Iva Nurdiana
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v3i2.13628

Abstract

The aim of the community service program is to develop business potential in partner village, namely Petungsewu Village, Wagir District, Malang Regency, so that they can become the village's superior products. The problem faced by partner villages is the value added of incense products are still low because it only focuses on raw incense, does not have its own market, because incense production is still based on orders, and the availability of raw material is often lacking. The first solution is of producing incense fragrances is given a brand whose marketing applies a partnership pattern with successful incense entrepreneurs, the second solution is to assist brand design and brand registration, and the third solution is to increase production of bamboo sticks by machine. The approach in implementing this service is Community Based Participatory Research (CBPR), which is a collaborative approach with the aim of overcoming problems in the community. The method is used in the form of assistance and consultation for making incense and packaging carried out by partners from successful entrepreneurs, mentoring and consultation on trademark registration, and substitution of science and technology in the form of using a bamboo stick refiner. The result of the activity there was an increase in value added because it had been produced and sold fragrant incense with "Mount Katu" brand which was marketed by business partners to the island of Bali, there was an increase in bamboo stick production because it had been used the help of a bamboo stick grinding machine. The results of these community service activities have an impact on increasing community income in partner village.