Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan Produk Olahan (Ultra Processed Food) pada Remaja di Kota Pekalongan Moviana, Radiati; Nafilah, Nafilah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.18968

Abstract

ABSTRAK Remaja menjadi kelompok yang perlu menjadi perhatian karena masa ini merupakan periode puncak perkembangan dan pertumbuhan. Remaja cenderung memilih makanan yang praktis dan enak dengan tidak mempertimbangkan nilai gizi sehingga mudah terpapar dengan pola hidup yang tidak sehat dan memunculkan masalah gizi. Ultra processed food merupakan salah satu produk pangan yang menjadi salah satu produk pangan yang digemari oleh remaja saat ini. Produk ini diproduksi menggunakan penambahan beberapa bahan seperti gula, garam, perasa, dan lain-lain. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang jenis produk olahan pada remaja sehingga dapat lebih membatasi dan selektif dalam mengonsumsi produk olahan UPF. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pemberian edukasi dengan penyuluhan pada siswa SMA sejumlah 29 orang di Kota Pekalongan. Hasil: Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan diperoleh bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa SMA terkait ultra processed food yang ditunjukan dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Terdapat perbedaan pengetahuan siswa tentang Ultra Processed Food sebelum dan sesudah edukasi. Terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan siswa tentang Ultra Processed Food sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa Kata Kunci: Ultra Processed Food, Remaja, Edukasi, Pangan Olahan  ABSTRACT Adolescents are a group that needs attention because it is the peak period of development and growth. They are tend to choose practical and delicious food without considering its nutritional value, so they are easily exposed to unhealthy lifestyles and cause nutritional problems. Ultra-processed food is one of the food products that is popular with adolescents today. This product is produced by add several ingredients such as sugar, salt, flavorings, etc. This activity aims to increase knowledge about the types of processed products among adolescents, so that they can be more selective in consuming Ultra Processed Food products. This activity was carried out in the form of providing counseling education to 29 high school students throughout Pekalongan City. Based on the results of the activity evaluation, it was found that there was an increase in high school students' knowledge regarding ultra-processed food as indicated by a value of p=0.000 (p<0.05). There is a difference in students' knowledge about Ultra Processed Foods before and after being given education. There is an increase in the average student knowledge about Ultra Processed Food so it can be concluded that this community service activity is effective in increasing student knowledge. Keywords: Ultra Processed Foos, Adolescents, Education, Food Processed 
Pemberdayaan Remaja melalui Pelatihan Duta Gizi dan Peer Education sebagai Upaya Pencegahan Prediabetes di SMK Muhammadiyah 1 Weleri Kusuma, Triya Ulva; Nafilah, Nafilah; Moviana, Radiati; Arif, Mohamad Zaenal; Karmila, Alvina Ayu; Makarimah, Annisa’ Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1958

Abstract

The phenomenon of prediabetes is increasingly being found in adolescents. Prediabetes in adolescents can cause various negative impacts both in the short and long term. Limited knowledge regarding nutrition and high consumption of sugary drinks are strongly related to the high number of prediabetes cases among adolescents. This community service activity aims to increase the knowledge and capacity of adolescents through empowering adolescent nutrition ambassadors and peer education in prediabetes prevention efforts. The activity was carried out at SMK Muhammadiyah 1 Weleri in two forms: intensive training for 8 adolescent nutrition ambassadors, and peer education by adolescent nutrition ambassadors to 78 other students using interactive educational methods, simulations, demonstrations, practice, and discussions. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests in each session. The results showed that there was an increase in adolescent knowledge and skills after the activity. The conclusion of this activity is that adolescent empowerment through intensive nutrition ambassador training and peer education is effective in increasing adolescent knowledge and skills as a strategy for preventing prediabetes.
Hubungan Postur Kerja dan Lama Kerja Terhadap Keluhan Low Back Pain Pada Pekerja Pabrik Sari, Amanda Puspita; Moviana, Radiati; Kusuma, Triya Ulva; Nafilah, Nafilah
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v11i1.536

Abstract

Nyeri punggung bawah (LBP) adalah nyeri punggung bawah yang disebabkan oleh postur kerja yang buruk dan pergerakan berulang. Pentingnya keselamatan kerja adalah untuk mencegah gangguan muskuloskeletal dan menjaga kesehatan pekerja. Keluhan LBP sering muncul karena postur kerja yang tidak ergonomis dan durasi kerja dalam waktu yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara postur kerja dan lama kerja dengan tingkat keluhan nyeri punggung bawah di antara pekerja di pabrik tahu. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain potong lintang. Sampel penelitian terdiri dari 57 pekerja diambil menggunakan teknik slovin. Pengolahan data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji statistik yang digunakan adalah uji Kendall’s Tau untuk menganalisis hubungan antara postur kerja dengan tingkat keluhan LBP dan uji chi-square untuk menganalisis hubungan antara lama kerja dengan tingkat keluhan LBP. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara postur kerja dan tingkat keluhan LBP dengan nilai p sebesar 0,007 dan nilai r sebesar (0,362**) dan menunjukkan adanya hubungan antara lama kerja dan tingkat keluhan LBP dengan nilai p 0,001 dan OR (9,6). Disarankan agar manajemen pabrik memberikan pelatihan keselamatan kerja, pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan mengatur jam kerja untuk menghindari kelebihan