Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI MAWAR MERAH UNTUK MENGOLAH KERIPIK BAYAM DENGAN BAIK DI DESA CIJUREY KABUPATEN SUKABUMI Widjayanti, Widjayanti; Arahmah, Siti Anissa; Darajat, Aditya; Apriansyah, Agung Hidayat; Aminullah, Aminullah
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.658 KB) | DOI: 10.30997/qh.v7i2.4045

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berupa pelatihan Cara Produksi Pangan yang Baik atau Good Manufaturing Practice (GMP) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelaku usaha industri kecil tentang proses produksi yang memenuhi standar produksi guna meningkatkan mutu produk dan daya saing. Metoda pendekatan dalam menyelasaikan masalah yang ada yaitu dengan melakukan Metode Transfer Ilmu kepada Kelompok Wanita Tani Mawar Merah melalui pelatihan penyuluhan CCPB dan menerapkannya di dalam sistem dan proses produksi sehingga mampu memperbaiki mutu produk dan meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan KWT Mawar Merah. Penilaian CPPB yang dilakukan untuk melihat sejauh mana penerapan CPPB di kelompok dalam mengolah keripik bayam. Adapun berdasarkan evaluasi audit yang telah dilakukan KWT Mawar Merah termasuk kriteria CPPB-IRT level IV dengan standar sebagai berikut: penyimpangan minor tidak tidak tersedia, penyimpangan mayor tidak tersedia, penyimpangan serius lebih dari lima, dan penyimpangan kritis lebih dari satu, di mana KWT Mawar Merah masih memiliki jumlah penyimpangan serius sebanyak 6 buah ketidaksesuaian dan jumlah penyimpangan kritis sebanyak 5 buah.
Efektifitas Pembinaan Pemenuhan Komitmen Registrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di Kabupaten Sukabumi Widjayanti, Widjayanti; Widowati, Sri; Mardiah, Mardiah
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v4i1.9828

Abstract

Pangan segar asal tumbuhan (PSAT) merupakan pangan yang menjadi kewenangan dinas yang menangani urusan pangan di Kabupaten/kota. Pelaksanaan pemenuhan 3 komitmen registrasi pangan segar asal tumbuhan (PSAT) oleh pelaku usaha PSAT akan dapat berjalan secara efektif dan efisien apabila didukung oleh berbagai sarana dan prasarana termasuk sumberdaya manusia yang memahami akan pentingnya pemenuhan 3 komitmen registrasi PSAT. Tujuan kegiatan internship di Dinas Ketahanan Pangan adalah agar pelaksanaan pembinaan pemenuhan 3 komitmen registrasi PSAT oleh pelaku usaha dapat berjalan secara efektif sesuai dengan peraturan yang berlaku. Metode yang digunakan dalam kegiatan internship ini adalah dengan cara terjun langsung dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan pemenuhan 3 komitmen registrasi PSAT baik di Bidang Keamanan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, maupun di pelaku usaha PSAT yaitu PD. Aster. Dari hasil internship ini dihasilkan 2 jenis google form untuk form penilaian mandiri dan form penilaian penerapan yang baik PSAT, dihasilkan pula beberapa form standard operating procedures (SOP) yang dapat membantu PD. Aster dalam pemenuhan penerapan yang baik PSAT serta Pendampingan pembuatan SOP di PD. Aster yang telah dilakukan untuk memperbaiki SOP yang telah ada, dan membantu membuat SOP yang belum tersedia untuk dapat mempercepat pemenuhan persyaratan penerapan penanganan yang baik PSAT.
Perkembangan Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan Produk Pangan Ropikoh, Siti; Widjayanti, Widjayanti; Idris, Muhammad; Nuh, Gifar Muhammad; Fanani, Muhammad Zainal
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.12668

Abstract

Perkembangan penggunaan kemasan produk pangan sudah ada sejak zaman prasejarah. Perbedaan yang signifikan adalah tujuan penggunaan kemasan. Teknologi memiliki peranan penting dalam perkembangan kemasan produk pangan. Tren fungsional kemasan produk pangan saat ini adalah salah satunya ramah lingkungan. Hal ini disebabkan produk pangan memiliki sifat berkelanjutan, sehingga penting untuk mencari solusi ini. Biodegradable packaging bisa menjadi solusi dalam permasalahan ini. Sebab jenis kemasan ini dapat terurai di lingkungan atau bisa disebut juga sebagai kemasan ramah lingkungan. Metode penelitian yang digunakan dalam review jurnal ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur. pendekatan kualitatif dipilih karena metode ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan detail mengenai fenomena yang diteliti. Penulis menggunakan studi literatur sebagai sumber data yang dapat diandalkan dan relevan untuk memperoleh informasi terkait produk pangan lokal. Menurut penelitian Biodegradable Packaging dapat menjadi solusi dalam permasalah “kemasan ramah lingkungan”, namun tetap harus dengan bergantung pada campuran bahan bio-nano komposit dan polimer, yang akan meningkatkan kinerjanya.
Analisis Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) Komoditas Beras Di Kabupaten Sukabumi Widjayanti, Widjayanti; Akil, Syahrir; Jumiono, Aji; Widowati, Sri
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v7i1.17049

Abstract

This research aims to evaluate the safety level of rice in Sukabumi Regency in terms of heavy metal content and how to eliminate or minimize contamination until it’s safe to consume in accordance with Minister of Agriculture Regulation No. 53 of 2018 concerning the safety and quality of fresh food of plant origin. The research results showed that rice was safe from heavy metal contamination (cadmium, lead and arsenic), where cadmium was 0.05 – 0.13 mg/kg, arsenic was 0.13 mg/kg and lead was not detected. The maximum contamination limit (BMC) for cadmium is 0.4 mg/kg, lead is 0.2 mg/kg and arsenic is 0.3 mg/kg). So the heavy metal content is still below the maximum pollution limit (BMC). The washing stage can minimize the heavy metal content in rice, where washing rice once can remove the cadmium content from 0.07 mg/kg to undetectable. Cooking process can reduce the heavy metal content in rice. Washing once quite effective in removing heavy metals and cooking using rice cooker is more effective in maintaining the nutritional composition of rice compared to using steamer. The preparation of HACPP for rice production shows that the CCP is the process stages of receiving raw materials, fumigation and packaging.